Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya, Riyandhika Surya Kurniawan, mengaplikasikan keilmuan teknik industri dalam kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur. Kegiatan KKN tersebut berlangsung selama 7–18 Januari 2026.
Melalui KKN ini, mahasiswa didorong untuk terlibat langsung dalam kehidupan masyarakat desa sekaligus menerapkan pengetahuan akademik yang diperoleh di bangku kuliah. Salah satu fokus kegiatan adalah pelatihan pengolahan ubi sebagai upaya meningkatkan nilai tambah komoditas pertanian lokal yang selama ini dijual dalam bentuk mentah.
Desa Bendungan Jati dikenal sebagai salah satu wilayah dengan potensi pertanian ubi yang cukup melimpah. Namun, pemanfaatannya masih terbatas pada konsumsi rumah tangga atau penjualan bahan mentah dengan nilai ekonomi yang relatif rendah. Melihat kondisi tersebut, kelompok KKN UNTAG Surabaya merancang program pelatihan pengolahan ubi menjadi produk pangan olahan yang memiliki daya jual lebih tinggi.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO RESUME CONTENT
Riyandhika tergabung dalam Sub Kelompok 6 yang menginisiasi pelatihan pengolahan ubi menjadi beberapa produk, antara lain stick ubi, lumpia ubi, dan roti keju ubi. Sasaran kegiatan ini adalah ibu-ibu PKK serta warga sekitar yang selama ini terlibat dalam aktivitas rumah tangga dan usaha kecil.
Dalam pelaksanaan program, pendekatan keilmuan teknik industri menjadi dasar penyusunan kegiatan. Riyandhika berperan dalam merancang alur proses produksi, mulai dari persiapan bahan baku, tahapan pengolahan, hingga penyajian produk akhir. Pembagian tugas selama pelatihan juga diatur agar setiap peserta memahami perannya secara jelas dan proses berjalan lebih efisien.
Selain itu, peserta pelatihan diperkenalkan pada konsep dasar pengendalian kualitas secara sederhana. Tujuannya agar produk olahan yang dihasilkan memiliki rasa, tekstur, dan tampilan yang relatif seragam, sehingga layak dipasarkan jika kelak dikembangkan sebagai usaha rumahan.
“Melalui pengaturan proses kerja yang lebih terstruktur, warga dapat menghemat waktu, mengurangi pemborosan bahan, dan menghasilkan produk yang lebih konsisten,” ujar Riyandhika dalam keterangan yang diberikan.
Namun, pelaksanaan program tidak lepas dari tantangan. Salah satu kendala yang dihadapi adalah perbedaan kebiasaan warga dalam mengolah ubi secara tradisional dengan metode yang lebih terstruktur. Sebagian warga sempat ragu mencoba teknik baru karena khawatir prosesnya lebih rumit.
Untuk mengatasi hal tersebut, tim KKN memilih pendekatan persuasif dan pendampingan langsung. Setiap tahapan dijelaskan secara bertahap dengan bahasa sederhana, disertai praktik bersama agar mudah dipahami. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membangun kepercayaan warga terhadap metode yang ditawarkan.
Pengalaman tersebut memberikan pelajaran bahwa penerapan konsep teknis harus dibarengi dengan komunikasi yang baik dan pemahaman terhadap kondisi sosial masyarakat. Keberhasilan program, menurut Riyandhika, tidak hanya ditentukan oleh perencanaan sistem, tetapi juga oleh kemampuan beradaptasi dan bekerja sama dengan warga setempat.
Bagi mahasiswa Teknik Industri, KKN ini menjadi ruang belajar untuk memahami peran keilmuan secara nyata di luar konteks industri besar. Konsep perencanaan produksi, pengaturan kerja, dan manajemen sederhana yang selama ini dipelajari di kelas terbukti relevan ketika diterapkan pada skala usaha rumah tangga di desa.
Pelatihan pengolahan ubi juga menunjukkan bahwa peningkatan produktivitas tidak selalu membutuhkan teknologi canggih. Dengan pengelolaan kerja yang lebih rapi dan pemanfaatan sumber daya lokal secara optimal, masyarakat dapat membuka peluang ekonomi baru dari potensi yang sudah ada.
Riyandhika menilai pengalaman KKN di Desa Bendungan Jati memperluas pandangannya mengenai kontribusi lulusan Teknik Industri. Menurut dia, keilmuan tersebut memiliki ruang pengabdian yang luas, termasuk dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
Kegiatan KKN ini diharapkan dapat memberikan dampak berkelanjutan bagi warga, sekaligus menjadi bekal penting bagi mahasiswa dalam mengembangkan kepekaan sosial dan kemampuan profesional di masa depan.
Penulis : Riyandhika Surya Kurniawan | Prodi Teknik Industri | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya
Editor : Anisa Putri








