Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk

- Redaksi

Selasa, 17 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk tiba di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, untuk menghadiri penutupan Safari Ramadan, Senin (16/3/2026). Foto: Pribadi

Bupati dan jajaran Forkopimda Kabupaten Nganjuk tiba di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, untuk menghadiri penutupan Safari Ramadan, Senin (16/3/2026). Foto: Pribadi

Nganjuk, Sorotnesia.com – Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, menjadi lokasi penutupan rangkaian Safari Ramadan yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nganjuk. Kegiatan yang digelar menjelang akhir bulan suci ini dihadiri langsung oleh Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi, Wakil Bupati Tri Handy Saputra, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Senin (16/3/2026).

Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi menjelaskan, pelaksanaan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk tahun ini menjangkau seluruh kecamatan di wilayahnya. Awalnya, kegiatan direncanakan berlangsung di 20 kecamatan. Namun, pemerintah menambah satu titik di Kecamatan Kertosono, sehingga total kegiatan digelar di 21 lokasi.

Menurut Marhaen, kegiatan ini tidak sekadar agenda seremonial, melainkan memiliki sejumlah tujuan strategis. Salah satunya adalah sebagai sarana sosialisasi program pemerintah daerah agar masyarakat memahami arah kebijakan yang telah dan akan dijalankan.

“Kami menyampaikan sosialisasi program pemerintah supaya masyarakat tahu persis apa yang sudah kami lakukan dan apa yang akan kami lakukan ke depan,” ujar Marhaen.

Selain itu, kegiatan ini juga dimanfaatkan sebagai ruang dialog untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung, termasuk dari kalangan pondok pesantren. Melalui interaksi tersebut, pemerintah daerah diharapkan mampu merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan sesuai kebutuhan masyarakat.

“Di sinilah tempat untuk berdiskusi dan menyerap aspirasi masyarakat, agar pemerintah dan masyarakat, khususnya pondok pesantren, bisa saling selaras,” katanya.

Bupati Nganjuk bersama jajaran Forkopimda memimpin dialog dan tausiyah dalam kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Senin (16/3/2026). Foto: Pribadi
Bupati Nganjuk bersama jajaran Forkopimda memimpin dialog dan tausiyah dalam kegiatan Safari Ramadan di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono, Senin (16/3/2026). Foto: Pribadi

Marhaen menambahkan, Safari Ramadan juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai keagamaan sekaligus meningkatkan ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa. Di sisi lain, kegiatan ini turut mempererat hubungan antara pemerintah daerah dengan lembaga keagamaan.

Baca Juga :  Seminar Kesehatan Mental dari KKN-T UNDIP, Sentuh Isu yang Sering Terlupakan Pasien Kronis

Ia mengapresiasi peran pondok pesantren yang dinilai memiliki kontribusi besar dalam pembinaan spiritual dan karakter generasi muda. Menurutnya, pendidikan di pesantren menjadi pelengkap penting bagi pendidikan formal.

“Pendidikan umum memberikan ilmu pengetahuan, sedangkan di pondok pesantren anak-anak mendapatkan pendidikan karakter dan tradisi keagamaan. Jika keduanya berjalan seiring, maka cita-cita membentuk SDM berkualitas bisa terwujud,” ujarnya.

Lebih jauh, Marhaen menilai silaturahmi antara pemerintah dan masyarakat merupakan fondasi penting dalam membangun kebersamaan. Ia menekankan bahwa hubungan yang harmonis akan berdampak pada terciptanya keberkahan dalam pembangunan daerah.

Dalam kegiatan tersebut, Pemkab Nganjuk juga menghadirkan berbagai layanan publik secara langsung. Di antaranya adalah layanan kesehatan gratis serta pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil).

Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah kepada warga dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Foto: Pribadi
Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah kepada warga dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Foto: Pribadi
Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah kepada warga dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Foto: Pribadi
Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah kepada warga dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Foto: Pribadi
Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah kepada warga dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Foto: Pribadi
Petugas kesehatan memberikan layanan pemeriksaan tekanan darah kepada warga dalam kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Kertosono. Foto: Pribadi

Langkah ini, menurut Marhaen, merupakan bagian dari upaya mendekatkan pelayanan kepada masyarakat. Terlebih, saat ini Kabupaten Nganjuk telah mencapai status Universal Health Coverage (UHC), di mana seluruh masyarakat telah terdaftar dalam program BPJS Kesehatan.

