Jakarta Selatan, Sorotnesia.com – Sejumlah mahasiswa Universitas Mercu Buana Jakarta melaksanakan Program Tugas Akhir Peduli Negeri (TAPN) di UMKM Warkop Mokin, Jakarta Selatan. Program yang berlangsung selama hampir lima bulan, sejak 10 Agustus 2024 hingga 9 Januari 2025, itu difokuskan pada penguatan identitas merek dan optimalisasi media sosial sebagai strategi promosi utama usaha tersebut.
Program TAPN ini dijalankan oleh tiga mahasiswa, yakni Aghnat Ghassan, Alief Purnama Akbar, dan Rifaldy Kaesar Abrar. Mereka mendampingi Warkop Mokin dalam membangun kehadiran digital yang lebih terarah, khususnya melalui pengelolaan akun Instagram sebagai kanal komunikasi dan pemasaran.
Warkop Mokin berlokasi di Jalan Raya Kebayoran Lama No. 15A, Grogol Utara, Kecamatan Kebayoran Lama, Jakarta Selatan. Berdiri sejak 2022, warkop ini mengusung konsep modern dengan area rooftop yang menawarkan suasana santai dan pemandangan perkotaan. Meski memiliki potensi sebagai ruang berkumpul anak muda, pemilik usaha menilai eksistensi digital Warkop Mokin masih perlu diperkuat agar mampu bersaing di tengah ketatnya industri kuliner.
Pemilik Warkop Mokin, Bintang, menyambut baik keterlibatan mahasiswa dalam program tersebut. Ia berharap pendampingan ini dapat membantu usahanya menjangkau konsumen yang lebih luas melalui media sosial.
“Selama ini kami fokus pada operasional, tetapi belum maksimal memanfaatkan media sosial. Melalui program ini, kami mendapat banyak pemahaman baru,” ujar Bintang.
Dalam pelaksanaannya, program TAPN mencakup empat fokus utama. Pertama, membangun kesadaran merek melalui penyusunan strategi visual dan narasi konten yang konsisten. Kedua, meningkatkan keterlibatan audiens dengan menghadirkan konten relevan serta memanfaatkan fitur Instagram seperti Reels dan Stories.
Ketiga, memperkuat identitas visual melalui penetapan palet warna, gaya fotografi, dan tipografi yang merepresentasikan karakter rooftop Warkop Mokin. Keempat, menyusun strategi pemasaran digital yang meliputi content pillar, kalender editorial, serta optimalisasi caption, tagar, dan peluang kolaborasi.

Selain mengelola akun Instagram @warkopmokin, tim TAPN juga memberikan pelatihan langsung kepada pemilik usaha. Pelatihan tersebut mencakup perencanaan strategi konten, produksi materi promosi visual, penulisan caption dan pemilihan tagar, hingga pengenalan cara membaca insight Instagram untuk mengevaluasi performa konten.
Menurut Bintang, pelatihan ini memberikan dampak nyata bagi pengelolaan media sosial Warkop Mokin.
“Program ini membuka wawasan kami tentang pentingnya branding dan konsistensi konten. Sekarang kami lebih siap mengelola Instagram secara mandiri dan profesional,” katanya.
Dengan berakhirnya program TAPN, mahasiswa berharap Warkop Mokin dapat terus mengembangkan strategi digital yang telah dirintis. Media sosial diharapkan tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga ruang membangun komunikasi dan kedekatan dengan pelanggan.
Program TAPN Universitas Mercu Buana ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendorong daya saing UMKM, khususnya dalam menghadapi perubahan perilaku konsumen dan perkembangan pemasaran digital yang kian dinamis.
Penulis : Rizka Amalia
Editor : Intan Permata









