Hanjeli: Superfood Lokal yang Bisa Jadi Pengganti Nasi

- Redaksi

Jumat, 3 Oktober 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tanaman hanjeli yang tumbuh subur di dataran tinggi mulai dilirik sebagai alternatif pengganti beras. Sumber: sinday.id

Tanaman hanjeli yang tumbuh subur di dataran tinggi mulai dilirik sebagai alternatif pengganti beras. Sumber: sinday.id

Kalau ngomongin makanan pokok, orang Indonesia pasti langsung kepikiran sama nasi. Rasanya kalau sehari nggak makan nasi itu kayak belum makan. Padahal, ada banyak sumber karbohidrat lain yang bisa bikin perut kenyang dan badan tetap bertenaga. Nah, salah satu yang lagi mulai dilirik adalah hanjeli, tanaman serealia lokal yang ternyata punya segudang manfaat.

Buat yang belum tahu, karbohidrat itu salah satu zat gizi penting yang harus dipenuhi tubuh setiap hari. Gizi ini masuk kategori makro alias harus dikonsumsi dalam jumlah banyak. Fungsi utamanya? Jadi bahan bakar utama buat tubuh kita biar bisa beraktivitas dengan optimal.

Biasanya, orang Indonesia mengandalkan nasi, jagung, singkong, atau ubi buat sumber karbohidrat (Siregar, 2014). Tapi ternyata, hanjeli juga bisa jadi opsi yang nggak kalah keren.

Hanjeli sendiri adalah tanaman serealia yang bisa tumbuh subur di dataran tinggi. Tanamannya punya daun berbentuk pita dengan tinggi sekitar 1–3 meter. Kalau udah cukup umur, hanjeli menghasilkan biji yang bisa langsung dikonsumsi.

Asalnya dari Cina, tapi sekarang banyak dibudidayakan di Asia, termasuk Indonesia. Daerah Jawa Barat seperti Kabupaten Kuningan, Sumedang, dan Bandung Barat jadi pusat penghasil hanjeli di tanah air.

Kenapa hanjeli dianggap spesial? Menurut penelitian, bijinya mengandung karbohidrat lebih dari 70% (Nurmala, 2011). Mayoritas kandungannya berupa polisakarida atau pati (Zhu, 2017), yaitu jenis karbohidrat yang paling efektif menghasilkan energi. Jadi, hanjeli bisa banget jadi alternatif makanan pokok selain nasi, bahkan bikin kenyang lebih lama.

Baca Juga :  Peran Guru Abad 21 dalam Membentuk Generasi Inovatif

Selain kandungan karbohidrat yang tinggi, hanjeli juga punya bonus tambahan berupa serat yang baik buat pencernaan. Menariknya lagi, penelitian terbaru bilang kalau hanjeli bisa membantu menurunkan kadar kolesterol darah (Mayasari, dkk., 2023).

Biji hanjeli juga kaya dengan senyawa aktif seperti polifenol, fitosterol, karotenoid, spiroenon, sampai laktam. Kombinasi ini bikin hanjeli nggak cuma jadi sumber makanan, tapi juga punya potensi sebagai bahan alami untuk kesehatan dan obat-obatan. Jadi, bisa dibilang hanjeli itu paket lengkap: bikin kenyang sekaligus menyehatkan.

Nah, kalau soal olahan, hanjeli juga fleksibel banget. Di beberapa daerah Indonesia, hanjeli sering diolah jadi bubur. Teksturnya kental, kenyal, dan masih ada biji-bijinya, mirip sama bubur kacang hijau. Rasanya cukup unik dan pastinya bikin penasaran buat yang baru pertama kali coba (Mayasari, dkk., 2023).

Lebih seru lagi, sekarang udah ada teknologi yang bisa bikin hanjeli jadi tepung. Dari tepung ini, hanjeli bisa diolah jadi makanan modern seperti cookies, roti tawar, bahkan kue kekinian (Syahputri dan Wardhani, 2015).

Baca Juga :  Islam Menjunjung Tinggi Kesetaraan Gender

Dengan segala potensi ini, hanjeli bisa banget jadi salah satu jawaban buat masalah ketergantungan Indonesia sama beras. Bayangin aja, kalau anak muda mulai melirik hanjeli, selain lebih sehat, kita juga ikut bantu ngangkat kekayaan pangan lokal. Jadi, lain kali kalau dengar kata hanjeli, jangan ragu buat nyobain. Siapa tahu, bisa jadi sahabat baru buat perut dan kesehatan kita.

Daftar Pustaka

  • Siregar, N. S. 2014. Kabohidrat. Jurnal Ilmu Keolahragaan. Vol. 13(2): 38-44.
  • Nurmala, T. 2011. Potensi dan Prospek Pengembangan Hanjeli (Coix lacryma jobi L) sebagai Pangan Bergizi Kaya Lemak untuk Mendukung Diversifikasi Pangan Menuju Ketahanan Pangan Mandiri. Jurnal Pangan. Vol. 20(1).
  • Zhu, F. 2017. Coix: Chemical Composition and Health Effects. Trends Food Sci. Technol. Vol. 61: 160–175
  • Syahputri, D. A., dan Wardani, A. K. 2015. Pengaruh Fermentasi Jali Terhadap Karakteristik Cookies dan Roti Tawar. Vol. 3(3): 984-995.
  • Mayasari, I., Widyastuti, N., dan Yunita, P. 2023. Olahan Tepung Biji Hanjeli Sebagai Potensi Oleh Oleh Khas Desa Cageur, Kecamatan Darma, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat (Kembang Goyang Hanjeli, Kue Semprong Hanjeli, Opera Cake Hanjeli, dan Lidah Kucing Hanjeli). Experimen: IP Trisakti.


Penulis : Fikri Saptian R. S. | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Jakarta Barat Terombang-ambing: Banjir Berulang, Solusi Tak Kunjung Tuntas
Ketika Fatwa Syariah Masuk ke Ranah Konstitusi, Siapa yang Berwenang?
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran
Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Jakarta Barat Terombang-ambing: Banjir Berulang, Solusi Tak Kunjung Tuntas

Selasa, 29 September 2026 - 14:15 WIB

Ketika Fatwa Syariah Masuk ke Ranah Konstitusi, Siapa yang Berwenang?

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran

Berita Terbaru

Ilustrasi sawah dan industri

Opini

Karawang Makin Dipenuhi Pabrik, Bagaimana Nasib Sawahnya?

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:30 WIB