“Di Nganjuk saat ini sudah UHC. Seluruh masyarakat sudah diasuransikan melalui BPJS Kesehatan. Namun, kami tetap menghadirkan pelayanan kesehatan dan dukcapil agar masyarakat lebih mudah mengakses layanan, seperti pengurusan KTP maupun KK,” jelasnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Al Ubaidah, Habib Ubaidillah Al Hasany, menyambut baik pelaksanaan kegiatan tersebut di lingkungan pesantren yang dipimpinnya. Ia menyebut, Safari Ramadan telah menjadi tradisi tahunan yang dinantikan oleh masyarakat dan santri.

Baca Juga :  Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNS dan DLH Pacitan Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Sanggrahan

“Tahun ini kami merasa sangat senang dan bangga karena dihadiri langsung oleh orang nomor satu dan nomor dua di Kabupaten Nganjuk beserta jajaran pejabat lainnya,” ujarnya.

Habib Ubaidillah menilai kehadiran pemerintah daerah menjadi momentum penting dalam memperkuat sinergi antara pesantren dan pemerintah. Ia menegaskan bahwa pesantren tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.

“Kami tidak berdiri sendiri. Apa pun yang kami miliki akan terasa kecil jika tidak didukung oleh komponen lain, khususnya pemerintah setempat,” katanya.

Ia berharap kolaborasi yang terjalin dapat semakin memperkuat peran pesantren dalam mencetak generasi santri yang tidak hanya unggul secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, kegiatan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk membawa manfaat nyata, baik bagi santri maupun masyarakat sekitar. Selain mempererat ukhuwah, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran kebangsaan di kalangan santri.

“Kegiatan ini menumbuhkan rasa kebangsaan yang tinggi dan ukhuwah yang kuat. Para santri memahami bahwa Indonesia adalah negaranya dan harus didukung sepenuhnya,” tuturnya.

Habib Ubaidillah berharap berbagai program pemerintah yang disosialisasikan melalui kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan keberkahan bagi masyarakat, khususnya kalangan santri di Kabupaten Nganjuk.

Dengan berakhirnya rangkaian kegiatan di Pondok Pesantren Al Ubaidah, Pemkab Nganjuk menutup pelaksanaan Safari Ramadan tahun ini dengan harapan sinergi antara pemerintah dan masyarakat semakin kuat, serta mampu mendorong pembangunan daerah yang inklusif dan berkelanjutan.


Penulis : Fiki

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN 74 UNS Dorong Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga di Desa Gunungsari Magelang
Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNS dan DLH Pacitan Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Sanggrahan
KUHP Baru dan Persoalan Poligami serta Nikah Siri
Rahasia Jelly Kenyal: Peran Gelatinisasi di Balik Teksturnya
Kenapa Makan Sayur Itu Penting? Peran Serat dalam Hidup Kita
Bikin Penasaran! Aan Doang Bocorkan ‘Kisah Tanpa Jeda’, Mini Album Perdana Penuh Kejutan
Pendidikan di Era Digital: Mengutamakan Literasi Digital sebagai Fondasi Utama
Pelatihan Pembuatan Sabun Alami: Wujudkan Kehidupan Ramah Lingkungan

Berita Terkait

Selasa, 17 Maret 2026 - 13:52 WIB

Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan Pemkab Nganjuk

Senin, 9 Maret 2026 - 10:35 WIB

Mahasiswa KKN 74 UNS Dorong Literasi Keuangan Ibu Rumah Tangga di Desa Gunungsari Magelang

Jumat, 27 Februari 2026 - 16:47 WIB

Kolaborasi Mahasiswa KKN-T UNS dan DLH Pacitan Edukasi Pengelolaan Sampah di Desa Sanggrahan

Rabu, 14 Januari 2026 - 12:57 WIB

KUHP Baru dan Persoalan Poligami serta Nikah Siri

Senin, 6 Oktober 2025 - 16:20 WIB

Rahasia Jelly Kenyal: Peran Gelatinisasi di Balik Teksturnya

Berita Terbaru