PKK Desa Kagokan Jadi Garda Depan Pengelolaan Limbah Rumah Tangga Lewat Program AROMA Mahasiswa KKN UNS

- Redaksi

Sabtu, 6 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi bersama Tim PKK Desa Kagokan. Foto: KKN 320 UNS

Dokumentasi bersama Tim PKK Desa Kagokan. Foto: KKN 320 UNS

Sukoharjo, Krajan.id – Masalah penumpukan limbah organik rumah tangga masih menjadi pekerjaan rumah di banyak wilayah. Mayoritas sampah yang seharusnya bisa dimanfaatkan justru berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) yang sudah penuh sesak. Namun, Desa Kagokan, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo, kini mulai bergerak mencari solusi dengan menggandeng mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS).

Melalui program bertajuk AROMA (Aksi Rumah Olah Material Organik), mahasiswa KKN UNS kelompok 320 menginisiasi sosialisasi dan pelatihan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) yang digelar pada Senin, 28 Juli 2025, di Aula Balai Desa Kagokan.

Program ini menggugah kesadaran warga, terutama para ibu-ibu PKK, untuk mengubah cara pandang terhadap limbah rumah tangga dari yang awalnya dianggap beban menjadi sumber daya bernilai tinggi.

Permasalahan limbah organik sebenarnya tidak hanya berdampak pada kebersihan lingkungan, tetapi juga pada kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan konsep waste to resource, program AROMA hadir untuk mengedukasi masyarakat agar bisa mengelola sampah organik menjadi produk bermanfaat.

Ketua Tim PKK Desa Kagokan, Anik Mardiyani, mengungkapkan rasa antusiasme dan apresiasinya.
“Kami sangat senang dengan adanya sosialisasi ini. Wawasan kami terbuka bahwa limbah rumah tangga bisa diolah menjadi pupuk organik cair. Saya berharap ibu-ibu PKK tidak hanya mendapatkan ilmu baru, tapi juga solusi nyata untuk mengatasi masalah sampah di rumah tangga sekaligus menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi tanaman,” ujarnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNIMAL Kelompok 164 Bangun Gapura Selamat Datang, Wujud Identitas dan Kebanggaan Desa Meucat
Penyampaian materi sosialisasi mengenai POC kepada peserta. Foto: KKN 320 UNS
Penyampaian materi sosialisasi mengenai POC kepada peserta. Foto: KKN 320 UNS

Kegiatan dimulai dengan pemaparan materi mengenai dampak buruk limbah organik yang tidak terkelola, keunggulan POC dibanding pupuk kimia, hingga teknologi sederhana yang bisa diterapkan masyarakat. Setelah itu, peserta diberi kesempatan praktik langsung membuat POC.

Mereka diajak mengikuti setiap tahapan mulai dari persiapan bahan baku, pencampuran, proses fermentasi, hingga cara mengaplikasikan POC pada tanaman. Metode ini membuat masyarakat tidak sekadar menjadi pendengar, melainkan juga pelaku langsung dalam proses pengolahan limbah.

Sesi Demonstrasi langsung pembuatan POC. Foto: KKN 320 UNS
Sesi Demonstrasi langsung pembuatan POC. Foto: KKN 320 UNS

Sebagai bentuk keberlanjutan program, mahasiswa KKN UNS menyerahkan dua unit komposter beserta bahan pendukungnya. Paket tersebut dilengkapi EM4 sebagai aktivator, tetes tebu (molasses) sebagai sumber karbon, sekam bakar sebagai media, aerator, serta limfol untuk mengoptimalkan fermentasi. Harapannya, perangkat ini menjadi proyek percontohan agar keluarga lain bisa menirunya di rumah masing-masing.

Program AROMA tidak sekadar mengurangi volume sampah organik yang dibuang ke TPA, tetapi juga membuka peluang ekonomi kreatif. Produk POC yang dihasilkan tidak hanya bisa digunakan sendiri, melainkan juga berpotensi dipasarkan sebagai produk ramah lingkungan.

Baca Juga :  Jejak Kolaborasi KKN UNS 335: Mendorong Desa Tangguh dari Ekonomi, Pendidikan, hingga Kesehatan
Peserta Tim Penggerak PKK Desa Kagokan. Foto: KKN 320 UNS
Peserta Tim Penggerak PKK Desa Kagokan. Foto: KKN 320 UNS

Selain itu, kegiatan ini memperkuat peran PKK sebagai agen perubahan. Dengan keterlibatan aktif perempuan, Desa Kagokan memiliki motor penggerak yang konsisten dalam mengedukasi masyarakat sekaligus mengawal praktik keberlanjutan lingkungan.

“PKK di sini bukan hanya organisasi pendamping, tetapi garda depan yang mampu membawa perubahan. Dengan dukungan mahasiswa, masyarakat bisa belajar cara baru memandang limbah,” kata salah satu mahasiswa KKN UNS yang terlibat dalam kegiatan ini.

Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan PKK memberi gambaran jelas bahwa solusi pengelolaan limbah harus dimulai dari level rumah tangga. Dengan memanfaatkan teknologi sederhana, warga tidak hanya menjaga kebersihan lingkungan, tetapi juga turut mendukung visi pertanian berkelanjutan yang mengurangi ketergantungan pada pupuk kimia.

Ke depan, Desa Kagokan diharapkan menjadi contoh desa mandiri dalam mengelola limbah organik. Jika konsistensi ini terjaga, tidak menutup kemungkinan program AROMA bisa direplikasi di desa-desa lain di Sukoharjo bahkan lebih luas lagi.

Penulis : Wandha Nur Lathifah | Universitas Sebelas Maret

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Berita Terbaru

Keterasingan emosional dalam hubungan menjadi tema utama yang diangkat Armijn Pane dalam novel Belenggu. Sumber: Pinterest

Narasi+

Mengapa Belenggu Masih Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita?

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:46 WIB