Indonesia Kembangkan Sistem Lokal Hadapi Ancaman Tsunami Masa Depan

- Redaksi

Sabtu, 7 September 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Plt. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kedua dari kiri) ketika memperkenalkan Sistem Processing InaTEWS Merah Putih. (dok. BMKG)

Plt. Kepala BMKG Dwikorita Karnawati (kedua dari kiri) ketika memperkenalkan Sistem Processing InaTEWS Merah Putih. (dok. BMKG)

BMKG mengembangkan Sistem Merah Putih untuk peringatan dini tsunami dengan dukungan Universitas Indonesia. Sistem ini bertujuan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing dan meningkatkan kesiapsiagaan nasional menghadapi bencana tsunami.

Jakarta, Sorotnesia.com – Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BMKG, Dwikorita Karnawati, menegaskan pentingnya pengembangan teknologi lokal untuk menghadapi ancaman tsunami di masa mendatang. Menurutnya, BMKG kini bekerja sama dengan berbagai Universitas di Indonesia untuk menciptakan sistem pemrosesan tsunami dan gempa bumi yang sepenuhnya dikembangkan oleh para pakar Indonesia.

“Kami berharap ke depannya dapat lebih mandiri dalam mengembangkan teknologi mitigasi bencana. Meski kolaborasi dengan negara maju tetap dijalankan, kita tidak ingin sepenuhnya bergantung pada teknologi mereka,” ujar Dwikorita, Sabtu (7/9/2024).

Sistem baru yang dikembangkan, dikenal sebagai Sistem Merah Putih, diharapkan mengurangi ketergantungan pada teknologi asing. Dwikorita menambahkan, meskipun saat ini sistem peringatan dini tsunami berfokus pada ancaman tsunami megatrust seperti di Banda Aceh, Sistem Merah Putih telah berkembang pesat dibandingkan teknologi yang ada 20 tahun lalu. “Sistem ini tidak hanya untuk menghadapi megatrust, tapi juga berbagai jenis tsunami lainnya,” tegasnya.

Baca Juga :  KKN UNS 146 Dorong UMKM Desa Jiwan Go Digital Lewat Foto Produk dan Google Maps

Pengembangan sistem ini diharapkan mampu meningkatkan kemandirian Indonesia dalam sistem peringatan dini tsunami (InaTEWS) dan memperbaiki kualitas informasi gempa bumi serta peringatan tsunami. Selain itu, sistem ini akan membantu pemangku kepentingan dalam merancang strategi evakuasi yang lebih efisien.

Dukungan dari berbagai universitas, seperti Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Indonesia (UI), memperkuat kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga internasional. Pengembangan ini menjadi langkah strategis dalam memajukan inovasi teknologi dalam negeri dan menyiapkan Indonesia menghadapi bencana di masa depan.

Penulis : Rizka Amalia

Editor : Intan Permata

Sumber Berita: infopublik.id

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diversifikasi Produk, Mahasiswa UNTAG Bantu UMKM Sate Komoh Perluas Pasar
Mahasiswa UNTAG Surabaya Dorong Nilai Tambah Ubi Jalar lewat KKN di Mojokerto
Hilirisasi Ubi di Pacet, Mahasiswa KKN Dorong UMKM Desa Lepas dari Ketergantungan Pengepul
Sinergi Akademisi dan Inovasi Mahasiswa Dorong UMKM “Jajanan Bu Sri” Naik Kelas
Mahasiswa UNTAG 1945 Surabaya Perkuat UMKM Kuliner di Dusun Kuripan
Mahasiswa Universitas Mercu Buana Perkuat Branding Digital UMKM Warkop Mokin
Mahasiswa UNS Dorong Transformasi UMKM Desa Bejen Lewat Digitalisasi dan Literasi Keuangan
Standardisasi Penaksir Digencarkan, Pegadaian Perkuat Kompetensi Industri Gadai Nasional

Berita Terkait

Jumat, 16 Januari 2026 - 19:22 WIB

Diversifikasi Produk, Mahasiswa UNTAG Bantu UMKM Sate Komoh Perluas Pasar

Jumat, 16 Januari 2026 - 17:10 WIB

Mahasiswa UNTAG Surabaya Dorong Nilai Tambah Ubi Jalar lewat KKN di Mojokerto

Kamis, 15 Januari 2026 - 22:54 WIB

Hilirisasi Ubi di Pacet, Mahasiswa KKN Dorong UMKM Desa Lepas dari Ketergantungan Pengepul

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:50 WIB

Sinergi Akademisi dan Inovasi Mahasiswa Dorong UMKM “Jajanan Bu Sri” Naik Kelas

Rabu, 14 Januari 2026 - 13:30 WIB

Mahasiswa UNTAG 1945 Surabaya Perkuat UMKM Kuliner di Dusun Kuripan

Berita Terbaru