Magelang, Sorotnesia.com – Kelompok KKN 74 Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menggelar program pengabdian masyarakat bertajuk literasi keuangan rumah tangga bagi keluarga petani di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Kegiatan ini berlangsung pada Sabtu 17 Januari 2026 di kediaman Kepala Dusun Gugu 2.
Program tersebut menyasar ibu rumah tangga yang selama ini berperan penting dalam mengatur keuangan keluarga. Melalui edukasi ini, mahasiswa KKN berupaya memperkuat ketahanan ekonomi keluarga petani dengan membekali warga kemampuan mengelola pendapatan secara lebih terencana.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertema “Literasi dan Pengelolaan Keuangan Rumah Tangga bagi Keluarga Petani dalam Mendukung Desa Tanpa Kemiskinan.” Mahasiswa menilai literasi keuangan menjadi keterampilan dasar yang perlu dimiliki masyarakat desa, terutama di tengah kondisi ekonomi yang dinamis dan pendapatan petani yang cenderung tidak menentu.
Salah satu anggota KKN 74 UNS, Widya Nugraheni, menjelaskan bahwa materi yang diberikan mencakup pemahaman dasar mengenai pengelolaan keuangan keluarga, pentingnya menyiapkan dana darurat, hingga praktik sederhana seperti pencatatan arus kas rumah tangga.
Selain itu, peserta juga diajak mempelajari cara mengalokasikan pendapatan hasil pertanian secara lebih bijak, menyusun daftar belanja, serta membangun kebiasaan disiplin dalam mencatat pemasukan dan pengeluaran.
“Harapan kami, ibu-ibu di Dusun Gugu 2 dapat mulai membiasakan diri menyisihkan sebagian pendapatan sebagai dana darurat. Hal ini penting agar keluarga tidak bergantung pada pinjaman ketika muncul kebutuhan mendadak,” ujar Widya.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari warga. Selama sesi berlangsung, para peserta terlihat aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman mengenai kebiasaan mereka dalam mengatur keuangan sehari-hari.
Salah satu peserta, Rumini (33), mengaku selama ini kesulitan menahan diri saat berbelanja meskipun sudah membuat daftar kebutuhan. Ia berharap materi yang diperoleh dapat membantu dirinya lebih disiplin dalam mengelola keuangan keluarga.
“Saya sering merasa boros saat belanja, meskipun sudah punya catatan apa yang mau dibeli. Dengan adanya sosialisasi ini, saya ingin mencoba menerapkan caranya supaya keuangan rumah tangga lebih tertata dan tidak asal belanja,” kata Rumini.
Peserta lain, Ira (27), menambahkan bahwa tantangan utama bagi keluarga petani adalah ketidakpastian pendapatan. Dalam beberapa waktu, hasil panen bisa mencukupi kebutuhan, namun pada masa tertentu pemasukan menurun sementara kebutuhan rumah tangga tetap berjalan.
Menurut Ira, sosialisasi ini memberikan pemahaman baru bahwa pengelolaan keuangan tidak selalu bergantung pada besar kecilnya pendapatan, melainkan pada cara mengatur dan memprioritaskan kebutuhan.
Melalui kegiatan ini, Kelompok KKN 74 UNS berharap masyarakat, khususnya keluarga petani di Desa Gunungsari, dapat membangun kebiasaan pengelolaan keuangan rumah tangga yang lebih sehat dan mandiri. Program tersebut juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa dalam mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya pada upaya pengentasan kemiskinan di tingkat desa.
Penulis : Mahasiswa KKN 74 UNS
Editor : Intan Permata









