Boyolali, Sorotnesia.com – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan pendekatan berbeda dalam mendukung pengembangan desa wisata. Melalui Kelompok 13, mahasiswa KKN menggagas program Branding Pesona Samiran dengan menyusun video company profile sinematik dan executive booklet sebagai instrumen promosi strategis Desa Samiran, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 19 Februari 2026 itu tidak sekadar mendokumentasikan potensi desa, tetapi merancang ulang cara desa memperkenalkan diri kepada publik. Fokusnya bukan hanya pada keindahan visual, melainkan pada penguatan identitas yang terstruktur dan berkelanjutan.
Ketua KKN Kelompok 13, Ferlyandra Nusatama Prasetya, menjelaskan bahwa penguatan branding desa merupakan bagian dari kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung agenda pembangunan berkelanjutan. Program ini selaras dengan SDGs poin 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi, serta poin 11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan.
“Melalui media promosi yang terstruktur dan menarik, kami ingin membantu Desa Samiran memiliki identitas visual yang kuat sehingga lebih dikenal dan mampu meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Ferlyandra.
Program tersebut dilaksanakan di bawah bimbingan Dr. Dona Budi Kharisma, S.H., M.H., dengan melibatkan perangkat desa, pengelola desa wisata, pelaku UMKM, dan masyarakat setempat. Kolaborasi ini menjadi kunci agar materi promosi yang disusun merepresentasikan kondisi riil desa.
Pendekatan yang digunakan mahasiswa tidak berhenti pada produksi konten visual. Tahap awal diawali dengan riset potensi desa, termasuk sektor peternakan susu, pertanian, serta destinasi wisata alam yang menjadi daya tarik utama. Data tersebut kemudian dipetakan untuk menentukan narasi besar yang akan diangkat dalam video maupun booklet.
Proses pengambilan gambar dilakukan secara sinematik di sejumlah titik strategis desa. Mahasiswa berupaya menghadirkan visual yang autentik, menampilkan lanskap alam, aktivitas warga, serta proses produksi UMKM secara natural. Hasilnya dirancang agar relevan untuk distribusi digital maupun presentasi formal.
Sebagai bagian dari strategi publikasi, hasil produksi video profil desa dapat disaksikan melalui tautan berikut:
Video tersebut menjadi media digital utama yang dirancang untuk menjangkau wisatawan potensial melalui berbagai platform promosi.
Selain video company profile, tim juga menyusun executive booklet yang memuat profil desa, peta potensi unggulan, serta peluang pengembangan investasi. Booklet ini dirancang sebagai dokumen resmi yang dapat digunakan pemerintah desa dalam forum kerja sama, promosi wisata, maupun pertemuan dengan calon mitra.
Tim KKN yang terlibat dalam program ini terdiri atas Ferlyandra Nusatama Prasetya, Fiedo Riezqy Katon Miliano, Frendy Setiawan, Cherly Eri Fatmawati, Fahrizal Hafidz Abdullah, Nindy Rizki Yanuary, Aden Devita Nurul Hikmah, Adik Ning Novita, Fisi Rosa Angelita, dan Rista Purnamasari. Mereka membagi peran mulai dari riset, dokumentasi, penyusunan naskah, hingga desain grafis.
Pendekatan kolektif tersebut membuat produk akhir tidak hanya menonjol secara estetika, tetapi juga informatif dan berbasis data.
Kepala Desa Samiran, Herman, menilai kehadiran media promosi profesional menjadi kebutuhan mendesak di tengah persaingan antardestinasi wisata. Menurut dia, desa memerlukan materi promosi yang mampu meningkatkan kredibilitas sekaligus memperluas jangkauan pasar.
“Pembuatan video company profile dan executive booklet ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat branding desa wisata. Media ini dapat kami gunakan secara berkelanjutan sebagai sarana promosi untuk memperkenalkan potensi Desa Samiran kepada masyarakat luas,” ujar Herman.
Ia menambahkan, materi promosi yang tersusun rapi akan mempermudah pemerintah desa dalam menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Selain itu, kepercayaan publik terhadap kualitas layanan dan potensi desa juga diharapkan meningkat.
Antusiasme warga terlihat selama proses pengambilan gambar dan pengumpulan data. Sejumlah pelaku UMKM dan pengelola wisata terlibat aktif dalam memberikan informasi maupun membuka akses dokumentasi. Partisipasi tersebut menunjukkan adanya kesadaran kolektif bahwa promosi yang tepat dapat berdampak langsung pada pendapatan masyarakat.
Program ini tidak hanya menghasilkan produk visual, tetapi juga mendorong perubahan cara pandang terhadap promosi desa. Jika sebelumnya promosi lebih bersifat sporadis dan terbatas pada media sosial pribadi, kini Desa Samiran memiliki materi resmi yang dapat digunakan secara konsisten.
Mahasiswa KKN menilai bahwa di era digital, kekuatan visual dan narasi menjadi instrumen penting dalam membangun citra. Karena itu, video dan booklet dirancang dengan alur cerita yang jelas, mulai dari pengenalan desa, potensi ekonomi, hingga peluang pengembangan.
Pendekatan ini diharapkan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan sekaligus memperkuat sektor ekonomi lokal. Peningkatan kunjungan tidak hanya berdampak pada sektor pariwisata, tetapi juga pada distribusi produk UMKM dan hasil pertanian.
Lebih jauh, program ini menunjukkan bahwa kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah desa dapat menghasilkan solusi konkret. Mahasiswa tidak sekadar menjalankan kewajiban akademik, melainkan menghadirkan strategi komunikasi yang aplikatif.
Pemerintah desa diharapkan mampu mengoptimalkan materi promosi tersebut melalui berbagai kanal, termasuk media sosial resmi dan forum kemitraan. Dengan strategi yang konsisten, Desa Samiran berpeluang memperkuat posisinya sebagai desa wisata yang kompetitif dan berdaya saing.
Upaya branding ini menjadi langkah awal membangun ekosistem promosi yang lebih profesional. Di tengah tuntutan transparansi dan daya saing, identitas visual yang kuat bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan.
Penulis : Rizka Amalia
Editor : Anisa Putri









