Kreatif dan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN 144 UNS Ajak Kelompok Wanita Tani Olah Sampah Dapur Jadi POC

- Redaksi

Rabu, 18 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung memotong kecil sampah dapur untuk pembuatan pupuk organik cair (POC). Foto: Tim KKN 114 Desa Semagung, Bagelen, Purworejo

Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung memotong kecil sampah dapur untuk pembuatan pupuk organik cair (POC). Foto: Tim KKN 114 Desa Semagung, Bagelen, Purworejo

Purworejo, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) mengajak Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik cair (POC). Kegiatan ini digelar di Desa Semagung, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo, Jumat (23/1/2026) pukul 15.00 WIB, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan pangan berbasis rumah tangga.

Sosialisasi tersebut menyasar anggota KWT sebagai mitra utama pengelolaan sampah organik rumah tangga. Hadir dalam kegiatan itu Kepala Desa Semagung, Sunarno. Mahasiswa memaparkan materi menggunakan presentasi, dilanjutkan praktik langsung pembuatan POC dengan bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar.

Program ini berangkat dari persoalan sampah dapur yang belum tertangani optimal. Sisa sayuran dan buah kerap dibuang atau dibakar. Praktik tersebut tidak hanya menimbulkan pencemaran, tetapi juga berpotensi mengganggu kesehatan warga. Padahal, limbah organik rumah tangga memiliki nilai guna jika diolah secara tepat.

Baca Juga :  Menjaga Nasionalisme Generasi Muda di Tengah Arus Digital

Melalui pelatihan ini, mahasiswa memperkenalkan tahapan pembuatan POC, mulai dari pemilahan bahan organik, pencampuran dengan larutan pendukung, hingga proses fermentasi. Peserta juga mendapat penjelasan mengenai durasi fermentasi dan cara aplikasi pupuk pada tanaman pekarangan.

Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung praktik membuat pupuk organik cair (POC) menggunakan EM4 dan molase. Foto: Tim KKN 114 Desa Semagung, Bagelen, Purworejo
Anggota Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung praktik membuat pupuk organik cair (POC) menggunakan EM4 dan molase. Foto: Tim KKN 114 Desa Semagung, Bagelen, Purworejo

Respon peserta terbilang aktif. Anggota KWT terlibat dalam sesi diskusi dan praktik. Mereka menanyakan berbagai hal teknis, termasuk jenis sampah yang bisa digunakan. “Mbak, sampah yang terkena minyak apakah boleh dipakai untuk buat pupuk organik cair?” tanya Parinem, salah satu anggota KWT, saat sesi tanya jawab.

Pertanyaan itu dijawab dengan penjelasan mengenai pentingnya memilah bahan baku agar proses fermentasi berjalan optimal. Sampah organik yang tercampur minyak atau bahan anorganik perlu diseleksi untuk menjaga kualitas pupuk yang dihasilkan.

Baca Juga :  Membangun Semangat Belajar Anak Desa: Upaya Mahasiswa KKN UIN Walisongo di Tengah Tantangan Cuaca

Hasil praktik menunjukkan peserta mampu memproduksi POC secara mandiri. Produk tersebut dapat dimanfaatkan untuk menyuburkan tanaman sayur maupun tanaman buah di pekarangan rumah. Dengan demikian, limbah dapur yang sebelumnya tidak bernilai kini dapat mendukung produktivitas pertanian skala keluarga.

Selain meningkatkan keterampilan, kegiatan ini mendorong perubahan pola pikir warga terhadap pengelolaan sampah. Pendekatan berbasis praktik dinilai lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam keseharian.

Dokumentasi Kepala Desa Semagung, Kelompok KKN UNS dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung. Foto: Tim KKN 114 Desa Semagung, Bagelen, Purworejo
Dokumentasi Kepala Desa Semagung, Kelompok KKN UNS dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Desa Semagung. Foto: Tim KKN 114 Desa Semagung, Bagelen, Purworejo

Mahasiswa KKN berharap inisiatif ini berlanjut setelah masa pengabdian berakhir. Pemanfaatan pupuk organik cair secara konsisten diyakini dapat mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih bersih. Di sisi lain, langkah sederhana dari dapur rumah tangga ini diharapkan memperkuat fondasi pertanian berkelanjutan dan ketahanan pangan keluarga di Desa Semagung.

Penulis : Afra Hakimah | Universitas Sebelas Maret

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa
FKIP UNS Dorong Transformasi Pembelajaran Digital di SD melalui Pelatihan Guru Cilacap Utara

Berita Terkait

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Kamis, 2 Juli 2026 - 10:14 WIB

Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa

Berita Terbaru