Personal Branding Jadi Kunci, Mahasiswa Amikom Bantu UMKM Sleman Hadapi Tantangan Digital Lewat “Pop Your Brand”

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama narasumber dan peserta workshop “Pop Your Brand” di Gedung Dekranasda Sleman, 19 Juni 2025. Foto: Pribadi

Foto bersama narasumber dan peserta workshop “Pop Your Brand” di Gedung Dekranasda Sleman, 19 Juni 2025. Foto: Pribadi

Mahasiswa Ilmu Komunikasi Amikom Yogyakarta berkolaborasi dengan Dekranasda dan Rumah Kreatif Sleman menggelar workshop “Pop Your Brand” untuk memperkuat personal branding UMKM. Kegiatan ini mengusung edukasi praktis dan inspiratif bersama narasumber Dr. Hendi Pratama.

Yogyakarta, Sorotnesia.com – Dalam upaya mendukung keberlangsungan dan daya saing pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di tengah tantangan ekonomi, mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Amikom Yogyakarta menggelar workshop bertajuk “Pop Your Brand”.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi sarana edukasi, tetapi juga representasi dari sinergi antara akademisi, pemerintah, dan komunitas kreatif dalam mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.

Diselenggarakan pada 19 Juni 2025 di Gedung Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman, workshop ini diikuti oleh 25 pelaku UMKM dari berbagai sektor. Kegiatan ini terselenggara berkat kolaborasi antara Universitas Amikom, Dekranasda Sleman, dan Rumah Kreatif Sleman (RKS).

Dalam pembukaan acara, Ketua Panitia, Falah Rahman, menyampaikan apresiasinya kepada seluruh peserta atas antusiasme yang tinggi. Sementara itu, sambutan dari Dwi Wulandari, ST., M.Ec.Dev, selaku Kepala Bidang Perindustrian Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Sleman, menekankan pentingnya inovasi dalam branding sebagai respons atas lesunya daya beli masyarakat.

“UMKM adalah sektor yang paling merasakan dampak langsung dari fluktuasi ekonomi. Maka dari itu, memperkuat branding adalah salah satu strategi penting agar mereka tetap bertahan,” tutur Dwi Wulandari.

Workshop menghadirkan Dr. Hendi Pratama, akademisi, penulis, sekaligus pendiri platform edukasi Edutrans.id, sebagai narasumber utama. Dengan gaya komunikatifnya, ia mengajak peserta menyelami konsep personal branding sebagai fondasi penting dalam membangun hubungan emosional dengan konsumen dan meningkatkan nilai jual produk.

Baca Juga :  Otomatisasi Layanan Kesehatan: Mahasiswa UNPAM Kembangkan Sistem Informasi Klinik Pratama untuk Kementerian Kehutanan

Menurut Dr. Hendi, sebuah produk hanya akan memiliki nilai jika mampu menjawab kebutuhan nyata pasar dan dikemas dengan citra yang kuat.

“Tanpa penciptaan nilai dan strategi branding yang tepat, sebaik apa pun produk yang ditawarkan, tetap akan sulit menembus pasar,” tegasnya.

Sesi workshop berlangsung secara interaktif. Peserta diajak membangun koneksi melalui sesi perkenalan, dilanjutkan dengan pemaparan materi seputar branding digital. Fokus pembahasan meliputi: pentingnya konsistensi dalam membuat konten, teknik menulis yang menarik, pemilihan niche usaha, serta pemahaman algoritma media sosial untuk distribusi konten yang efektif.

Menariknya, Dr. Hendi juga mengaitkan materi dengan konsep dari buku The Personal MBA karya Josh Kaufman. Ia menguraikan lima elemen fundamental dalam membangun bisnis berkelanjutan: penciptaan nilai (value creation), pemasaran (marketing), penjualan (sales), penyampaian nilai (value delivery), dan manajemen keuangan (finance). Kelima elemen tersebut, menurutnya, harus dijalankan secara seimbang.

Untuk memperkuat pemahaman, peserta diberi tantangan menyusun Business Model Canvas (BMC) secara sederhana. Dalam sesi ini, tiga peserta berkesempatan mempresentasikan model bisnis mereka, yang sekaligus menjadi ajang berbagi inspirasi di antara pelaku UMKM.

