Sinergi Pendidikan, Kesehatan, dan Ekonomi Kreatif: Transformasi Desa Poja Bersama Mahasiswa KKN UNS

- Redaksi

Kamis, 11 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Upacara penerimaan mahasiswa KKN 2 UNS. Foto: KKN 2 UNS

Upacara penerimaan mahasiswa KKN 2 UNS. Foto: KKN 2 UNS

Poja, Krajan.id – Selama lebih dari 40 hari, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta yang tergabung dalam Kelompok 2 Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2025 meninggalkan jejak pengabdian di Desa Poja, Kecamatan Sape, Kabupaten Bima.

Dengan mengusung tema “Pengembangan Potensi Pariwisata Internasional untuk Peningkatan Kesejahteraan dan Pelestarian Desa Poja”, mereka menghadirkan berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat.

Alih-alih hanya berfokus pada satu bidang, para mahasiswa memilih pendekatan lintas sektor. Mereka melihat bahwa membangun desa tidak cukup dengan satu aspek, melainkan perlu sinergi antara kebersihan lingkungan, kesehatan, pendidikan, dan ekonomi kreatif. Pendekatan inilah yang menjadi benang merah seluruh kegiatan KKN.

Salah satu fokus utama mahasiswa UNS adalah dunia pendidikan anak. Mereka menyadari bahwa literasi dasar menjadi tantangan serius bagi sebagian siswa sekolah dasar dan menengah di Desa Poja. Melalui bimbingan rutin, anak-anak dibantu menguasai keterampilan membaca dan menulis, sehingga mereka memiliki bekal penting untuk melanjutkan jenjang pendidikan berikutnya.

Mahasiswa KKN UNS mengadakan sosialisasi tentang Praktik Hidup Bersih dan Sehat. Foto: KKN 2 UNS
Mahasiswa KKN UNS mengadakan sosialisasi tentang Praktik Hidup Bersih dan Sehat. Foto: KKN 2 UNS

Tak hanya berhenti di aspek literasi, mahasiswa juga menanamkan pemahaman Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Lewat praktik sederhana seperti sikat gigi bersama, cuci tangan pakai sabun, hingga olahraga motorik, anak-anak diajak untuk mencintai kebersihan diri. Dengan cara ini, nilai kesehatan tidak diajarkan secara teoritis, melainkan melalui kebiasaan sehari-hari yang menyenangkan.

Selain pendidikan anak, kelompok KKN turut memfokuskan perhatian pada peningkatan kapasitas ekonomi masyarakat. Mereka memperkenalkan literasi keuangan sederhana: mulai dari pencatatan pendapatan dan pengeluaran hingga cara mengelola usaha kecil.

Baca Juga :  Dari Logo hingga WhatsApp Business, Mahasiswa KKN-PPM 34 UMBY Dorong Transformasi Digital UMKM Aneka Keripik Mbok Wi

Edukasi ini bertujuan agar warga terbiasa mengelola keuangan secara lebih sistematis, sehingga potensi usaha berbasis wisata bisa berkembang secara mandiri.

Program ini menjadi langkah awal untuk membangun budaya ekonomi kreatif di desa, di mana setiap rumah tangga tidak hanya mengandalkan sektor pertanian, tetapi juga mampu melihat peluang dari potensi pariwisata yang sedang tumbuh.

Keberlanjutan juga menjadi perhatian penting. Mahasiswa UNS mengajak warga mengubah limbah menjadi produk bernilai. Limbah tekstil diolah menjadi gantungan kunci, daun-daun lokal dimanfaatkan untuk ecoprint pada pouch, sementara totebag polos disulap menjadi karya lukis unik.

Produk-produk ini bukan sekadar barang kerajinan, melainkan simbol bahwa sampah dapat menjadi sumber daya baru. Pesan ramah lingkungan ini diterima masyarakat dengan antusias, karena selain mengurangi sampah plastik, mereka juga belajar menciptakan barang yang memiliki nilai jual.

Sebagai desa dengan potensi wisata bahari, Desa Poja memiliki peluang besar untuk dikenal secara internasional. Untuk itu, mahasiswa UNS memperkenalkan pengajaran bahasa Mandarin bagi generasi muda desa. Langkah ini menjadi bekal penting agar warga mampu berinteraksi dengan wisatawan asing yang datang berkunjung.

Mahasiswa KKN Mengajar Bahasa Mandarin di SMP Negeri 7 Sape. Foto: KKN 2 UNS
Mahasiswa KKN Mengajar Bahasa Mandarin di SMP Negeri 7 Sape. Foto: KKN 2 UNS

Tak hanya itu, mahasiswa juga memproduksi video promosi wisata berbahasa Inggris yang menampilkan keindahan pantai dan budaya masyarakat setempat. Video ini diharapkan menjadi pintu awal promosi Desa Poja di dunia digital, sekaligus memperkenalkan Kecamatan Sape ke kancah global.

Baca Juga :  Senyum Ceria & Tangan Bersih! Mahasiswa KKN BBK 5 Unair Edukasi Hidup Sehat di SDN Kuripansari
Mahasiswa KKN melaksanakan Kegiatan Pembersihan Pantai Buaya. Foto: KKN 2 UNS
Mahasiswa KKN melaksanakan Kegiatan Pembersihan Pantai Buaya. Foto: KKN 2 UNS

Walaupun banyak program dijalankan, isu kebersihan tetap menjadi landasan. Mahasiswa UNS bersama warga mengadakan aksi bersih pantai, menyiapkan tempat sampah, hingga membuat papan penunjuk arah wisata dari bahan bekas. Upaya ini tidak hanya mempercantik lingkungan, tetapi juga menunjukkan bahwa desa mampu mengelola potensi wisata dengan konsep ramah lingkungan.

Kepala Desa Poja memberikan apresiasi tinggi atas seluruh kontribusi mahasiswa. Ia menegaskan bahwa program-program ini memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

“Kami berterima kasih kepada mahasiswa UNS. Program ini tidak hanya bermanfaat saat ini, tetapi juga menjadi dasar penting bagi pengembangan desa wisata di masa mendatang,” tegasnya.

Kegiatan KKN resmi berakhir pada (17/8/2025), bertepatan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. Namun, warisan yang ditinggalkan tidak berhenti pada tanggal tersebut. Semangat pengabdian, keterampilan baru, dan kesadaran masyarakat akan kebersihan serta kemandirian ekonomi diyakini akan terus tumbuh.

Jejak mahasiswa UNS di Desa Poja adalah contoh nyata bagaimana pengabdian lintas bidang dapat memberikan dampak yang menyeluruh: lingkungan lebih bersih, anak-anak lebih cerdas, ekonomi kreatif mulai bersemi, dan masyarakat semakin siap menyambut wisatawan internasional.

Dengan segala program yang telah dijalankan, Desa Poja kini melangkah menuju masa depan yang lebih berkelanjutan: indah secara alam, kuat dalam budaya, cerdas melalui pendidikan, dan mandiri lewat ekonomi kreatif.

Penulis : Mohammad Daffa (Humas KKN Kelompok 2 UNS)

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”
Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan
KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah
Mahasiswa KKN UNS 112 Gelar Pelatihan AutoCAD untuk Perkuat Perencanaan Infrastruktur Desa Binade
Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Lomba Fun Game Bola Voli Antar Dusun di Desa Sanggrahan
KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan

Berita Terkait

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44 WIB

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:02 WIB

Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API

Jumat, 24 April 2026 - 16:52 WIB

Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Kamis, 23 April 2026 - 18:06 WIB

Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan

Kamis, 26 Maret 2026 - 11:52 WIB

KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah

Berita Terbaru