Sinergi Akademisi dan Inovasi Mahasiswa Dorong UMKM “Jajanan Bu Sri” Naik Kelas

- Redaksi

Rabu, 14 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tim mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya berfoto bersama pemilik UMKM “Jajanan Bu Sri” usai pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat. Foto: Pribadi

Tim mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya berfoto bersama pemilik UMKM “Jajanan Bu Sri” usai pelaksanaan program Pengabdian kepada Masyarakat. Foto: Pribadi

Mojokerto, Sorotnesia.com – Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) masih menjadi tulang punggung ekonomi kerakyatan, terutama di sektor kuliner. Namun, banyak pelaku usaha yang masih bertumpu pada pola operasional tradisional.

Fokus pada cita rasa kerap tidak diimbangi dengan perhatian terhadap aspek kemasan, keamanan pangan, dan identitas usaha. Kondisi itu ditemukan pada UMKM “Jajanan Bu Sri”, sebuah usaha kuliner rumahan yang memiliki potensi pasar, tetapi terkendala pada pengemasan yang konvensional.

Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat yang digagas Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, mahasiswa dan dosen melakukan pendampingan intensif untuk mendorong transformasi usaha tersebut. Pendampingan ini diarahkan pada modernisasi kemasan, peningkatan standar keamanan pangan, serta penguatan identitas merek agar usaha lebih kompetitif.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Salah satu fokus utama program ini adalah perbaikan kemasan makanan. Selama ini, “Jajanan Bu Sri” menggunakan styrofoam dan kantong plastik sebagai wadah utama. Selain dinilai kurang ramah lingkungan, material tersebut berisiko terhadap kesehatan, terutama saat bersentuhan dengan makanan panas. Tim pengabdian mengganti seluruh kemasan makanan dengan paper bowl berbahan kertas alami yang telah berstandar food grade.

Baca Juga :  Magang di Balai Teknik Sabo, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air Kementerian Pekerjaan Umum Sleman

Penggunaan paper bowl dinilai lebih aman dan fungsional, khususnya untuk menu berkuah seperti seblak. Wadah baru ini lebih tahan panas, tidak mudah bocor, dan meningkatkan kenyamanan konsumen. Perubahan tersebut juga memberikan kesan usaha yang lebih higienis dan profesional.

Transformasi serupa dilakukan pada lini minuman. Gelas plastik tipis yang mudah penyok diganti dengan thinwall cup atau gelas injeksi yang lebih kokoh dan transparan. Selain memperkuat tampilan visual produk, gelas ini memungkinkan konsumen melihat warna minuman dengan lebih jelas, sehingga tampak lebih segar dan menarik. Wadah tersebut juga dapat digunakan ulang, sehingga memiliki nilai tambah dari sisi keberlanjutan.

Baca Juga :  Kolaborasi KORMI dan KKN UIN Walisongo: Senam Aerobik Tingkatkan Kesehatan dan Kebersamaan di Desa Sriwulan

Pendampingan tidak berhenti pada aspek fisik produk. Tim pengabdian juga membantu memperkuat identitas visual usaha melalui penambahan stiker logo pada setiap kemasan. Logo tersebut dilengkapi slogan “Harga Siswa, Rasa Istimewa” serta informasi kontak pemesanan. Langkah ini bertujuan membangun citra usaha yang lebih mudah dikenali dan siap bersaing, terutama di tengah meningkatnya pemasaran berbasis digital.

Sebagai bagian dari keberlanjutan program, tim pengabdian menyusun buku panduan standar operasional prosedur (SOP) yang mencakup pengemasan, penyajian, dan kebersihan produk. SOP ini diharapkan menjadi acuan agar kualitas produk tetap konsisten.

Kolaborasi antara UMKM “Jajanan Bu Sri” dan Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya ini menunjukkan bahwa pendampingan akademik yang tepat sasaran mampu menjadi katalis bagi UMKM untuk naik kelas. Inovasi kemasan dan penguatan branding terbukti membuka peluang bagi usaha lokal untuk menjangkau pasar yang lebih luas.

Penulis : Muhammad Gilbran Bintang Saputra, Ryan Giggs, Dimas Feran V, Muhammad Dwi R, dan Fernandi Tri H | UNTAG

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNTAG Surabaya Jalani KKN di Desa Bendunganjati, Mojokerto
Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Kembangkan Rapelan untuk Atasi Serangan Serangga di Peternakan Sapi Perah
Hilirisasi Ubi di Pacet, Mahasiswa KKN Dorong UMKM Desa Lepas dari Ketergantungan Pengepul
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Sebut sebagai Terobosan Pengentasan Kemiskinan
Inovasi KKN UNTAG Surabaya Dorong Efisiensi Produksi UMKM Pisang di Pacet Mojokerto
Inovasi Briket dari Kotoran Sapi, Solusi Limbah Peternakan di Pringwulung
Inovasi Briket Kotoran Sapi di Pringwulung, Mojokerto
Konservasi Lahan melalui Pemanfaatan Lahan Marginal sebagai Apotek Hidup di Kelurahan Gerung Selatan Kecamatan Gerung Kabupaten Lombok Barat

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 11:27 WIB

Mahasiswa UNTAG Surabaya Jalani KKN di Desa Bendunganjati, Mojokerto

Kamis, 15 Januari 2026 - 23:57 WIB

Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Kembangkan Rapelan untuk Atasi Serangan Serangga di Peternakan Sapi Perah

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:54 WIB

Hilirisasi Ubi di Pacet, Mahasiswa KKN Dorong UMKM Desa Lepas dari Ketergantungan Pengepul

Rabu, 14 Januari 2026 - 22:29 WIB

Inovasi KKN UNTAG Surabaya Dorong Efisiensi Produksi UMKM Pisang di Pacet Mojokerto

Rabu, 14 Januari 2026 - 18:45 WIB

Inovasi Briket dari Kotoran Sapi, Solusi Limbah Peternakan di Pringwulung

Berita Terbaru