Inovasi Briket Kotoran Sapi, Solusi Limbah dan Energi Alternatif di Dusun Pringwulung

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses pembuatan briket dengan memanfaatkan kotoran sapi. Foto: Pribadi

Proses pembuatan briket dengan memanfaatkan kotoran sapi. Foto: Pribadi

Mojokerto, Sorotnesia.com – Permasalahan limbah peternakan masih menjadi tantangan di banyak wilayah pedesaan. Di Dusun Pringwulung, Desa Bendungan Jati, Kabupaten Mojokerto, kotoran sapi yang dihasilkan dari aktivitas peternakan warga kerap menumpuk dan menimbulkan persoalan lingkungan. Bau menyengat, potensi pencemaran tanah dan air, serta risiko gangguan kesehatan menjadi keluhan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Merespon kondisi tersebut, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya menginisiasi program pengelolaan limbah kotoran sapi berbasis teknologi tepat guna. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan sejak Januari 2026 dengan pendampingan dosen pembimbing, Dr. Tan Evan Tandiyono.

Fokus utama kegiatan ini adalah pemanfaatan kotoran sapi menjadi briket biomassa melalui proses pirolisis. Mahasiswa memperkenalkan penggunaan tungku pirolisis sederhana yang dirancang khusus agar mudah diterapkan oleh masyarakat desa. Melalui proses pemanasan tanpa oksigen, kotoran sapi dikarbonisasi hingga menghasilkan arang atau biochar. Selanjutnya, arang tersebut dicetak menjadi briket sebagai bahan bakar alternatif.

Baca Juga :  Mahasiswa Kukerta MBKM UNRI Beri Sentuhan Baru Tugu Selamat Datang di Tanjung Kuras, Tingkatkan Potensi Wisata dan Kebersamaan Warga

Briket yang dihasilkan memiliki karakteristik pembakaran yang stabil dengan tingkat asap relatif rendah. Kondisi ini membuatnya lebih ramah lingkungan dibandingkan kayu bakar konvensional, sekaligus aman digunakan untuk kebutuhan rumah tangga.

Keunggulan teknologi ini terletak pada desain alat yang sederhana dan biaya pembuatan yang terjangkau. Tungku pirolisis dibuat dari bahan-bahan yang mudah diperoleh, seperti drum atau kaleng bekas yang dipadukan dengan rangka besi sederhana. Proses pengoperasiannya tidak memerlukan listrik, sehingga memungkinkan warga untuk menggunakannya secara mandiri dan berkelanjutan.

Dari sisi lingkungan, program ini membantu mengurangi penumpukan limbah kotoran sapi serta meningkatkan kebersihan area kandang ternak. Pengolahan limbah juga menekan potensi pencemaran tanah dan air yang selama ini menjadi kekhawatiran warga. Sementara dari aspek ekonomi, briket biomassa dapat dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif yang lebih hemat, sekaligus mengurangi ketergantungan masyarakat terhadap LPG dan kayu bakar.

Baca Juga :  Inovasi Tungku Pirolisis Ubah Limbah Kotoran Sapi Jadi Energi Alternatif di Mojokerto

Sebagai upaya keberlanjutan, mahasiswa KKN bersama warga membentuk Kelompok Usaha Bersama (KUB) yang bertugas mengelola produksi dan distribusi briket. Kelompok ini menargetkan produksi sekitar 50 hingga 75 kilogram briket per pekan. Ke depan, produk tersebut diharapkan dapat dikembangkan sebagai komoditas unggulan desa yang bernilai ekonomi dan berwawasan lingkungan.

Melalui program ini, mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya tidak hanya menawarkan solusi teknis atas persoalan limbah, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat desa. Inisiatif ini diharapkan dapat terus berlanjut dan memberikan manfaat jangka panjang bagi warga Dusun Pringwulung, bahkan setelah masa KKN berakhir.

Penulis : Fitrah Yunanda | Program Studi Teknik Industri | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN-PPM UMBY 2026 Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pasang Jaring Penutup Talang Air di Dusun Ngepoh Kidul
Mahasiswa KKN UMBY Dorong Inovasi “Sambal Dakawu”, Upaya Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tani di Magelang
Prediksi Rilis Samsung Galaxy A57 di Indonesia: Antara Antisipasi dan Realitas Pasar
Tim KKN-Tematik UNDIP Bangun Sistem Pemetaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Bencana Desa Gulon
Lewat Sosialisasi Interaktif, KKN Untidar Ajak Siswa SD Tolak Bullying
Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Dorong Inovasi dan Digitalisasi UMKM Tas Anyaman di Dusun Mungkut
Mahasiswa Teknik Industri UNTAG Surabaya Terapkan Ilmu Produksi dalam Pelatihan Olahan Ubi di Mojokerto
Bersama Warga Desa Bendunganjati, Mahasiswa UNTAG Surabaya Jalani Pengabdian KKN di Pacet Mojokerto

Berita Terkait

Jumat, 13 Februari 2026 - 16:37 WIB

Mahasiswa KKN-PPM UMBY 2026 Tindak Lanjuti Keluhan Warga, Pasang Jaring Penutup Talang Air di Dusun Ngepoh Kidul

Rabu, 11 Februari 2026 - 23:23 WIB

Mahasiswa KKN UMBY Dorong Inovasi “Sambal Dakawu”, Upaya Tingkatkan Nilai Jual Hasil Tani di Magelang

Selasa, 10 Februari 2026 - 14:23 WIB

Prediksi Rilis Samsung Galaxy A57 di Indonesia: Antara Antisipasi dan Realitas Pasar

Senin, 9 Februari 2026 - 13:49 WIB

Tim KKN-Tematik UNDIP Bangun Sistem Pemetaan Digital untuk Perkuat Ketahanan Bencana Desa Gulon

Selasa, 27 Januari 2026 - 18:31 WIB

Lewat Sosialisasi Interaktif, KKN Untidar Ajak Siswa SD Tolak Bullying

Berita Terbaru