Mahasiswa KKN UNS Bangun Model Pemberdayaan Desa Berbasis Inovasi dan Kolaborasi di Tegalweru

- Redaksi

Kamis, 26 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pemaparan materi pada pelaksanaan program SAMBATE - Sampah Jadi Berkah, Lingkungan Bebas DBD. Foto: Pribadi

Pemaparan materi pada pelaksanaan program SAMBATE - Sampah Jadi Berkah, Lingkungan Bebas DBD. Foto: Pribadi

Malang, Sorotnesia.com – Desa tidak lagi dipandang sebagai wilayah pinggiran pembangunan. Melalui pendekatan kolaboratif dan inovatif, mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (UNS) yang tergabung dalam KKN UNS Kelompok 94 menghadirkan model pemberdayaan desa berbasis integrasi sektor pertanian, kesehatan, ekonomi digital, dan teknologi pemetaan di Desa Tegalweru, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang.

Selama 45 hari pelaksanaan program, sejak 6 Januari hingga 19 Februari 2026, para mahasiswa mengusung konsep Sustainable Smart Agro-Health Tourism Village, sebuah gagasan yang memadukan potensi lokal dengan inovasi berkelanjutan. Di bawah bimbingan dosen Andri Prasetyo, S.E., M.E., tim lintas disiplin ini merancang program yang tidak hanya menyentuh aspek ekonomi, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan, kesehatan masyarakat, dan literasi digital.

Ketua kelompok, Marcelina Kusumaningtyas Ari Widyastuti dari Program Studi Teknik Sipil, menjelaskan bahwa pendekatan yang digunakan menitikberatkan pada keberlanjutan.

“Kami tidak ingin program berhenti saat KKN selesai. Setiap kegiatan dirancang agar bisa diteruskan dan dikelola secara mandiri oleh masyarakat,” ujarnya.

Pelaksanaan program kerja Mini Farm Hidroponik:Serunya Bertani dari Botol. Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi pertanian perkotaan ramah lingkungan yang dilaksanakan di SMPN 1 Dau. Foto: Pribadi
Pelaksanaan program kerja Mini Farm Hidroponik:Serunya Bertani dari Botol. Kegiatan ini merupakan bentuk edukasi pertanian perkotaan ramah lingkungan yang dilaksanakan di SMPN 1 Dau. Foto: Pribadi

Salah satu fokus utama adalah penguatan ekonomi berbasis rumah tangga. Melalui pelatihan pengolahan minyak jelantah menjadi lilin aromaterapi, mahasiswa mendorong lahirnya produk kreatif bernilai jual. Marcelina yang juga menjadi penanggung jawab program tersebut menilai potensi ekonomi kreatif di tingkat desa sangat besar jika dikemas dengan inovasi.

“Produk sederhana bisa menjadi komoditas bernilai jika dikombinasikan dengan kreativitas dan pengemasan yang tepat,” katanya.

Transformasi ekonomi juga dilakukan melalui pendampingan digitalisasi UMKM. Program yang dipimpin Janu Narendra dari Prodi Ilmu Hukum ini membantu pelaku usaha mengakses sistem pembayaran non-tunai melalui QRIS. Pendampingan dilakukan secara langsung, mulai dari pendaftaran hingga implementasi.

Menurut Janu Narendra, adaptasi terhadap teknologi menjadi kunci daya saing UMKM di era ekonomi digital.

Baca Juga :  Dusun Maladan Makin Asri, Warga Apresiasi dan Dukung Penuh Program Penghijauan KKN UMBY

“Kami ingin pelaku usaha di desa tidak tertinggal dalam sistem transaksi modern,” jelasnya.

Tidak hanya sektor ekonomi, mahasiswa juga menaruh perhatian pada isu lingkungan. Program pembuatan pupuk organik cair (POC) dari limbah dapur yang dipimpin Muhammad Rifa’i dari Fakultas Pertanian menjadi langkah konkret dalam mengurangi sampah rumah tangga sekaligus mendukung pertanian berkelanjutan. Edukasi dilakukan melalui praktik langsung, sehingga warga memahami proses fermentasi dan manfaat pupuk organik bagi tanaman.

Pemetaan administrasi dan penggunaan lahan Desa Tegalweru berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan partisipatif. Foto: Pribadi
Pemetaan administrasi dan penggunaan lahan Desa Tegalweru berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan partisipatif. Foto: Pribadi

Sementara itu, aspek kesehatan masyarakat menjadi pilar penting lainnya. Frannanda Raydhika Lyfanni dari Fakultas Kedokteran menginisiasi edukasi kesehatan reproduksi bagi siswa sekolah dasar dan menengah. Kegiatan ini dikemas secara interaktif agar anak-anak memahami pentingnya menjaga diri dan edukasi menjaga kesehatan reproduksi.

“Edukasi sejak dini adalah bentuk perlindungan,” tegas Frannanda.

Upaya pencegahan penyakit berbasis lingkungan juga diwujudkan melalui program SAMBATE yang dipimpin Muhammad Rakha Mahaputra dari Prodi Teknik Sipil. Sosialisasi pencegahan demam berdarah dilakukan dengan pendekatan partisipatif, termasuk pembagian bubuk Abate dan edukasi 3M Plus kepada warga.