Herry Murthala, ST., Penyuluh Perindustrian dan Perdagangan Ahli Madya dari Disperindag Sleman, turut hadir dan menutup kegiatan dengan apresiasi.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Terapkan Mesin Slicer Pisang untuk Dukung UMKM Kurnia di Pacet

“Kami sangat mengapresiasi mahasiswa Amikom yang telah menghadirkan kegiatan bermanfaat ini. UMKM perlu terus diberdayakan, dan kegiatan seperti ini menjadi bentuk dukungan nyata,” ucapnya.

Tak hanya penyelenggara dan pembicara, para peserta pun menunjukkan antusiasme tinggi. Salah satunya, Dhanie Prima Novita, menyebut workshop ini sebagai pengalaman belajar yang membuka wawasan baru.

“Terima kasih kepada tim Amikom. Banyak ilmu praktis yang langsung bisa saya aplikasikan dalam usaha,” ujarnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Harry Ros Miyati, pelaku UMKM yang mengaku kesulitan dalam urusan branding.

“Saya memang menantikan pelatihan seperti ini. Branding itu krusial, apalagi di era digital. Saya berharap kegiatan seperti ini bisa diadakan lebih sering,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar program kampus, workshop “Pop Your Brand” mencerminkan semangat kolaboratif dalam menciptakan perubahan positif di sektor ekonomi lokal. Mahasiswa tidak hanya belajar teori komunikasi, tetapi juga mengimplementasikan ilmu tersebut dalam bentuk kontribusi nyata bagi masyarakat.

Kolaborasi antara kampus, pemerintah daerah, dan komunitas seperti RKS menunjukkan bahwa dukungan terhadap UMKM tidak harus datang dari kebijakan besar semata, melainkan bisa dimulai dari inisiatif kecil yang berdampak besar.

Kegiatan ini juga menjadi bukti bahwa penguatan personal branding dapat menjadi alat penting untuk mempertahankan eksistensi dan memperluas pasar usaha mikro, khususnya di Sleman.

Penulis : Fitriani | Mahasiswa Universitas Amikom Yogyakarta

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu
Mahasiswa KKN Undip Dorong Desa Penangkan Lebih Informatif lewat Media Visual dan Komunikasi
Dari Lahan hingga Literasi Keuangan, KKN-PPM 18 UMBY Dorong Warga Dusun Bono Lebih Mandiri Penuhi Kebutuhan Pangan
KKN 154 UNS Kenalkan Vertical Garden dan Ecoprint kepada Siswa SDN Pucangrejo
HUT ke-81 RI, Ketua GEMABUDHI Jambi Ajak Generasi Muda Buddhis Perkuat Persatuan dan Kontribusi bagi Bangsa
Bank Sampah Jadi Upaya KKN UIN Walisongo Dorong Warga Pedalangan Kelola Sampah
KKN 233 UNS 2026 Desa Sumberharjo Kapanewon Prambanan Perkuat  Produktivitas Pertanian Berkelanjutan melalui Pemberdayaan Kelompok Tani dengan Inovasi Alat Tabur Pupuk Berbahan Pipa PVC
Mahasiswa KKN UMBY Ajak Anak TK Belajar Menabung lewat Celengan Hasil Karya Sendiri

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 19:05 WIB

KKN Literasi 123 UNS Dorong Digitalisasi UMKM dan Penguatan Karakter Anak di Desa Sedayu

Kamis, 20 Agustus 2026 - 13:40 WIB

Mahasiswa KKN Undip Dorong Desa Penangkan Lebih Informatif lewat Media Visual dan Komunikasi

Selasa, 18 Agustus 2026 - 20:33 WIB

Dari Lahan hingga Literasi Keuangan, KKN-PPM 18 UMBY Dorong Warga Dusun Bono Lebih Mandiri Penuhi Kebutuhan Pangan

Selasa, 18 Agustus 2026 - 10:41 WIB

KKN 154 UNS Kenalkan Vertical Garden dan Ecoprint kepada Siswa SDN Pucangrejo

Senin, 17 Agustus 2026 - 19:10 WIB

HUT ke-81 RI, Ketua GEMABUDHI Jambi Ajak Generasi Muda Buddhis Perkuat Persatuan dan Kontribusi bagi Bangsa

Berita Terbaru