Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Terapkan Mesin Slicer Pisang untuk Dukung UMKM Kurnia di Pacet

- Redaksi

Jumat, 16 Januari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan Program KKN Sub Kelompok 1 (R11) pada UMKM Kurnia. Foto: Tim Dokumentasi Sub Kelompok 1 (R11)

Pelaksanaan Program KKN Sub Kelompok 1 (R11) pada UMKM Kurnia. Foto: Tim Dokumentasi Sub Kelompok 1 (R11)

Mojokerto, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas 17 Agustus 1945 (UNTAG) Surabaya menerapkan teknologi tepat guna berupa mesin slicer pisang untuk mendukung peningkatan produksi UMKM Kurnia di Desa Bendungan Jati, Kecamatan Pacet, Kabupaten Mojokerto. Program ini dilaksanakan pada periode 7–18 Januari 2026 sebagai bagian dari pengabdian kepada masyarakat.

Kegiatan tersebut diarahkan untuk menjawab persoalan limbah pisang hasil sortasi bahan baku yang selama ini belum dimanfaatkan secara optimal oleh UMKM Kurnia. Pisang yang tidak memenuhi standar penjualan umumnya terbuang, meskipun masih layak diolah menjadi produk bernilai tambah, seperti keripik pisang.

Tim KKN UNTAG Surabaya menilai persoalan utama yang dihadapi UMKM Kurnia bukan pada ketersediaan bahan baku, melainkan keterbatasan alat produksi. Proses pengirisan pisang masih dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu lama, tenaga besar, dan menghasilkan irisan yang tidak seragam. Kondisi tersebut berdampak pada rendahnya kapasitas produksi dan kualitas produk.

Berdasarkan temuan tersebut, mahasiswa KKN merancang dan menerapkan mesin slicer pisang sebagai solusi produksi. Mesin ini dirancang untuk membantu proses pengirisan pisang secara lebih cepat, efisien, dan seragam sehingga limbah pisang hasil sortasi dapat diolah kembali menjadi produk komersial.

Kegiatan KKN ini berada di bawah bimbingan Dosen Pendamping Lapangan (DPL), Dr. Tan Evan Tandiyono, SE., S.Pd.K., M.PSDM., CHCM., CKWU. Adapun tim mahasiswa yang terlibat terdiri atas Aloysius Lionel Moise, Kamalya Gavra Jacinda, Odilia Taek, Shinta Rizki Oktaviani, dan Muhammad Ridho Fahreza.

Baca Juga :  MPASI Bergaya Jepang dengan Bahan Lokal: Inovasi Sehat untuk Tumbuh Kembang Anak

Pelaksanaan program dilakukan secara bertahap dan terstruktur. Tahap pertama adalah pengenalan teknologi kepada pemilik dan pekerja UMKM Kurnia. Pada tahap ini, mahasiswa menjelaskan fungsi mesin, prinsip kerja, komponen utama, serta prosedur keselamatan kerja. Penjelasan difokuskan pada sistem pemotongan dan mekanisme penggerak agar mitra memahami cara kerja alat secara menyeluruh.

Tahap kedua berupa pelatihan operasional mesin. Mahasiswa KKN mendampingi mitra UMKM secara langsung dalam proses penggunaan mesin, mulai dari persiapan bahan baku, pengaturan ketebalan irisan, proses pemotongan, hingga pembersihan dan perawatan alat. Metode pelatihan dilakukan secara praktik langsung agar mitra mampu mengoperasikan mesin secara mandiri setelah program KKN berakhir.

Tahap terakhir adalah evaluasi kinerja mesin slicer pisang. Evaluasi dilakukan untuk menilai efektivitas dan efisiensi alat dalam menunjang proses produksi. Aspek yang dievaluasi meliputi kecepatan pemotongan, keseragaman hasil irisan, kemudahan pengoperasian, serta dampaknya terhadap peningkatan kapasitas produksi dan pengurangan pemborosan bahan baku.

Evaluasi Mesin Slicer Pisang. Foto: Tim Dokumentasi Sub Kelompok 1 (R11)
Evaluasi Mesin Slicer Pisang. Foto: Tim Dokumentasi Sub Kelompok 1 (R11)

Dalam proses evaluasi, tim KKN juga melakukan penyempurnaan teknis pada mesin, antara lain dengan penajaman mata pisau dan pengaturan ulang posisi pisau. Langkah tersebut dilakukan untuk memperoleh ketebalan irisan yang sesuai dengan kebutuhan UMKM Kurnia dan standar produk keripik pisang.

Baca Juga :  Universitas Indonesia dan University of Toronto Perkuat Kerja Sama di Bidang Riset Multidisiplin

Dosen Pendamping Lapangan, Dr. Tan Evan Tandiyono, mengapresiasi kinerja mahasiswa KKN yang dinilai mampu menghadirkan solusi konkret bagi pelaku UMKM. Menurut dia, program tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengidentifikasi persoalan lapangan sekaligus merumuskan solusi berbasis teknologi yang aplikatif.

“Penerapan mesin slicer pisang ini merupakan contoh inovasi tepat guna yang berdampak langsung pada efisiensi dan produktivitas UMKM. Program seperti ini penting untuk terus dikembangkan agar pengabdian masyarakat tidak berhenti pada konsep, tetapi menghasilkan manfaat nyata,” ujar Tan Evan.

Apresiasi serupa disampaikan pemilik UMKM Kurnia, Iwan. Ia menyebut kehadiran mesin slicer pisang sangat membantu proses produksi yang selama ini menjadi kendala utama. “Pengirisan pisang sekarang jauh lebih cepat dan hasilnya lebih seragam. Ini membantu kami meningkatkan kapasitas produksi sekaligus kualitas keripik pisang,” katanya.

Melalui penerapan mesin slicer pisang, UMKM Kurnia diharapkan mampu memanfaatkan limbah pisang hasil sortasi secara lebih optimal, meningkatkan efisiensi produksi, serta memperkuat daya saing usaha. Program KKN ini menjadi contoh sinergi antara perguruan tinggi dan masyarakat dalam mendorong inovasi teknologi sederhana untuk penguatan ekonomi lokal di wilayah pedesaan.


Penulis : Aloysius Lionel Moise | Prodi Teknik Industri | Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru

Ilustrasi sawah dan industri

Opini

Karawang Makin Dipenuhi Pabrik, Bagaimana Nasib Sawahnya?

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:30 WIB