Magelang, Sorotnesia.com – Upaya meningkatkan perekonomian desa melalui sektor pariwisata terus dilakukan berbagai pihak, termasuk generasi muda di tingkat desa. Langkah tersebut terlihat dalam kegiatan yang digagas Kelompok 81 Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) bersama pemuda Desa Seloprojo, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang.
Kegiatan bertajuk “Sinergi Pemuda Desa Seloprojo dalam Branding Pariwisata sebagai Strategi Penguatan Ekonomi Masyarakat” itu digelar pada Jumat, 13 Februari 2026. Program ini menjadi salah satu upaya mendorong promosi potensi wisata desa sekaligus memperkuat peran generasi muda dalam pengembangan ekonomi lokal berbasis pariwisata.
Selain itu, kegiatan ini juga selaras dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada tujuan yang mendorong pertumbuhan ekonomi berkelanjutan serta penciptaan peluang kerja bagi masyarakat di tingkat lokal.
Latar belakang kegiatan tersebut berangkat dari potensi wisata alam yang dimiliki Desa Seloprojo, terutama Air Terjun Seloprojo. Destinasi ini dikenal memiliki panorama alam yang asri dan menarik bagi wisatawan. Namun hingga kini, potensi tersebut dinilai belum dipromosikan secara optimal kepada publik.
Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN UNS mengajak para pemuda desa untuk terlibat langsung dalam pengembangan promosi wisata melalui pendekatan kreatif berbasis media digital. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat citra pariwisata desa sekaligus memperluas jangkauan informasi kepada masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pelatihan dasar desain grafis yang diikuti oleh pemuda dan pemudi Desa Seloprojo. Dalam sesi ini, peserta diperkenalkan pada berbagai prinsip dasar desain, mulai dari pengaturan tata letak, keseimbangan visual, hingga pemanfaatan ruang kosong atau white space agar tampilan desain lebih komunikatif dan menarik.
Materi pelatihan disusun untuk membantu peserta memahami cara membuat konten visual yang efektif, khususnya untuk kebutuhan promosi di media sosial. Melalui pelatihan tersebut, para peserta diharapkan dapat menguasai dasar-dasar desain grafis sehingga mampu memproduksi konten promosi secara mandiri.
Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Para peserta diminta membuat desain promosi digital untuk memperkenalkan Air Terjun Seloprojo kepada calon wisatawan.
Dalam praktik ini, peserta menyusun poster digital yang menampilkan panorama alam air terjun, informasi lokasi, serta sejumlah keterangan penting yang dapat menarik minat pengunjung. Proses pembuatan konten dilakukan secara kolaboratif sehingga peserta dapat saling bertukar ide sekaligus meningkatkan kualitas desain yang dihasilkan.
Tahap selanjutnya adalah publikasi konten promosi melalui media sosial. Konten yang telah dibuat direncanakan dipublikasikan melalui kolaborasi unggahan dengan akun Instagram lokal @magelang, yang memiliki sekitar 282 ribu pengikut.

Melalui strategi ini, promosi wisata desa diharapkan dapat menjangkau audiens yang lebih luas. Kehadiran media sosial dinilai menjadi sarana efektif dalam memperkenalkan destinasi wisata lokal kepada masyarakat, khususnya generasi muda yang aktif di platform digital.
Tidak hanya memberikan keterampilan teknis dalam bidang desain grafis, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran para pemuda desa bahwa kreativitas digital dapat menjadi salah satu strategi dalam mendukung pengembangan ekonomi lokal.
Dengan meningkatnya kualitas promosi wisata, jumlah kunjungan wisatawan diharapkan turut meningkat. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar, mulai dari pedagang lokal, penyedia jasa transportasi wisata, hingga pengelola fasilitas pendukung lainnya.
Program ini sekaligus menjadi contoh kolaborasi antara mahasiswa dan masyarakat dalam mengembangkan potensi desa secara berkelanjutan. Keterlibatan aktif pemuda desa sebagai penggerak utama diharapkan mampu memperkuat branding pariwisata desa sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat Desa Seloprojo.
Penulis : Mahasiswa KKN 81 UNS
Editor : Fadli Akbar









