Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2026 melaksanakan serangkaian kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Bendunganjati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini berlangsung selama hampir dua pekan, mulai 7 hingga 18 Januari 2026, dengan fokus pada penguatan sosial, keagamaan, kesehatan, serta pemberdayaan ekonomi warga desa.
Kegiatan KKN dirancang sebagai upaya mendekatkan mahasiswa dengan kehidupan masyarakat desa sekaligus mendorong kontribusi nyata berbasis kebutuhan lokal. Berbagai program disusun melalui pendekatan partisipatif agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh warga dan berkelanjutan setelah KKN berakhir.
Salah satu kegiatan yang menonjol adalah kerja bakti membersihkan dan mengecat makam Dusun Merak. Kegiatan ini melibatkan mahasiswa KKN bersama warga setempat. Mereka bergotong royong membersihkan area makam, memperbaiki fasilitas sederhana, serta mengecat ulang tembok dan pagar agar lingkungan makam terlihat lebih rapi dan terawat.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Sabryna Anggrian, mahasiswa Program Studi Ilmu Hukum UNTAG Surabaya yang tergabung dalam tim KKN, mengatakan kegiatan kerja bakti menjadi pintu awal membangun kedekatan dengan masyarakat.
“Kerja bakti di makam Dusun Merak bukan hanya soal kebersihan lingkungan, tetapi juga memperkuat nilai gotong royong dan kepedulian sosial antara mahasiswa dan warga,” ujarnya.
Selain di bidang lingkungan, mahasiswa KKN turut aktif dalam kegiatan keagamaan desa. Mereka mengajar mengaji anak-anak secara rutin serta mengikuti pengajian bersama masyarakat. Kegiatan mengajar mengaji ditujukan untuk membantu meningkatkan pemahaman dasar keagamaan anak-anak sekaligus menanamkan nilai kedisiplinan dan akhlak sejak dini.
Keikutsertaan mahasiswa dalam pengajian warga juga menjadi sarana pembelajaran sosial dan spiritual. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya berperan sebagai pendamping, tetapi juga belajar memahami tradisi dan kehidupan religius masyarakat Desa Bendunganjati.
Dalam bidang kesehatan dan kebugaran, mahasiswa KKN menyelenggarakan kegiatan senam bersama ibu-ibu PKK. Kegiatan ini mendapat sambutan positif karena menjadi ruang bagi warga, khususnya perempuan, untuk menjaga kebugaran fisik sekaligus mempererat kebersamaan. Senam bersama juga dimanfaatkan sebagai media komunikasi informal antara mahasiswa dan masyarakat, sehingga suasana selama KKN terasa lebih akrab dan terbuka.
Di sisi lain, mahasiswa KKN UNTAG Surabaya juga menjalankan program kerja berbasis pemberdayaan ekonomi. Salah satu subprogram yang dilaksanakan bertajuk
“Inovasi Pembuatan Pakan Ternak Fermentasi untuk Keberlanjutan Usaha Peternakan Domba Pak Ghofar di Desa Bendunganjati”. Program ini menyasar peternak lokal dengan tujuan meningkatkan efisiensi usaha melalui penerapan teknologi sederhana.
Kegiatan tersebut diawali dengan observasi kondisi peternakan domba milik Pak Ghofar. Mahasiswa kemudian melakukan sosialisasi mengenai manfaat pakan ternak fermentasi, terutama dalam mengatasi keterbatasan pakan hijauan dan menekan biaya produksi. Tahap selanjutnya berupa praktik langsung pembuatan pakan fermentasi menggunakan bahan-bahan yang mudah diperoleh di lingkungan sekitar desa.
Pendekatan partisipatif menjadi kunci dalam pelaksanaan program ini. Peternak dilibatkan secara aktif dalam setiap tahapan, mulai dari persiapan bahan hingga proses fermentasi. Dengan cara tersebut, mahasiswa berharap inovasi yang diperkenalkan tidak berhenti saat KKN berakhir, melainkan dapat diterapkan secara mandiri dan berkelanjutan oleh peternak.
Selain program utama, mahasiswa KKN juga terlibat dalam berbagai aktivitas sosial kemasyarakatan lainnya. Mereka membantu kegiatan desa, berpartisipasi dalam agenda rutin warga, serta mendukung aktivitas yang memperkuat nilai kebersamaan. Seluruh rangkaian kegiatan ini mencerminkan peran mahasiswa sebagai bagian dari masyarakat yang belajar dan bekerja bersama warga.
Melalui KKN di Desa Bendunganjati, mahasiswa UNTAG Surabaya diharapkan mampu mengembangkan kepekaan sosial, keterampilan komunikasi, serta rasa tanggung jawab sebagai calon intelektual muda. Program ini sekaligus menjadi wujud sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat desa dalam mendukung pembangunan berbasis partisipasi.
Penulis : Sabryna Anggrian | Prodi Ilmu Hukum | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor : Intan Permata








