Sleman, Sorotnesia.com – Upaya membangun kebiasaan hidup sehat di lingkungan keluarga tidak selalu dimulai dari program besar. Di Kalurahan Tegaltirto, Kecamatan Berbah, Kabupaten Sleman, langkah sederhana justru ditempuh melalui gerakan membiasakan makan sayur di rumah.
Kesadaran itulah yang mendorong mahasiswa Departemen Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) terlibat dalam pendampingan Program GEBYUR (Gerakan Ibu Makan Sayur) bersama PKK Kalurahan Tegaltirto, Sabtu (4/4/2026). Pendampingan tersebut diarahkan untuk memperkuat perubahan perilaku konsumsi pangan sehat di tingkat keluarga, khususnya di Dusun Karang Wetan RT 04.
Kegiatan ini tidak sekadar menjadi forum sosialisasi kesehatan. Mahasiswa hadir untuk memantau sejauh mana kebiasaan mengonsumsi sayur mulai diterapkan warga setelah program dijalankan. Pendekatan tersebut dipilih karena rendahnya tingkat konsumsi sayur masih menjadi tantangan di berbagai daerah, termasuk di Tegaltirto.
Padahal, konsumsi sayur memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan tubuh. Kandungan serat, vitamin, dan mineral di dalamnya dibutuhkan untuk membantu menjaga daya tahan tubuh sekaligus mencegah berbagai penyakit tidak menular.
Program GEBYUR sendiri diluncurkan oleh PKK Kalurahan Tegaltirto pada (18/4/2026) sebagai gerakan yang menempatkan ibu rumah tangga sebagai motor perubahan pola konsumsi keluarga. Peran ibu dinilai strategis karena berkaitan langsung dengan pengaturan menu harian keluarga, termasuk kebiasaan makan anak.

Salah satu tokoh PKK Kalurahan Tegaltirto menyebutkan, gerakan ini lahir dari kondisi di lapangan yang menunjukkan masih banyak anak enggan mengonsumsi sayur.
“Awalnya banyak anak kecil yang tidak suka makan sayur, jadi dibuat Program GEBYUR untuk membangun pemahaman ibu akan pentingnya mengonsumsi sayur,” ujar salah satu tokoh PKK Kalurahan Tegaltirto.
Melalui pendampingan tersebut, mahasiswa Pendidikan IPS UNY memberikan edukasi mengenai pentingnya konsumsi sayuran sebagai bagian dari pola makan seimbang. Materi yang disampaikan mencakup kandungan gizi pada berbagai jenis sayuran, manfaat kesehatan jangka panjang, hingga pentingnya membangun kebiasaan makan sehat sejak usia dini.
Pendekatan edukasi dilakukan dengan bahasa sederhana agar mudah dipahami peserta. Diskusi juga diarahkan pada persoalan sehari-hari yang kerap dihadapi keluarga, seperti anak yang sulit makan sayur hingga cara mengolah bahan makanan agar tetap diminati anggota keluarga.

Tidak berhenti pada penyampaian materi, mahasiswa juga membagikan jurnal harian konsumsi sayur kepada peserta. Jurnal tersebut digunakan sebagai alat monitoring untuk mencatat kebiasaan makan keluarga setelah program berjalan.
Pendampingan berbasis pencatatan itu diharapkan dapat membantu warga melihat perkembangan pola konsumsi mereka secara lebih nyata. Dengan demikian, perubahan perilaku tidak hanya bersifat sesaat, tetapi perlahan menjadi rutinitas di rumah.
Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Anggota PKK tampak aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai tantangan membiasakan konsumsi sayur, terutama kepada anak-anak yang cenderung memilih makanan tertentu.
Dalam sesi diskusi, salah satu peserta yang juga Ketua RT 04 membagikan pengalaman sederhana yang diterapkan di rumahnya agar konsumsi sayur tetap berjalan tanpa terasa merepotkan.
“Menurut saya, memasak sayur sebaiknya dilakukan dalam jumlah yang cukup untuk sekali masak. Setelah disajikan sesuai porsi, sisa sayur dapat disimpan di dalam kulkas dan dihangatkan kembali saat akan dikonsumsi,” ujarnya.
Praktik sederhana tersebut menjadi contoh bagaimana kebiasaan makan sehat dapat dimulai dari pengelolaan makanan rumah tangga yang lebih efisien. Cara itu dinilai cukup membantu keluarga yang memiliki keterbatasan waktu dalam memasak sehari-hari.
Selain mengajak masyarakat rutin makan sayur, mahasiswa juga memberikan edukasi mengenai teknik pengolahan yang tepat agar kandungan gizi sayuran tetap terjaga. Hal ini dinilai penting mengingat masih banyak masyarakat yang belum memahami bahwa metode memasak tertentu dapat mengurangi kandungan nutrisi bahan makanan.
Mahasiswa menjelaskan bahwa pengolahan sayur yang baik bukan hanya menjaga kualitas gizi, tetapi juga dapat membuat tampilan makanan lebih menarik sehingga lebih mudah diterima anak-anak. Pendekatan tersebut diharapkan menjadi solusi praktis bagi orang tua dalam membangun kebiasaan makan sehat di rumah.
Kegiatan pendampingan Program GEBYUR turut mendapat arahan dari dosen pendamping UNY, yakni Agustina Tri Wijayanti dan Rusyda Nasyita Rahman. Keterlibatan akademisi menjadi bagian dari penguatan pembelajaran berbasis praktik sosial yang diterapkan kampus.
Bagi mahasiswa, keterlibatan dalam program tersebut menjadi pengalaman lapangan untuk memahami persoalan sosial secara langsung. Mereka tidak hanya belajar mengenai teori pemberdayaan masyarakat di ruang kelas, tetapi juga menyaksikan bagaimana perubahan perilaku kesehatan dibangun melalui pendekatan yang dekat dengan keseharian warga.
Di sisi lain, keberadaan mahasiswa di tengah masyarakat diharapkan dapat memperkuat edukasi kesehatan berbasis keluarga. Pendekatan sederhana yang digunakan membuat pesan kesehatan lebih mudah diterima dan diterapkan dalam aktivitas sehari-hari.
Kolaborasi antara mahasiswa dan kader PKK juga menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup sehat dapat dibangun melalui kerja bersama di tingkat komunitas. Gerakan kecil seperti membiasakan makan sayur dinilai memiliki dampak jangka panjang terhadap kualitas kesehatan keluarga.
Jika dilakukan secara konsisten, Program GEBYUR berpotensi menjadi model edukasi kesehatan masyarakat berbasis keluarga yang berkelanjutan. Kesadaran mengonsumsi sayur bukan lagi sekadar anjuran, melainkan kebiasaan yang tumbuh dari rumah dan diwariskan kepada anak-anak sejak dini.
Penulis : Dr. Agustina Tri Wijayanti, S.Pd., M.Pd , Rusyda Nasyita Rahman, S.Pd., M.Pd (Dosen) dan Arsihlika, Fia Pramita, Abidah Tanjung Assyifa, Izzul Iqbal Daru Dewantara (mahasiswa) | Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial | Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik | Universitas Negeri Yogyakarta
Editor : Anisa Putri









