Pati, Bahan Sederhana yang Diam-diam Mengubah Rasa Makanan

- Redaksi

Rabu, 1 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gambar bubuk pati atau granula pati (mirip tepung putih halus). Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Gambar bubuk pati atau granula pati (mirip tepung putih halus). Sumber: goodnewsfromindonesia.id

Pernah nggak sih kamu kepikiran kenapa saus bisa kental, roti jadi empuk, atau mi instan terasa kenyal? Jawabannya ada di satu bahan sederhana yang sering banget kita abaikan: pati. Meski kelihatan sepele, pati ternyata punya peran penting di balik rasa, tekstur, bahkan tampilan makanan. Dari dapur rumah sampai industri besar, pati selalu hadir buat bikin pengalaman makan jadi lebih nikmat.

Apa Itu Pati?

Pati adalah salah satu komponen karbohidrat yang paling sering dipakai dalam dunia pangan. Bahan ini termasuk biopolimer alami yang tersusun dari dua “pemain utama”: amilosa dan amilopektin. Nah, dua komponen ini yang menentukan bagaimana sifat pati bekerja mulai dari bikin makanan lebih lembut, lebih kental, sampai lebih stabil. Jadi, pati nggak cuma soal kandungan gizi, tapi juga soal bagaimana makanan bisa lebih enak dan diterima lidah konsumen.

Sifat Dasar Pati

Kalau dilihat dari sisi kimia, pati punya kemampuan unik. Misalnya, sifat gelatinisasi (pati mengembang kalau dipanaskan dalam air), retrogradasi (perubahan struktur pati setelah didinginkan), sampai perubahan viskositas alias kekentalan. Proses-proses inilah yang bikin pati bisa dipakai di berbagai produk pangan. Misalnya, bikin sup lebih kental, puding lebih kokoh, atau roti lebih mengembang.

Baca Juga :  Waktu yang Berjalan, Apakah Kita Mengikutinya?

Fungsi Pati dalam Pengolahan Pangan

Di dunia makanan, pati punya banyak “jurus”. Dia bisa jadi pengental, pembentuk gel, penstabil, pemberi tekstur, sampai bahan pengisi alias filler. Contohnya:

  • Di saus atau sup, pati bikin teksturnya lebih kental.
  • Di puding atau agar-agar, pati bikin teksturnya lebih padat dan enak dikunyah.
  • Di roti dan kue, pati bikin adonan lebih lembut dan gampang mengembang.

Menariknya, penelitian di Indonesia nunjukin kalau pati sagu yang dimodifikasi dengan cara gelatinisasi dan retrogradasi berulang ternyata punya fungsi yang beda-beda. Artinya, pati bisa diolah jadi banyak varian sesuai kebutuhan produk makanan.

Aplikasi Pati di Industri Pangan

Nggak cuma di dapur, di industri makanan pun pati punya peran besar. Misalnya, penelitian tentang pembuatan mi instan dari campuran tepung terigu dan kimpul termodifikasi menunjukkan kalau mi jadi lebih kenyal, teksturnya lebih oke, dan daya serap airnya meningkat.

Selain itu, jenis pati yang dipakai juga ngaruh banget. Studi tentang substitusi pati dari kentang, tapioka, dan jagung buat produk snack pilus nunjukin kalau tiap jenis pati punya efek beda, seperti tingkat kekerasan dan kadar minyak. Jadi bisa dibilang, tiap pati punya “keunikan” sendiri.

Nggak berhenti sampai di situ, penelitian lain juga menegaskan pentingnya memahami sifat fisikokimia tiap jenis pati. Misalnya pati ubi Banggai sebelum dipakai di industri. Ini membuktikan kalau pati lokal sebenarnya punya potensi besar buat dikembangkan.

Baca Juga :  Peran Guru Abad 21 dalam Membentuk Generasi Inovatif

Tantangan dan Inovasi

Selain urusan tekstur dan rasa, ternyata pati juga punya sisi kesehatan. Ada yang namanya pati resisten, yaitu jenis pati yang bertindak seperti serat pangan. Manfaatnya? Bisa jadi prebiotik yang bantu kesehatan usus. Industri makanan sekarang lagi gencar banget mengembangkan cara buat meningkatkan kandungan pati resisten ini, misalnya lewat fermentasi atau perlakuan khusus kayak autoclaving-cooling. Jadi, nggak heran kalau pati makin dilirik buat produk pangan fungsional.

Kesimpulan

Pati memang kelihatan sederhana, tapi perannya luar biasa. Nggak cuma bikin makanan lebih enak secara rasa dan tekstur, tapi juga bisa bantu daya simpan produk, memperbaiki kualitas sensorik, bahkan punya manfaat kesehatan.

Dengan terus adanya penelitian dan inovasi, khususnya lewat pemanfaatan pati lokal, Indonesia punya peluang besar buat mengoptimalkan pati sebagai salah satu kunci ketahanan pangan. Jadi, lain kali saat kamu makan roti atau mi instan, ingatlah bahwa ada “pahlawan diam-diam” bernama pati yang bikin semua itu jadi lebih nikmat.

Penulis : Gladys | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Probabilitas Prospek Kerja Terbaik bagi Mahasiswa Manajemen di Tengah Revolusi Industri Digital
Terkikisnya Norma Pendidikan Terhadap Anak Remaja di Era Digitalisasi
Peran Pendidikan Emosional dalam Membentuk Karakter Gen Alpha di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan
Pendidikan Karakter Berkualitas terhadap Upaya Pencegahan Bullying di Lingkungan Pendidikan
Pengaruh Kinerja Lingkungan dan Produktivitas terhadap Reputasi Publik pada Nilai Perusahaan
Tantangan Literasi Keuangan pada Generasi Muda dalam Menghadapi Perubahan Ekonomi Global
Urgensi Pengembangan Pendidikan Karakter pada Generasi Z dalam Perspektif Islam
Pengaruh Teman Sebaya terhadap Perilaku dan Motivasi Belajar Mahasiswa di Lingkup Perguruan Tinggi

Berita Terkait

Jumat, 9 Januari 2026 - 18:55 WIB

Probabilitas Prospek Kerja Terbaik bagi Mahasiswa Manajemen di Tengah Revolusi Industri Digital

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:10 WIB

Terkikisnya Norma Pendidikan Terhadap Anak Remaja di Era Digitalisasi

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:07 WIB

Peran Pendidikan Emosional dalam Membentuk Karakter Gen Alpha di Tengah Dominasi Kecerdasan Buatan

Kamis, 8 Januari 2026 - 23:00 WIB

Pendidikan Karakter Berkualitas terhadap Upaya Pencegahan Bullying di Lingkungan Pendidikan

Kamis, 8 Januari 2026 - 20:46 WIB

Tantangan Literasi Keuangan pada Generasi Muda dalam Menghadapi Perubahan Ekonomi Global

Berita Terbaru