Sumberdem, Sorotnesia.com – Pengelolaan limbah rumah tangga menjadi perhatian dalam kegiatan pengabdian masyarakat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) 179 di Desa Sumberdem. Salah satu limbah yang diperkenalkan untuk dimanfaatkan kembali ialah cangkang telur.
Kegiatan bertajuk “Sosialisasi Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik melalui Literasi Lingkungan dan Pengelolaan Limbah Berbasis Keterlibatan Masyarakat di Desa Sumberdem” itu digelar di Aula PKK Desa Sumberdem, Senin (27/7/2026). Kegiatan tersebut diikuti ibu-ibu PKK Desa Sumberdem.
Pemanfaatan cangkang telur dipilih sebagai bagian dari upaya mengenalkan cara sederhana dalam mengelola limbah yang dihasilkan dari aktivitas rumah tangga. Selama ini, cangkang telur umumnya langsung dibuang setelah bagian isinya digunakan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa KKN 179 UNS memberikan pemahaman bahwa cangkang telur masih dapat dimanfaatkan. Limbah tersebut diperkenalkan sebagai salah satu bahan yang dapat diolah untuk mendukung kebutuhan tanaman di lingkungan rumah.
Materi sosialisasi diawali dengan penjelasan mengenai pemanfaatan cangkang telur sebagai pupuk organik. Peserta mendapatkan informasi mengenai alasan cangkang telur dapat dimanfaatkan dalam perawatan tanaman serta manfaat yang dapat diperoleh dari pengolahannya.
Penyampaian materi dilakukan dengan bahasa sederhana agar dapat dipahami peserta. Dengan pendekatan tersebut, informasi yang diberikan tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi diharapkan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Selain membahas manfaat cangkang telur, mahasiswa KKN juga menjelaskan tahapan pengolahannya. Peserta diperkenalkan pada proses persiapan cangkang telur hingga pengolahan sebelum digunakan untuk tanaman.
Penjelasan mengenai tahapan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan. Masyarakat tidak hanya diperkenalkan pada gagasan pemanfaatan limbah, tetapi juga mendapatkan gambaran mengenai cara mengolahnya secara sederhana.
Dalam kegiatan itu, pemanfaatan pupuk dari cangkang telur juga dikaitkan dengan perawatan tanaman di lingkungan rumah. Limbah yang sebelumnya dianggap tidak memiliki kegunaan diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat dimanfaatkan setelah melalui proses pengolahan.
Pendekatan tersebut sekaligus menjadi bagian dari literasi lingkungan yang dikenalkan kepada ibu-ibu PKK. Pengelolaan lingkungan tidak selalu harus dimulai melalui kegiatan berskala besar. Kebiasaan memilah, mengolah, dan memanfaatkan kembali limbah rumah tangga dapat menjadi langkah awal yang dilakukan dari lingkungan terdekat.
Kegiatan berlangsung secara interaktif. Peserta menyimak pemaparan materi sekaligus memperoleh informasi mengenai pengelolaan limbah yang dapat dilakukan secara mandiri di rumah.
Keterlibatan ibu-ibu PKK menjadi salah satu unsur penting dalam kegiatan tersebut. Sebagai bagian dari masyarakat yang dekat dengan aktivitas rumah tangga, peserta diharapkan dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh dalam pengelolaan limbah sehari-hari.
Melalui sosialisasi ini, mahasiswa KKN UNS 179 berharap pengetahuan mengenai pemanfaatan cangkang telur dapat menjadi bekal bagi masyarakat Desa Sumberdem. Limbah rumah tangga yang masih memiliki potensi manfaat diharapkan tidak langsung berakhir sebagai sampah.
Kegiatan tersebut juga memperlihatkan bahwa edukasi mengenai lingkungan dapat dilakukan melalui hal-hal sederhana yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Pemanfaatan cangkang telur menjadi pupuk menjadi salah satu contoh bagaimana limbah rumah tangga dapat dikenali kembali potensinya.
Selain mengurangi kebiasaan membuang limbah secara langsung, pengolahan cangkang telur juga diperkenalkan sebagai alternatif untuk mendukung perawatan tanaman di sekitar rumah. Pengetahuan tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat untuk lebih bijak dalam memperlakukan limbah yang dihasilkan setiap hari.

Bagi mahasiswa KKN 179 UNS, kegiatan sosialisasi ini menjadi bagian dari upaya membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi yang mudah diterapkan. Sementara bagi masyarakat Desa Sumberdem, kegiatan tersebut memberikan pengetahuan baru mengenai pengelolaan limbah rumah tangga dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di lingkungan sekitar.
Rilis kegiatan menyebutkan bahwa sosialisasi tersebut diharapkan dapat mendorong masyarakat Desa Sumberdem untuk mulai melihat limbah rumah tangga sebagai sesuatu yang masih memiliki manfaat dan dapat dikelola dengan lebih baik.
Dengan pendekatan berbasis keterlibatan masyarakat, edukasi lingkungan tidak hanya diarahkan pada pemahaman mengenai masalah limbah, tetapi juga pada perubahan kebiasaan. Dari cangkang telur yang sederhana, masyarakat diajak mengenali bahwa pengelolaan lingkungan dapat dimulai dari rumah.
Penulis : Fersin | KKN 179 UNS
Editor : Intan Permata









