Mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100 Latih Warga Desa Sanggrahan Olah Minyak Jelantah Jadi Lilin Aromaterapi Kopi

- Redaksi

Jumat, 27 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Praktik pembuatan lilin aromaterapi beraroma kopi dari minyak jelantah oleh peserta pelatihan. Foto: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100

Praktik pembuatan lilin aromaterapi beraroma kopi dari minyak jelantah oleh peserta pelatihan. Foto: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100

Pacitan, Sorotnesia.com – Mahasiswa KKN-T Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 100 Periode Januari–Februari 2026 menggelar pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan dasar minyak jelantah di Balai Desa Sanggrahan, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Pacitan, Minggu (1/2/2026). Kegiatan ini diikuti 50 ibu perwakilan dari tujuh dusun: Mujing, Krajan, Kradenan, Jetis, Ngaren, Karang Tengah, dan Tanggung.

Program bertajuk “Tim Sanggrahan Berkelanjutan” tersebut dirancang sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pengelolaan limbah rumah tangga, sekaligus membuka peluang usaha kreatif berbasis potensi lokal. Pelatihan tidak hanya menekankan aspek keterampilan teknis, tetapi juga edukasi kesehatan dan lingkungan.

Pada sesi awal, mahasiswa memaparkan dampak penggunaan minyak jelantah secara berulang. Minyak goreng yang dipanaskan berkali-kali mengalami oksidasi dan degradasi kimia. Proses itu dapat menghasilkan senyawa berbahaya, termasuk radikal bebas yang memicu stres oksidatif dalam tubuh. Jika dikonsumsi dalam jangka panjang, senyawa tersebut berisiko menyebabkan kerusakan sel dan meningkatkan potensi gangguan kesehatan.

Selain dampak kesehatan, peserta juga mendapat penjelasan mengenai bahaya pembuangan minyak jelantah ke saluran air. Limbah ini dapat menyumbat drainase, mencemari tanah dan perairan, serta mengganggu keseimbangan ekosistem. Karena itu, pemanfaatan kembali minyak jelantah menjadi produk nonkonsumsi dinilai sebagai solusi yang lebih aman dan bernilai tambah.

Ketua pelaksana program kerja, Serly Putri Rahmawati, mengatakan pelatihan ini dirancang untuk memberikan alternatif pemanfaatan limbah rumah tangga. “Kami ingin masyarakat tidak lagi membuang minyak jelantah sembarangan atau menggunakannya kembali untuk memasak. Melalui pelatihan ini, limbah tersebut bisa diolah menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual,” ujarnya.

Baca Juga :  KKN GIAT 12 UNNES Gelar Sosialisasi dan Simulasi Kesiapsiagaan Bencana di Desa Pagersari

Menariknya, lilin yang diproduksi menggunakan aroma kopi lokal Desa Sanggrahan. Desa ini memiliki produk kopi dari kelompok tani setempat dengan merek Doeng Waroe. Kopi tersebut dikenal memiliki cita rasa khas dan menjadi salah satu potensi unggulan desa.

Aroma kopi dipilih bukan tanpa alasan. Selain memberi efek relaksasi, aroma tersebut juga memiliki daya tarik pasar yang cukup kuat. Penggunaan kopi lokal dalam lilin aromaterapi sekaligus menjadi strategi promosi tidak langsung terhadap produk unggulan desa. Dengan demikian, pelatihan ini mengintegrasikan pengelolaan limbah dan penguatan identitas produk lokal.

Praktik pembuatan lilin aromaterapi beraroma kopi dari minyak jelantah oleh peserta pelatihan. Foto: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100
Praktik pembuatan lilin aromaterapi beraroma kopi dari minyak jelantah oleh peserta pelatihan. Foto: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan lilin. Peserta mengikuti tahapan secara runtut, mulai dari penyaringan minyak untuk memastikan kebersihan bahan, penambahan bleaching earth guna menjernihkan dan mengurangi bau meski minyak yang telah dijernihkan tetap tidak layak konsumsi hingga pencampuran dengan parafin.

Selanjutnya, peserta menambahkan aroma kopi dari bubuk kopi Doeng Waroe, lalu menuangkan campuran ke dalam cetakan. Tahap akhir berupa proses pendinginan dan pelabelan produk. Metode praktik langsung dipilih agar peserta memahami seluruh proses produksi secara komprehensif dan dapat mempraktikkannya kembali secara mandiri.

Baca Juga :  Mahasiswa UNTAG Surabaya Jalani KKN di Desa Bendunganjati, Mojokerto

Setiap peserta memperoleh leaflet berisi panduan pembuatan lilin aromaterapi, satu produk hasil praktik, serta penjelasan mengenai potensi pengembangan usaha rumahan. Antusiasme terlihat dari banyaknya pertanyaan seputar ketersediaan bahan, estimasi biaya produksi, hingga peluang pemasaran.

Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Djoko Nugroho, S.Pd., M.Or., menilai kegiatan ini sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan. Program tersebut mendukung implementasi SDGs 12 tentang konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab serta SDGs 8 mengenai pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi.

Foto bersama peserta dan mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100. Foto: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100
Foto bersama peserta dan mahasiswa KKN-T UNS Kelompok 100. Foto: Dokumentasi Pribadi KKN-T UNS Kelompok 100

Melalui pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, masyarakat didorong menerapkan prinsip reduce, reuse, dan recycle dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, keterampilan baru yang diperoleh berpotensi dikembangkan menjadi usaha mikro berbasis rumah tangga.

Bagi warga Desa Sanggrahan, pelatihan ini bukan sekadar kegiatan seremonial. Program tersebut menjadi ruang belajar bersama tentang pentingnya pengelolaan limbah sekaligus peluang ekonomi kreatif. Mahasiswa berharap, inisiatif ini dapat berlanjut melalui kolaborasi antara pemerintah desa, kelompok tani, dan pelaku UMKM setempat.

Dengan memadukan edukasi lingkungan dan penguatan potensi kopi lokal, pelatihan ini menjadi contoh konkret bagaimana kegiatan KKN-T UNS dapat memberi dampak langsung bagi masyarakat desa secara berkelanjutan.

Penulis : Serly Putri Rahmawati | KKN-T UNS Kelompok 100 Periode Januari–Februari 2026

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Rabu, 16 September 2026 - 06:12 WIB

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari

Berita Terbaru

Ilustrasi sawah dan industri

Opini

Karawang Makin Dipenuhi Pabrik, Bagaimana Nasib Sawahnya?

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:30 WIB