KKN sebagai Strategi Baru Pengentasan Kemiskinan, Kampus Diminta Lebih Aktif Berperan

- Redaksi

Rabu, 2 Juli 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menko PMK Abdul Muhaimin Iskandar mendorong perguruan tinggi aktif dalam pengentasan kemiskinan melalui KKN. Mahasiswa diharapkan mampu memberdayakan masyarakat dengan pendekatan ilmiah. Pemerintah menargetkan nol persen kemiskinan ekstrem pada 2026.

Jakarta, Sorotnesia.com – Pemerintah kembali menekankan pentingnya peran perguruan tinggi dalam upaya pengentasan kemiskinan, terutama melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Desa, Abdul Muhaimin Iskandar, menyampaikan bahwa kampus harus menjadi motor penggerak pemberdayaan masyarakat, sejalan dengan fungsi tridharma perguruan tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat.

Dalam keterangannya di Jakarta pada Minggu, 26 Juni 2025, Muhaimin menekankan bahwa mahasiswa, melalui KKN, dapat terlibat aktif dalam program-program konkret yang berdampak langsung kepada masyarakat miskin di desa maupun wilayah tertinggal. Menurutnya, pelibatan mahasiswa tidak hanya memperkuat fungsi sosial kampus, tetapi juga menjadi bagian dari strategi nasional menurunkan angka kemiskinan.

“Kampus memiliki kewajiban dalam pengabdian masyarakatnya melalui KKN untuk ikut serta mengentaskan kemiskinan. Orkestrasi program KKN secara sistematis akan mempercepat penurunan angka kemiskinan,” ujar Muhaimin.

Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa pemberdayaan masyarakat dapat dilakukan dengan pendekatan yang sesuai dengan disiplin ilmu para mahasiswa. Artinya, setiap mahasiswa memiliki potensi kontribusi yang unik, tergantung pada bidang keahlian yang mereka pelajari selama kuliah.

“Dengan temuan-temuan ilmiahnya, mahasiswa harus menjadi bagian integral dalam upaya mengatasi kemiskinan. Ini bukan hanya bentuk pengabdian, tetapi juga aplikasi dari ilmu pengetahuan yang mereka miliki,” tambahnya.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS 74 Edukasi Warga Desa Gunungsari Olah Limbah Sayuran Menjadi Ecoenzyme

Muhaimin juga mencontohkan langkah konkret yang tengah dilakukan, yakni menggandeng Universitas Pendidikan Ganesha (Undiksha) dan Universitas Udayana di Bali untuk mengarahkan kegiatan KKN mereka secara spesifik dalam upaya pengentasan kemiskinan. Ia berharap, kolaborasi ini bisa menjadi contoh bagi universitas lain di seluruh Indonesia.

Lebih jauh lagi, Kemenko PMK kini tengah memperkuat orkestrasi lintas sektor demi menurunkan kemiskinan ekstrem hingga nol persen pada tahun 2026.

Salah satu instrumen kebijakan yang tengah disosialisasikan adalah Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pelaksanaan Pengentasan Kemiskinan dan Penghapusan Kemiskinan Ekstrem.

Melalui Inpres tersebut, seluruh lembaga pemerintah, termasuk kementerian/lembaga teknis dan pemerintah daerah, diminta memperkuat sinergi. Kampus didorong untuk menjadi bagian penting dalam rantai solusi, karena dinilai memiliki sumber daya intelektual dan sosial yang mumpuni.

Di sisi lain, pendekatan melalui KKN dinilai sebagai langkah yang paling strategis. Tidak hanya menjembatani mahasiswa dengan realitas sosial masyarakat, KKN juga menjadi medium untuk menerjemahkan gagasan ilmiah ke dalam praktik langsung yang menyentuh akar persoalan.

“Kami ingin menciptakan ekosistem pemberdayaan yang efektif dan inklusif. Mahasiswa harus menjadi agen perubahan, bukan hanya sekadar pelengkap dalam pembangunan,” tegas Muhaimin.

Baca Juga :  Dedikasi Ibu Susilawati Dikenang, KKM 22 UNIBA Banjarnegara Gelar Perpisahan dan Serahkan Hibah Fasilitas TPQ

Ia juga mengajak semua lapisan masyarakat untuk ikut serta dalam upaya ini. Bagi Muhaimin, pengentasan kemiskinan bukan semata tugas pemerintah, tetapi kerja bersama yang menuntut peran aktif berbagai unsur bangsa, termasuk generasi muda dan civitas akademika.

Namun, tantangan dalam pelaksanaan program ini juga tidak sedikit. Beberapa di antaranya adalah koordinasi antara kampus dan pemerintah daerah, kesiapan infrastruktur di lokasi KKN, serta keterbatasan durasi program yang sering kali tidak cukup untuk menciptakan perubahan yang berkelanjutan. Oleh karena itu, diperlukan desain program yang lebih adaptif dan berorientasi pada dampak jangka panjang.

Di sisi lain, program ini juga membuka peluang besar untuk membangun jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan nyata masyarakat. KKN bisa menjadi wadah pembelajaran sosial yang luar biasa bagi mahasiswa, sekaligus menghadirkan solusi kreatif dan aplikatif untuk mengatasi masalah struktural di masyarakat.

Dengan semakin diperluasnya cakupan dan integrasi program KKN ke dalam strategi nasional pengentasan kemiskinan, diharapkan upaya ini akan menghasilkan dampak yang lebih luas dan merata.

Pemerintah berharap kampus-kampus di seluruh Indonesia segera menyelaraskan program KKN mereka agar tidak hanya bersifat formalitas, melainkan membawa kontribusi nyata bagi masyarakat miskin.

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”
Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan
KIPSMARTS UNS: Upaya Nyata Mahasiswa untuk Mendukung SDGs 1 dan 4 melalui Penyebaran Informasi Beasiswa KIP Kuliah
Mahasiswa KKN UNS 112 Gelar Pelatihan AutoCAD untuk Perkuat Perencanaan Infrastruktur Desa Binade

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44 WIB

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore

Selasa, 5 Mei 2026 - 11:02 WIB

Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API

Jumat, 24 April 2026 - 16:52 WIB

Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terbaru

Opini

Terorisme dan Ancaman Nyata bagi Kehidupan Bangsa

Senin, 25 Mei 2026 - 23:28 WIB