Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menjalankan program pendampingan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Dusun Mungkut, Desa Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program yang berlangsung sepanjang Januari 2026 ini berfokus pada pengembangan inovasi produk tas anyaman serta penguatan pemasaran digital, sebagai upaya meningkatkan daya saing UMKM lokal dan memperluas akses pasar bagi pelaku usaha desa.
Dusun Mungkut selama ini dikenal memiliki potensi ekonomi kreatif berbasis kerajinan anyaman plastik. Tas anyaman yang diproduksi warga telah menjadi sumber penghasilan penting bagi sejumlah keluarga. Namun, di balik potensi tersebut, usaha kerajinan ini masih menghadapi tantangan struktural. Variasi produk relatif terbatas, desain cenderung monoton, dan strategi pemasaran masih mengandalkan penjualan langsung atau jaringan pelanggan lokal. Pemanfaatan platform digital belum optimal, sehingga jangkauan pasar tetap sempit.
Dalam konteks inilah mahasiswa KKN UNTAG Surabaya merancang skema pendampingan yang bersifat aplikatif dan berkelanjutan. Mitra utama program ini adalah Bu Sum Collection, usaha anyaman milik Sumani, yang selama ini memproduksi tas secara manual dengan teknik tradisional. Produk Bu Sum Collection dinilai memiliki kualitas yang baik dari segi ketahanan material dan kerapian anyaman, tetapi kurang memiliki diferensiasi desain yang relevan dengan tren pasar saat ini.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Mahasiswa KKN kemudian memperkenalkan sejumlah inovasi produk, di antaranya sling bag anyaman, dompet anyaman, dan tas ponsel berbahan anyaman plastik. Pengembangan ini tidak sekadar menambah jenis produk, tetapi juga mempertimbangkan aspek fungsi, ukuran, estetika, serta kebutuhan konsumen urban. Desain disederhanakan agar lebih minimalis, pemilihan warna dibuat lebih modern, dan finishing diperhalus untuk meningkatkan nilai jual.
Selain inovasi produk, pendampingan difokuskan pada transformasi pemasaran digital. Mahasiswa menyusun katalog produk yang lebih terstruktur, melakukan sesi foto produk dengan pencahayaan dan latar yang layak, serta membantu penulisan deskripsi produk yang informatif dan persuasif tanpa berlebihan. Mereka juga terlibat dalam penentuan harga yang lebih rasional berdasarkan biaya produksi, tenaga kerja, dan segmentasi pasar.

Pendampingan tidak berhenti pada perencanaan. Mahasiswa turut membantu pengelolaan toko daring melalui Shopee dan TikTok Shop, termasuk pengunggahan produk, pengaturan etalase, serta strategi promosi awal. Langkah ini bertujuan memperluas visibilitas produk Bu Sum Collection di luar Mojokerto dan menjangkau konsumen yang lebih beragam.
Salah satu perserta KKN, Rizqi Farchan D dari Program Studi Teknik Informatika UNTAG Surabaya, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan bersifat partisipatif.
“Selama pendampingan, kami tidak hanya memberi arahan, tetapi juga belajar bersama mitra. Kami melakukan observasi proses produksi, berdiskusi tentang kebutuhan pasar, dan mendampingi secara teknis dalam penerapan inovasi produk serta pemasaran digital,” ujarnya.
Menurut Rizqi, pendampingan dilakukan bertahap agar mitra mampu mengelola perubahan secara mandiri.
Program ini merupakan bagian dari implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya aspek pengabdian kepada masyarakat. Melalui KKN, mahasiswa diharapkan tidak hanya memperoleh pengalaman lapangan, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan potensi lokal.
Secara jangka panjang, inovasi produk dan digitalisasi pemasaran diharapkan dapat meningkatkan daya saing UMKM tas anyaman Dusun Mungkut, memperluas pasar, serta memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat desa. Jika konsisten dijalankan, inisiatif ini berpotensi menjadi model pendampingan UMKM berbasis kolaborasi kampus dan komunitas lokal di wilayah Mojokerto.
Penulis : Rizqi Farchan D | Prodi Teknik Informatika | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor : Fadli Akbar








