Sekali Klik, Sampai ke Giriloyo! Mahasiswa KKN-PPM UMBY 105 Tandai Fasilitas Umum dan UMKM di Google Maps

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 foto bersama salah satu pelaku usaha katering setelah berhasil dibuatkan titik lokasi di Google Maps. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105

Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 foto bersama salah satu pelaku usaha katering setelah berhasil dibuatkan titik lokasi di Google Maps. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105

Bantul, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata – Pengabdian Pada Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) Kelompok 105 menghadirkan terobosan digital untuk Dusun Giriloyo, Desa Wukirsari, Kapanewon Imogiri, Kabupaten Bantul.

Melalui program bertajuk Pembuatan Titik Lokasi di Google Maps, mereka memetakan berbagai fasilitas umum dan titik strategis di kawasan tersebut guna memudahkan akses informasi bagi masyarakat.

Berbagai lokasi penting seperti musholla, rumah kepala dukuh, PAUD, hingga sejumlah UMKM mulai dari warung sayur, toko kelontong, hingga usaha katering kini dapat ditemukan dengan mudah hanya dengan sekali klik. Program ini menjadi langkah awal memperkenalkan potensi Dusun Giriloyo kepada masyarakat luas, mengingat sebelumnya banyak titik penting yang belum terdaftar di Google Maps.

Pelaksanaan program berlangsung selama lima hari, mulai (2-6/8/2025). Sembilan mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 terjun langsung ke lapangan untuk melakukan observasi, wawancara, dan survei lokasi. Metode yang digunakan adalah door to door, yakni mendatangi satu per satu lokasi yang akan ditandai di Google Maps.

“Dengan program kerja ini, kami ingin membantu warga Dusun Giriloyo mendaftarkan fasilitas dan usaha-usaha mereka di Google Maps agar bisa diakses publik, tidak hanya oleh warga sekitar,” ungkap salah satu anggota Kelompok 105 saat diwawancarai di lokasi kegiatan.

Baca Juga :  ITS Kenalkan Teknologi AI untuk Penyandang Tunanetra di Surabaya

Selain memetakan lokasi, metode ini juga membuka ruang interaksi antara mahasiswa dan warga. Hal ini mempererat hubungan sekaligus memberikan pemahaman kepada masyarakat tentang pentingnya digitalisasi dalam promosi usaha dan layanan publik.

Hasil dari program ini cukup signifikan. Sebanyak tujuh titik lokasi berhasil dimasukkan ke Google Maps. Warga menyambut dengan antusias dan menyatakan program ini membantu mempromosikan fasilitas serta usaha yang mereka miliki.


Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 foto bersama Ibu pelaku usaha toko kelontong di Dusun Giriloyo setelah tokonya berhasil dibuatkan titik lokasi di Google Maps. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105
Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 foto bersama Ibu pelaku usaha toko kelontong di Dusun Giriloyo setelah tokonya berhasil dibuatkan titik lokasi di Google Maps. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105

“Terima kasih, Mas dan Mbak. Semoga usaha saya jadi lebih ramai setelah ada di Google Maps ini,” ujar salah satu pelaku usaha katering dengan raut wajah penuh harapan.

Menurut mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105, keberhasilan program ini juga didukung oleh sikap terbuka warga yang mau memberikan informasi dan mengizinkan lokasi mereka didaftarkan secara publik.

Mahasiswa menggunakan pendekatan persuasif untuk menjelaskan manfaat penandaan lokasi di Google Maps, mulai dari kemudahan pencarian lokasi, peningkatan promosi usaha, hingga pengembangan potensi desa. Program ini juga menjadi bentuk kontribusi mahasiswa sebagai agent of change di era digital.

“Dengan program ini, kami berharap fasilitas maupun UMKM di Dusun Giriloyo semakin dikenal secara luas. Ini menjadi awal perubahan jangka panjang bagi dusun,” kata salah satu anggota Kelompok 105.

Baca Juga :  Meneguhkan Peran Ayah dalam Keluarga, Sekolah Pelangi Alam Ponorogo Gelar Seminar Parenting

Langkah strategis ini tidak hanya memanfaatkan teknologi untuk mempermudah navigasi, tetapi juga mengedukasi warga agar mampu mengelola dan mempromosikan potensi desa secara mandiri. Dengan semakin banyaknya titik lokasi yang terdaftar, diharapkan daya saing usaha lokal meningkat dan mendorong kemandirian ekonomi berbasis teknologi.

Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 foto bersama Ibu Dukuh Dusun Giriloyo setelah berhasil dibuatkan titik lokasi PAUD dan rumah kepala dukuh di Google Maps. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105
Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 foto bersama Ibu Dukuh Dusun Giriloyo setelah berhasil dibuatkan titik lokasi PAUD dan rumah kepala dukuh di Google Maps. Foto: Mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105

Program Pembuatan Titik Lokasi di Google Maps yang diinisiasi mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 menjadi bukti bahwa kolaborasi antara teknologi dan masyarakat dapat menciptakan dampak berkelanjutan. Kini, masyarakat luar maupun dalam Dusun Giriloyo dapat lebih mudah menemukan fasilitas umum dan UMKM di kawasan ini.

Selain memberikan manfaat praktis, program ini juga menumbuhkan kesadaran digital di kalangan warga. Mereka mulai memahami bahwa kehadiran di platform digital dapat membuka peluang lebih besar dalam memperluas jaringan pelanggan dan meningkatkan pendapatan.

Inisiatif ini menjadi contoh nyata bagaimana mahasiswa dapat berperan aktif dalam menggerakkan perubahan positif di masyarakat. Dengan kombinasi edukasi, teknologi, dan pendekatan persuasif, mahasiswa KKN-PPM UMBY Kelompok 105 berhasil menghadirkan solusi sederhana namun berdampak luas bagi Dusun Giriloyo.

Penulis : Carissa Inaz dan Elva Christine | Universitas Mercu Buana Yogyakarta

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru