Tingkatkan Kapasitas Perencanaan Infrastruktur Desa, KKN-T UNS 151 Gelar Pelatihan AutoCAD di Banjarsari

- Redaksi

Selasa, 17 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sesi pembukaan oleh mahasiswa UNS. Foto: Tim KKN-T 151 UNS

Sesi pembukaan oleh mahasiswa UNS. Foto: Tim KKN-T 151 UNS

Temanggung, Sorotnesia.com – Upaya peningkatan kualitas perencanaan pembangunan desa terus diperkuat melalui pengembangan kapasitas sumber daya manusia. Tim mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) 151 dari Universitas Sebelas Maret (UNS) menyelenggarakan pelatihan AutoCAD bagi perangkat Desa Banjarsari, Kecamatan Banjarsari, Kabupaten Temanggung.

Kegiatan yang digelar di Balai Desa Banjarsari itu diikuti 15 perangkat desa. Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan teknis dalam membuat denah bangunan dan gambar rencana infrastruktur desa secara digital dan terukur.

Ketua tim KKN-T 151 UNS menjelaskan, pelatihan ini dilatarbelakangi kondisi awal perangkat desa yang masih mengandalkan metode manual dalam menyusun denah bangunan maupun fasilitas umum. Gambar dibuat dengan tangan tanpa standar ukuran yang baku.

“Metode manual memang sudah lama digunakan, tetapi memiliki keterbatasan. Sulit diperbarui dan kurang presisi dari sisi ukuran,” ujar perwakilan tim KKN dalam keterangan tertulis.

Dalam praktik perencanaan pembangunan desa, ketersediaan gambar teknis yang rapi dan terukur menjadi dokumen penting. Denah dan gambar kerja kerap dibutuhkan sebagai lampiran proposal, dasar penyusunan anggaran, hingga acuan pelaksanaan proyek fisik di lapangan. Ketidakakuratan gambar berpotensi menimbulkan perbedaan tafsir dalam pelaksanaan.

Berangkat dari kebutuhan tersebut, tim KKN-T merancang pelatihan yang bersifat praktis dan aplikatif. Tahap persiapan diawali dengan koordinasi bersama Kepala Desa dan Tim Pelaksana Kegiatan untuk menentukan peserta serta memastikan kesiapan sarana pendukung.

Setiap peserta menyiapkan laptop yang telah terpasang perangkat lunak AutoCAD atau aplikasi alternatif sejenis. Tim juga menyediakan contoh file latihan, proyektor, serta akses internet guna menunjang proses pembelajaran.

Baca Juga :  Inovasi Briket dari Kotoran Sapi, Solusi Limbah Peternakan di Pringwulung

Pelatihan dimulai dengan pengenalan dasar mengenai fungsi AutoCAD sebagai perangkat lunak desain berbantuan komputer yang umum digunakan dalam pembuatan gambar teknik dua dimensi. Peserta diperkenalkan pada antarmuka program serta sejumlah perintah dasar, seperti line, rectangle, circle, trim, dan dimension.

Instruktur juga menjelaskan cara mengatur satuan ukuran dan skala gambar. Materi disampaikan secara bertahap untuk menyesuaikan dengan tingkat pemahaman peserta, mengingat sebagian besar belum pernah menggunakan aplikasi desain sebelumnya.

Setelah sesi teori, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta diminta menggambar denah sederhana dengan ukuran tertentu, menyusun tata letak ruangan, serta menambahkan dimensi agar gambar mudah dipahami. Pendampingan dilakukan secara intensif, baik secara klasikal maupun individu.

Tim KKN membantu salah seorang peserta saat sesi praktik. Foto: Tim KKN-T 151 UNS
Tim KKN membantu salah seorang peserta saat sesi praktik. Foto: Tim KKN-T 151 UNS

Dalam sesi praktik, peserta ditekankan pada pentingnya ketelitian dalam menentukan ukuran. Ketepatan dimensi menjadi aspek krusial agar gambar yang dihasilkan sesuai dengan kondisi riil di lapangan. Kesalahan ukuran, sekecil apa pun, dapat berdampak pada perhitungan material dan biaya pembangunan.

