Jepara, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) menginisiasi forum dialog bersama masyarakat dan legislatif untuk memperkuat fondasi kemandirian ekonomi desa. Kegiatan bertajuk Focus Group Discussion (FGD) tersebut digelar di Balai Desa Lebak, Kecamatan Pakis Aji, Kabupaten Jepara, Sabtu (24/1/2026) pukul 09.00 WIB.
FGD menghadirkan Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Jawa Tengah (DPRD Jateng), H. Nurul Furqon, S.E., M.M., sebagai narasumber utama. Forum ini menjadi ruang temu antara masyarakat Desa Lebak dengan pemangku kebijakan untuk membahas strategi penguatan UMKM lokal dan peningkatan kapasitas generasi muda.
Kegiatan dihadiri Kepala Desa Lebak beserta perangkat desa, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, pelaku UMKM, perwakilan PKK, Karang Taruna, serta unsur DPRD Provinsi Jawa Tengah. Kehadiran lintas unsur tersebut mencerminkan upaya membangun sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan ekonomi berbasis potensi lokal.

Dalam diskusi, peserta memetakan sejumlah persoalan yang dihadapi pelaku usaha di Desa Lebak. Meski memiliki potensi produk lokal yang beragam, pengembangan usaha dinilai belum optimal. Hambatan utama meliputi keterbatasan akses permodalan, rendahnya literasi digital dalam pemasaran, belum tertibnya legalitas usaha, serta terbatasnya jejaring distribusi.
Para peserta menegaskan bahwa UMKM masih menjadi tulang punggung ekonomi desa. Karena itu, penguatan kapasitas pelaku usaha dinilai mendesak, terutama dalam hal pemasaran berbasis digital dan peningkatan kualitas produk. Selain aspek usaha, perhatian juga diarahkan pada peningkatan kualitas SDM generasi muda agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan tren pasar.
Desa Lebak dinilai memiliki peluang berkembang lebih cepat apabila generasi muda terlibat aktif dalam pengelolaan dan inovasi usaha. Keterlibatan tersebut dapat memperluas jangkauan pemasaran, termasuk melalui platform digital, sekaligus menciptakan model usaha yang lebih adaptif.
Sejumlah langkah strategis dirumuskan dalam forum tersebut. Di antaranya pelatihan pemasaran digital bagi pelaku UMKM dan pemuda desa, pendampingan pengurusan legalitas usaha secara kolektif, peningkatan kualitas kemasan dan daya saing produk, serta penguatan kerja sama antara pemerintah desa dengan pemerintah daerah dan provinsi.

H. Nurul Furqon menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam membangun ekonomi desa yang berkelanjutan.
“Penguatan ekonomi Desa Lebak harus dibangun melalui sinergi semua pihak. Pemerintah desa berperan sebagai fasilitator, UMKM menjadi penggerak ekonomi, dan generasi muda tampil sebagai inovator. Kolaborasi dengan BUMDes serta mitra eksternal juga penting agar kemandirian ekonomi desa terwujud secara berkelanjutan,” ujarnya.
Forum ini tidak sekadar menjadi ajang penyampaian aspirasi. Dialog langsung antara warga dan legislator membuka ruang lahirnya kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan riil masyarakat desa. Aspirasi yang mengemuka diharapkan dapat menjadi bahan pertimbangan dalam perumusan program dan dukungan anggaran di tingkat provinsi.
Melalui FGD tersebut, mahasiswa KKN UNS menempatkan diri sebagai fasilitator dialog sekaligus penggerak partisipasi masyarakat. Kolaborasi dengan DPRD Provinsi Jawa Tengah diharapkan memperkuat langkah Desa Lebak menuju kemandirian ekonomi berbasis penguatan UMKM dan pemberdayaan generasi muda secara berkelanjutan.
Upaya ini menandai pendekatan pembangunan desa yang tidak lagi bertumpu pada satu aktor, melainkan pada kemitraan multipihak yang saling menguatkan.
Penulis : Nadya Fathiarani Ahmad | Ilmu Hukum | Universitas Sebelas Maret
Editor : Anisa Putri









