Karanganyar, Sorotnesia.com – Tim mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) mendorong transformasi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Bejen, Kecamatan Karanganyar, Kabupaten Karanganyar, melalui penguatan digitalisasi dan literasi keuangan. Upaya ini dilakukan melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak Tahun 2025 yang berlangsung sejak Agustus 2025 hingga Januari 2026.
Program tersebut menyasar UMKM yang tersebar di lima lingkungan Desa Bejen, yakni Kadipiro, Tegalasri, Wonorejo, Munggur, dan Jengglong. Tim mahasiswa memulai kegiatan dengan melakukan pendataan secara langsung ke pelaku usaha menggunakan metode door to door. Langkah ini bertujuan memetakan potensi usaha sekaligus mengidentifikasi persoalan yang dihadapi UMKM, terutama terkait pemasaran dan pemanfaatan teknologi digital.
Dari hasil pendataan, tim menemukan bahwa sebagian besar pelaku UMKM masih bergantung pada pola pemasaran konvensional. Pemanfaatan media sosial, marketplace, dan sistem pembayaran digital belum dilakukan secara optimal. Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor yang membatasi jangkauan pasar dan perkembangan usaha.
Merespons temuan itu, tim hibah UNS merancang serangkaian program pendampingan yang berfokus pada penguatan kapasitas UMKM. Kegiatan yang dilakukan antara lain pembuatan konten promosi, desain media pemasaran seperti MMT dan katalog produk, serta pendampingan penggunaan media sosial dan platform marketplace untuk pemasaran.
Salah satu kegiatan utama adalah Sosialisasi Peningkatan Daya Saing UMKM melalui Digitalisasi dan Literasi Keuangan yang digelar di Aula Kecamatan Karanganyar. Kegiatan ini menghadirkan narasumber dari kalangan praktisi usaha dan perbankan, termasuk Bank BRI. Materi yang disampaikan mencakup pengelolaan keuangan usaha, pemanfaatan sistem pembayaran digital berbasis QRIS, serta strategi pemasaran digital yang mudah diterapkan oleh pelaku UMKM.
“Digitalisasi menjadi kebutuhan penting bagi UMKM agar mampu bertahan dan berkembang. Pemanfaatan QRIS dan media digital dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperluas jangkauan pasar,” ujar salah satu narasumber dalam kegiatan tersebut.
Selain sosialisasi, mahasiswa UNS juga melakukan pendampingan langsung kepada pelaku UMKM. Pendampingan itu meliputi pembuatan akun QRIS, pendaftaran lokasi usaha di Google Maps, pembuatan akun marketplace Shopee, hingga survei potensi lokasi pemasaran produk di wilayah Solo Raya. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan profesionalisme usaha dan membuka akses pasar yang lebih luas.
Program hibah ini tidak hanya berfokus pada penguatan sektor ekonomi. Tim mahasiswa juga melaksanakan kegiatan sosial berupa Posyandu Lansia di Lingkungan Kadipiro. Kegiatan tersebut mencakup pemeriksaan kesehatan, pendampingan emosional, serta siraman rohani bagi para lansia, dan mendapat respons positif dari warga setempat.
Ketua tim pelaksana menyatakan bahwa program ini menjadi media pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa.
“Melalui Program Hibah Pembelajaran Berdampak, kami tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga terjun langsung ke masyarakat untuk memahami persoalan UMKM dan berkontribusi nyata dalam pembangunan desa,” ujarnya.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, mahasiswa UNS berharap UMKM Desa Bejen semakin siap beradaptasi dengan perkembangan ekonomi digital dan mampu meningkatkan daya saing secara berkelanjutan. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, pelaku UMKM, dan mitra pendukung diharapkan dapat terus diperkuat guna mendorong pembangunan desa yang inklusif dan berdaya.
Penulis : Afrizqa Hameyza Arrizqi, Arifin Ginayanto Putra, Arum Novitasari | Porgram Studi Pendidikan Ekonomi | Universitas Sebelas Maret (UNS)
Editor : Anisa Putri