Pemetaan administrasi dan penggunaan lahan Desa Tegalweru berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan partisipatif. Foto: Pribadi
Pemetaan administrasi dan penggunaan lahan Desa Tegalweru berbasis Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan pendekatan partisipatif. Foto: Pribadi

Pendekatan berbasis data turut memperkuat arah pembangunan desa. Febrianto Anung Anindito dari Prodi Pendidikan Geografi memimpin pemetaan wilayah menggunakan Sistem Informasi Geografis (SIG). Peta desa yang dihasilkan mencakup batas wilayah, fasilitas umum, dan tata guna lahan, yang selanjutnya diserahkan kepada pemerintah desa sebagai referensi perencanaan pembangunan.

“Data spasial membantu desa membuat keputusan yang lebih tepat dan terarah,” ujarnya.

Kepala Desa Tegalweru, Budi Santoso, menilai program mahasiswa membawa perspektif baru dalam pengelolaan desa.

“Kami merasakan dampak langsung dari kegiatan ini. Ada peningkatan pengetahuan, keterampilan, dan wawasan baru bagi warga. Ini bukan sekadar program seremonial,” ungkapnya.

Ia menambahkan bahwa kolaborasi antara mahasiswa dan pemerintah desa membuka peluang pengembangan jangka panjang. Menurutnya, integrasi antara inovasi teknologi, penguatan ekonomi lokal, dan edukasi kesehatan menjadi fondasi penting menuju desa yang mandiri.

Baca Juga :  Lomba Soto Nusantara di Desa Binuang, Warga dan Mahasiswa KKN UNRI Gagas Kemandirian Ekonomi

Selain program-program tersebut, KKN UNS Kelompok 94 juga melaksanakan Generasi Cerdas Digital: Edukasi Literasi Digital bagi pemuda desa sebagai fondasi masyarakat yang bijak teknologi; Mini Farm Hidroponik: Serunya Bertani dari Botol untuk mengenalkan inovasi pertanian lahan sempit kepada siswa SMP; EcoFun: Seru Berkreasi dengan Ecoprint sebagai sarana kreativitas berbasis potensi hayati desa; serta program pendampingan belajar OASIS (Optimal Assistance for Students in Initial School): Belajar Bersama yang dilaksanakan secara rutin guna menjaga kualitas pendidikan dasar anak-anak Desa Tegalweru.

Rangkaian program ini mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Pemberdayaan UMKM dan inovasi produk berbasis limbah mendukung SDGs 8 tentang pekerjaan layak dan pertumbuhan ekonomi melalui penguatan ekonomi kreatif desa. Edukasi kesehatan reproduksi serta gerakan lingkungan bersih berkontribusi pada SDGs 3 tentang kehidupan sehat dan sejahtera.

Pendampingan belajar, literasi digital, hidroponik, dan ecoprint memperkuat SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas melalui pendekatan edukatif yang aplikatif. Pengelolaan lingkungan berbasis zero waste dan perencanaan desa berbasis pemetaan partisipatif mendukung SDGs 11 tentang permukiman berkelanjutan.

Seluruh program yang dijalankan KKN UNS Kelompok 94 menunjukkan bahwa pemberdayaan desa memerlukan pendekatan multidimensi. Dari dapur rumah tangga hingga pemetaan berbasis teknologi, dari literasi digital hingga edukasi kesehatan, setiap langkah kecil dirancang sebagai bagian dari sistem yang saling terhubung.

Model kolaborasi ini menjadi contoh bahwa perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam menjembatani ilmu pengetahuan dengan kebutuhan masyarakat. Desa Tegalweru pun kini memiliki fondasi yang lebih kuat untuk berkembang sebagai desa inovatif, adaptif terhadap perubahan, serta berorientasi pada keberlanjutan.


Penulis : Wira Pratama

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong Konservasi dan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNS Tanam Puluhan Bibit MPTS di Desa Gunungsari
Dari Limbah Jadi Penghasilan: Program GALANTARA DESA KKN UNS 67 Dorong Kemandirian Warga Kebondalem Lor
KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular
Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual
Akar Bambu Jadi Solusi, KKN 138 UNS Sosialisasikan Pembuatan PGPR Ramah Lingkungan kepada Petani Kadipiro, Sragen
Kreatif dan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN 144 UNS Ajak Kelompok Wanita Tani Olah Sampah Dapur Jadi POC
Kolaborasi Edukasi Digital, KKN UNS 157 Perkuat Literasi Anti-Penipuan Warga Watangasono
FGD KKN UNS Gandeng DPRD, Desa Lebak Dorong Penguatan UMKM dan SDM Muda

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:03 WIB

Dorong Konservasi dan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNS Tanam Puluhan Bibit MPTS di Desa Gunungsari

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:34 WIB

Mahasiswa KKN UNS Bangun Model Pemberdayaan Desa Berbasis Inovasi dan Kolaborasi di Tegalweru

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:30 WIB

Dari Limbah Jadi Penghasilan: Program GALANTARA DESA KKN UNS 67 Dorong Kemandirian Warga Kebondalem Lor

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:32 WIB

KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular

Senin, 23 Februari 2026 - 10:30 WIB

Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual

Berita Terbaru