Selain materi utama, peserta juga diperkenalkan secara umum pada konsep penyusunan Rencana Anggaran Biaya (RAB) sebagai bagian dari proses perencanaan pembangunan. Namun, fokus pelatihan tetap diarahkan pada penguasaan dasar AutoCAD sebagai alat bantu visualisasi desain.

Hasil evaluasi menunjukkan perkembangan yang positif. Mayoritas peserta mampu menggunakan perintah dasar AutoCAD dan menyelesaikan denah sederhana secara mandiri. Gambar yang dihasilkan dinilai lebih presisi dibandingkan metode manual sebelumnya.

Perangkat desa juga mulai memahami pentingnya standar teknis dalam penyusunan denah sebagai dokumen pendukung perencanaan. Format digital memungkinkan gambar disimpan dengan rapi, diperbarui sewaktu-waktu, serta dibagikan dengan lebih mudah kepada pihak terkait.

Baca Juga :  Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Kepala Desa Banjarsari menyambut baik pelatihan tersebut. Menurut dia, kemampuan perangkat desa dalam menggunakan aplikasi desain akan memperkuat proses perencanaan pembangunan di tingkat desa.

“Kami berharap ke depan setiap rencana pembangunan, baik renovasi balai desa maupun pembangunan fasilitas umum, dapat didukung gambar teknis yang lebih akurat,” ujarnya.

Dampak awal kegiatan terlihat dari meningkatnya kepercayaan diri perangkat desa dalam memanfaatkan teknologi digital. Transformasi dari gambar manual ke format digital dinilai sebagai langkah awal menuju tata kelola perencanaan yang lebih profesional.

Sesi foto bersama. Foto: Tim KKN-T 151 UNS
Sesi foto bersama. Foto: Tim KKN-T 151 UNS

Keberhasilan pelatihan ini tidak lepas dari antusiasme peserta dan kerja sama antara mahasiswa KKN dan pemerintah desa. Meski terdapat perbedaan tingkat pemahaman, hambatan tersebut dapat diatasi melalui pendampingan langsung dan pengulangan materi secara bertahap.

Sebagai tindak lanjut, tim KKN-T 151 UNS menyediakan video panduan penggunaan AutoCAD yang dapat dipelajari kembali secara mandiri oleh perangkat desa. Materi tersebut diharapkan menjadi referensi praktis agar keterampilan yang telah diperoleh tetap terjaga dan berkembang.

Program ini juga selaras dengan sejumlah agenda Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), antara lain SDG 4 (Pendidikan Berkualitas) melalui peningkatan keterampilan teknis, SDG 9 (Industri, Inovasi, dan Infrastruktur) lewat pemanfaatan teknologi dalam perencanaan fisik, serta SDG 17 (Kemitraan) melalui kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa.

Dengan penguasaan dasar AutoCAD, Desa Banjarsari diharapkan semakin siap menyusun perencanaan infrastruktur yang lebih terukur, akuntabel, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Penguatan kapasitas ini menjadi fondasi penting dalam mendorong pembangunan desa yang efektif dan berkelanjutan.

Penulis : Muhammad Nur Azza

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual
Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo
KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet
Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini
Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo
Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah
KKN UNS 125 Kenalkan Tepung Sukun, Upaya Olah Pangan Lokal Jadi Produk Bernilai Ekonomi

Berita Terkait

Selasa, 15 September 2026 - 22:31 WIB

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Selasa, 15 September 2026 - 13:22 WIB

Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo

Senin, 14 September 2026 - 15:40 WIB

KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet

Sabtu, 12 September 2026 - 19:42 WIB

Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo

Berita Terbaru