Mahasiswa KKN UNS Gelar Simulasi Mitigasi Longsor di Desa Gembuk Pacitan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemaparan materi mitigasi bencana oleh mahasiswa KKN UNS kepada siswa SDN 2 Gembuk untuk mengenali langkah-langkah kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Foto: Pribadi

Pemaparan materi mitigasi bencana oleh mahasiswa KKN UNS kepada siswa SDN 2 Gembuk untuk mengenali langkah-langkah kesiapsiagaan sebelum, saat, dan setelah terjadi bencana. Foto: Pribadi

Pacitan, Sorotnesia.com – Kabupaten Pacitan kembali berduka setelah diguncang gempa bumi berkekuatan Magnitudo 6,4 pada awal Februari 2026. Peristiwa tersebut menegaskan kembali tingginya risiko bencana alam di wilayah pesisir selatan Jawa Timur yang memiliki karakteristik geografis perbukitan dan lereng curam.

Merespons kondisi itu, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 101 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menggelar program edukasi kebencanaan bagi siswa sekolah dasar di Desa Gembuk, Kecamatan Kebonagung, Pacitan. Program bertajuk “Sosialisasi dan Simulasi Mitigasi Bencana Tanah Longsor dan Gempa Bumi” ini dilaksanakan pada 19 Januari, 21 Januari, dan 23 Januari 2026.

Kegiatan difokuskan pada siswa Sekolah Dasar (SD) dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang dinilai sebagai kelompok rentan saat terjadi bencana. Edukasi diberikan melalui pendekatan interaktif, mulai dari pengenalan tanda-tanda awal longsor hingga praktik evakuasi mandiri.

Mahasiswa KKN menjelaskan langkah-langkah mitigasi bencana sebelum, saat, dan setelah gempa maupun longsor. Siswa diajarkan mengenali suara gemuruh dari tebing, munculnya retakan tanah, serta perubahan kondisi lingkungan sebagai indikator awal potensi longsor. Mereka juga dilatih untuk menjauhi area lereng dan mencari tempat terbuka ketika terjadi gempa.

Baca Juga :  Dukung Pengembangan UMKM Kelurahan Banjarsari, Mahasiswa KKN UNS 128 Menggelar Berbagai Pelatihan

Pelaksana kegiatan, Zulfa Nadifah, mengatakan simulasi dilakukan secara langsung di halaman sekolah agar siswa terbiasa merespons situasi darurat. “Kami ingin anak-anak tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan fisik dan mental ketika bencana benar-benar terjadi,” ujarnya.

Antusiasme siswa terlihat saat mengikuti instruksi evakuasi. Mereka berbaris menuju titik aman yang telah ditentukan, sembari tetap menjaga ketertiban. Pendekatan praktik ini dinilai penting mengingat topografi Desa Gembuk yang didominasi lereng dan berpotensi terjadi tanah longsor, terutama saat curah hujan tinggi.

Program tersebut berada di bawah bimbingan Dosen Pembimbing Lapangan, Dr. Djoko Nugroho, S.Pd., M.Or. Menurut tim KKN, kegiatan ini selaras dengan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya poin 11 tentang kota dan komunitas berkelanjutan serta poin 13 tentang penanganan perubahan iklim. Edukasi kebencanaan dipandang sebagai langkah penguatan kapasitas masyarakat dalam menghadapi risiko hidrometeorologi.

Baca Juga :  KKN UNS Dorong Desa Sosogan Kurangi Limbah Minyak Jelantah Lewat Inovasi Sabun Ramah Lingkungan untuk Sehatkan Alam dan Berdayakan Warga

Selain simulasi, kegiatan juga diisi dengan sesi diskusi dan pembagian materi visual mengenai prosedur pascabencana. Siswa diingatkan untuk tidak kembali ke area longsoran, menghindari bangunan yang retak, serta segera melaporkan kondisi darurat kepada perangkat desa atau pihak berwenang.

Melalui kolaborasi antara mahasiswa, sekolah, dan pemerintah desa, program ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya kesiapsiagaan bencana sejak dini. Edukasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, melainkan menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari masyarakat yang tinggal di kawasan rawan.

Upaya preventif seperti ini dinilai penting untuk meminimalkan risiko korban jiwa, terutama di wilayah seperti Pacitan yang kerap menghadapi ancaman gempa dan longsor. Dengan peningkatan literasi kebencanaan di tingkat sekolah dasar, generasi muda diharapkan lebih tangguh dalam menghadapi situasi darurat di masa mendatang.

Penulis : Zulfa Nadifah (KKN Kelompok 101 UNS)

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru