Dari Scan ke Refleksi, Program SEMAR Perkuat Literasi Kritis Peserta Didik SMP Negeri 3 Magelang

- Redaksi

Minggu, 7 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Peserta didik SMP Negeri 3 Magelang memindai QR Code dalam program SEMAR (Scan Edukatif Membaca Aktif dan Reflektif), sebuah inovasi literasi digital yang mendorong mereka berpikir kritis dan reflektif. Foto: pribadi

Peserta didik SMP Negeri 3 Magelang memindai QR Code dalam program SEMAR (Scan Edukatif Membaca Aktif dan Reflektif), sebuah inovasi literasi digital yang mendorong mereka berpikir kritis dan reflektif. Foto: pribadi

Magelang, Sorotnesia.com – Budaya literasi di SMP Negeri 3 Magelang terus mendapat perhatian serius. Peserta didik sudah terbiasa membaca dan menulis, bahkan menjadikannya bagian dari keseharian. Namun, agar semangat literasi tidak berhenti di titik yang sama, perlu adanya penyegaran dan inovasi.

Menjawab kebutuhan tersebut, tim magang Universitas Tidar menghadirkan program “SEMAR” (Scan Edukatif Membaca Aktif dan Reflektif), sebuah terobosan literasi digital berbasis QR Code.

Program SEMAR secara resmi diperkenalkan pada 15 Agustus 2025 melalui kegiatan sosialisasi yang dihadiri para guru. Fahmi Adi Wicaksono, mahasiswa Program Studi Pendidikan IPA sekaligus ketua program kerja SEMAR, menjelaskan bahwa program ini dirancang bukan sekadar sebagai tambahan kegiatan, melainkan dorongan nyata untuk memperkuat budaya literasi.

“Harapan kami sederhana, SEMAR dapat mendorong peningkatan literasi peserta didik, baik dalam bidang akademik maupun nonakademik,” ungkap Fahmi di hadapan guru dan peserta didik.

Pelaksanaan SEMAR berlangsung pada 19–29 Agustus 2025 dengan mekanisme sederhana namun menarik. Setiap poster yang dipasang di lingkungan sekolah berisi pertanyaan pemancing. Untuk menemukan jawabannya, peserta didik cukup memindai QR Code yang tertera. Hasil pemindaian akan mengarahkan mereka pada bacaan singkat yang harus dipahami, lalu dituliskan kembali dengan bahasa sendiri dalam bentuk resensi.

Baca Juga :  Pembiasaan Literasi dan Numerasi Siswa SD Negeri 2 Sumberahayu: Membangun Generasi Cerdas Sejak Dini

Konten yang disajikan pun dikemas secara unik. Pertanyaan-pertanyaan memuat fakta-fakta menarik seputar sains dan matematika yang jarang diketahui, sehingga mendorong rasa ingin tahu peserta didik. Dengan cara ini, literasi tidak hanya menjadi rutinitas, tetapi juga pengalaman belajar yang menyenangkan.

Shevi, peserta didik kelas VII, mengaku mendapat banyak manfaat dari program ini.

“Setelah adanya program ini, pemahaman saya jadi lebih luas. Yang sebelumnya saya tidak tahu, sekarang jadi tahu bahwa banyak fakta unik di luar sana. Selain itu, saya jadi tidak malas belajar melalui internet. Dengan adanya QR Code, saya juga mengetahui bagaimana cara memindainya dan memanfaatkan teknologi,” ujarnya.

Bagi mahasiswa magang Universitas Tidar, program ini juga memberikan pengalaman berarti. Fahmi bersama rekannya, Rizma, menuturkan bahwa kemampuan peserta didik dalam merangkum dan menuliskan kembali informasi semakin meningkat.

Baca Juga :  Digitalisasi UMKM Jadi Titik Awal Transformasi Ekonomi Desa Jatikuwung

“Dari jawaban yang lebih terperinci, terlihat pemahaman mereka terhadap bacaan juga berkembang,” jelas keduanya.

Lebih dari sekadar membaca, SEMAR mendorong peserta didik untuk mengaitkan isi bacaan dengan pengalaman serta pengetahuan yang mereka miliki. Proses ini membiasakan mereka berpikir kritis sekaligus kreatif. Dengan demikian, literasi bukan hanya soal kemampuan memahami teks, tetapi juga keterampilan merefleksikan isi bacaan dalam konteks kehidupan nyata.

Fahmi menambahkan bahwa keberlanjutan program menjadi hal yang penting. “Rencana ke depan, semoga sekolah bisa melanjutkan program yang telah terlaksana ini dengan mekanisme yang berbeda dan lebih terorganisir,” ujarnya.

Program SEMAR diharapkan mampu menanamkan benih literasi kritis di SMP Negeri 3 Magelang. Tidak hanya membentuk generasi yang cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan berpikir mendalam di tengah derasnya arus informasi dan perkembangan teknologi. Dengan inovasi semacam ini, sekolah berupaya mencetak generasi muda yang adaptif, reflektif, dan siap menghadapi tantangan zaman.

Penulis : Mahasiswa Magang Kependidikan terintegrasi UNTIDAR 2025

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Rabu, 16 September 2026 - 06:12 WIB

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari

Berita Terbaru

Ilustrasi sawah dan industri

Opini

Karawang Makin Dipenuhi Pabrik, Bagaimana Nasib Sawahnya?

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:30 WIB