Trenggalek, Sorotnesia.com – Kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Trenggalek, Sunyoto, secara resmi membuka Musyawarah Daerah (Musda) VI Dewan Pimpinan Daerah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPD LDII) Kabupaten Trenggalek. Kegiatan tersebut digelar di Gedung Bhawarasa, Trenggalek, Rabu (28/1/2026).
Pembukaan Musda ditandai dengan pemukulan gong oleh Sunyoto. Forum tertinggi organisasi tingkat daerah itu dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh masyarakat, serta jajaran pengurus LDII dari tingkat kabupaten hingga provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutannya, Sunyoto mengapresiasi kontribusi ormas Islam, termasuk LDII, dalam mendukung pembangunan daerah. Menurut dia, keberadaan organisasi kemasyarakatan yang aktif dan sejalan dengan arah kebijakan pemerintah daerah menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus mempercepat pembangunan.
“Peran ormas Islam dalam membantu pembangunan di Trenggalek sangat besar. Pemerintah daerah tentu mengapresiasi organisasi yang memiliki visi jelas dan berorientasi pada penguatan sumber daya manusia,” kata Sunyoto.
Ia menilai visi LDII yang menitikberatkan pada pembinaan sumber daya manusia profesional dan religius sejalan dengan arah pembangunan Kabupaten Trenggalek, yang mengusung cita-cita sebagai Kota Atraktif menuju Indonesia Emas 2045.
Sunyoto juga mengingatkan peserta Musda agar menjadikan forum musyawarah sebagai ruang evaluasi yang jujur dan konstruktif. Menurut dia, setidaknya terdapat tiga pilar penting yang harus menjadi perhatian, yakni pertanggungjawaban organisasi yang transparan, proses pemilihan pemimpin yang kredibel, serta penyusunan program kerja yang memberi dampak nyata bagi masyarakat.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Trenggalek demisioner, Suhariyanto, mengatakan Musda VI menjadi momentum strategis untuk mengevaluasi kinerja kepengurusan periode 2020–2025 sekaligus menentukan arah organisasi lima tahun ke depan.
“Hari ini kami menuntaskan amanah kepengurusan. Harapannya, kepemimpinan berikutnya mampu memperkuat sinergi dengan Pemerintah Kabupaten Trenggalek agar program LDII benar-benar beririsan dengan kebutuhan dan kemajuan daerah,” ujar Suhariyanto.
Dalam Musda tersebut, muncul dua nama yang diproyeksikan menjadi kandidat kuat Ketua DPD LDII Trenggalek periode berikutnya, yakni Sobirin dan Koko Triyanto. Proses pemilihan dijadwalkan berlangsung secara musyawarah sesuai mekanisme organisasi.
Mengusung tema “Penguatan SDM Profesional Religius”, LDII Trenggalek menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam membangun masyarakat yang berdaya saing, berakhlak, dan adaptif terhadap tantangan pembangunan di Bumi Menak Sopal.
Penulis : Arie
Editor : Intan Permata









