Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Kebijakan untuk Akselerasi Program Prioritas Presiden

- Redaksi

Minggu, 29 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri PANRB Rini Widyantini (tengah) dalam rapat dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto dan Juri Ardiantoro, di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Foto: Humas PANRB

Menteri PANRB Rini Widyantini (tengah) dalam rapat dengan Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto dan Juri Ardiantoro, di Jakarta, Jumat (27/3/2026). Foto: Humas PANRB

Jakarta, Sorotnesia.com – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa pelaksanaan Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) harus memberikan dampak luas, nyata, dan berkelanjutan bagi masyarakat. Arahan tersebut mendorong pemerintah memperkuat integrasi kebijakan lintas kementerian dan lembaga agar program prioritas berjalan efektif.

Menindaklanjuti hal itu, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB) bersama Kementerian Sekretariat Negara membahas langkah strategis dalam membangun arsitektur kebijakan yang terintegrasi. Fokusnya adalah memastikan keselarasan perencanaan, penganggaran, hingga pelaksanaan program prioritas nasional.

Menteri PANRB Rini Widyantini mengatakan, keberhasilan dan keberlanjutan PHTC membutuhkan pendekatan collaborative governance dan network governance. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan seluruh elemen pemerintahan bergerak dalam satu arah dan tidak berjalan sendiri-sendiri.

“Kami ingin memastikan adanya sinkronisasi kebijakan dalam pelaksanaan PHTC Presiden, sehingga keputusan dapat diambil lebih cepat, kolaborasi semakin kuat, dan manfaat program benar-benar dirasakan masyarakat,” ujar Rini usai rapat bersama Wakil Menteri Sekretaris Negara Bambang Eko Suhariyanto dan Juri Ardiantoro di Jakarta, Jumat (27/3/2026).

Baca Juga :  Dari Malang ke Florida, Bunga Anggrek Indonesia Semakin Mendunia

Rini menegaskan, keberhasilan program prioritas nasional tidak hanya ditentukan oleh desain kebijakan, tetapi juga oleh kemampuan sistem pemerintahan bekerja secara terintegrasi. Hal ini mencakup proses perencanaan, penganggaran, pengendalian pelaksanaan, hingga koordinasi lintas instansi.

Menurut dia, melalui pendekatan network governance, setiap instansi pemerintah menjadi bagian dari jejaring yang saling menguatkan. Dengan demikian, capaian pembangunan tidak lagi menjadi tanggung jawab satu pihak, melainkan tanggung jawab kolektif seluruh unsur pemerintahan.

“Program seperti pengentasan kemiskinan, peningkatan layanan kesehatan, pendidikan, hingga ketenagakerjaan hanya dapat berhasil jika dijalankan secara kolaboratif antar kementerian, lembaga, dan pemerintah daerah,” kata Rini.

Baca Juga :  Pemkot Palembang Jajaki Kerja Sama Investasi dan Pendidikan dengan Konsulat AS untuk Sumatera

Lebih lanjut, ia mengingatkan pentingnya reformasi birokrasi yang berorientasi pada pelayanan publik. Presiden, kata dia, menginginkan birokrasi yang responsif, adaptif terhadap perubahan, serta tidak lagi mempersulit masyarakat.

Untuk mewujudkan hal tersebut, pemerintah menilai penguatan kualitas sumber daya manusia aparatur sipil negara (SDM ASN) menjadi faktor kunci. ASN dituntut profesional, berintegritas, serta mampu menjadi motor penggerak perubahan di dalam birokrasi.

“Sinkronisasi kebijakan dalam pengelolaan SDM ASN menjadi krusial untuk memastikan aparatur yang mendukung program prioritas dapat dikelola secara optimal,” ujar Rini.

Upaya penguatan integrasi kebijakan ini diharapkan mampu mempercepat realisasi berbagai agenda strategis pemerintah sekaligus memastikan setiap program memberikan dampak nyata bagi masyarakat.

Penulis : HUMAS MENPANRB

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Prabowo Awali Kunjungan ke Jepang, Fokus Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Investasi
Kontroversi Awardee LPDP, Pemerintah Tekankan Etika dan Komitmen Kebangsaan
Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 8 Persen, Fundamental Terus Diperkuat
Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Sebut sebagai Terobosan Pengentasan Kemiskinan
Mahasiswa UNPAM Tumbuhkan Minat Belajar Akuntansi Sejak Dini Lewat Kegiatan PKM
G2R Soroti Kinerja Benyamin–Pilar, Umumkan Aksi Evaluasi di HUT Tangsel
500 RW Sudah Bergerak, Bandung Percepat Revolusi Pengelolaan Sampah
Bill Gates Kunjungi Sekolah di Jakarta, Apresiasi Program Makan Bergizi Gratis Prabowo

Berita Terkait

Minggu, 29 Maret 2026 - 21:32 WIB

Prabowo Awali Kunjungan ke Jepang, Fokus Perkuat Kerja Sama Teknologi dan Investasi

Minggu, 29 Maret 2026 - 17:25 WIB

Pemerintah Perkuat Sinkronisasi Kebijakan untuk Akselerasi Program Prioritas Presiden

Senin, 23 Februari 2026 - 10:07 WIB

Kontroversi Awardee LPDP, Pemerintah Tekankan Etika dan Komitmen Kebangsaan

Rabu, 4 Februari 2026 - 10:31 WIB

Menkeu Purbaya Optimistis Ekonomi Indonesia Tumbuh hingga 8 Persen, Fundamental Terus Diperkuat

Kamis, 15 Januari 2026 - 06:34 WIB

Resmikan 166 Sekolah Rakyat, Prabowo Sebut sebagai Terobosan Pengentasan Kemiskinan

Berita Terbaru