Sampang, Sorotnesia.com – Waduk Klampis di Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, Madura, kian menegaskan perannya sebagai infrastruktur vital bagi masyarakat. Waduk ini tidak hanya menjadi penopang utama kebutuhan air pertanian, tetapi juga mulai dilirik sebagai ruang publik dan destinasi wisata lokal berbasis warga.
Waduk Klampis dibangun sebagai bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mengantisipasi kekeringan yang kerap melanda wilayah Sampang, terutama saat musim kemarau panjang. Selama bertahun-tahun, ketergantungan petani pada curah hujan membuat hasil pertanian rentan gagal panen. Kehadiran waduk ini perlahan mengubah kondisi tersebut.
Air dari Waduk Klampis dimanfaatkan untuk mengairi lahan pertanian, khususnya sawah tadah hujan yang mendominasi kawasan Kedungdung. Dengan sistem aliran yang lebih teratur, petani kini memiliki cadangan air yang relatif stabil meski curah hujan menurun.
Hasan, petani setempat, mengatakan kondisi pertanian di desanya jauh lebih baik sejak waduk beroperasi. “Sebelum ada waduk, kami sering gagal panen karena kekurangan air. Sekarang aliran ke sawah lebih terjaga. Walaupun kemarau, masih bisa bertahan,” ujarnya saat ditemui di sekitar waduk, Jumat, 2 Januari 2026.
Selain untuk pertanian, Waduk Klampis juga menjadi sumber air bagi sebagian kebutuhan rumah tangga warga. Air waduk dimanfaatkan untuk keperluan nonkonsumsi seperti mencuci dan kebutuhan domestik lainnya. Fungsi ganda tersebut menjadikan waduk ini memiliki nilai strategis dalam menopang kehidupan sehari-hari masyarakat Kedungdung.
Aktivitas memancing turut menjadi daya tarik tersendiri di Waduk Klampis. Setiap hari, terutama pada sore hingga akhir pekan, warga dari berbagai usia memadati tepi waduk dengan alat pancing. Ikan air tawar yang hidup di waduk tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga sumber tambahan penghasilan bagi sebagian warga yang menjual hasil tangkapan.
Di luar fungsi ekonominya, kawasan Waduk Klampis perlahan berkembang menjadi ruang rekreasi sederhana. Warga datang bersama keluarga untuk menikmati pemandangan perairan, menghirup udara sore, atau sekadar bersantai.
“Kalau sore ramai, apalagi hari libur. Pemandangannya bagus dan anginnya sejuk,” kata Firdaus, warga Kedungdung yang rutin berkunjung ke waduk.
Namun, potensi wisata Waduk Klampis dinilai belum dikelola secara optimal. Fasilitas pendukung masih terbatas. Area parkir belum tertata, tempat duduk minim, dan pengelolaan kebersihan belum maksimal. Sampah plastik masih ditemukan di sejumlah titik di sekitar waduk, yang dikhawatirkan mencemari perairan dan merusak lingkungan.
Pemerhati lingkungan setempat, Ahmad Fauzi, menilai pengelolaan Waduk Klampis harus mengedepankan prinsip keberlanjutan. Menurut dia, waduk tidak boleh semata dilihat sebagai infrastruktur teknis, melainkan sebagai aset lingkungan jangka panjang.
“Jika ingin dikembangkan sebagai wisata, perlu aturan yang jelas agar ekosistem tetap terjaga,” ujarnya.
Fauzi menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan dan kelestarian waduk. Tanpa kesadaran bersama, potensi ekonomi dan lingkungan yang dimiliki Waduk Klampis justru berisiko menimbulkan masalah baru.
Sementara itu, pemerintah desa setempat menyatakan terbuka terhadap pengembangan Waduk Klampis sebagai destinasi wisata lokal berbasis masyarakat. Meski demikian, rencana tersebut masih memerlukan dukungan lintas sektor, termasuk pemerintah daerah dan partisipasi warga.
“Kami berharap ke depan Waduk Klampis bisa lebih tertata. Selain membantu petani, juga dapat menambah ekonomi warga jika dikelola dengan baik,” ujar salah satu perangkat Desa Kedungdung.
Keberadaan Waduk Klampis menjadi gambaran pentingnya infrastruktur air dalam menjaga ketahanan pangan dan kesejahteraan masyarakat. Dengan pengelolaan yang tepat, waduk ini berpotensi berkembang tidak hanya sebagai sumber air, tetapi juga sebagai ruang publik yang produktif, lestari, dan memberi manfaat berkelanjutan bagi masyarakat Kabupaten Sampang.
Penulis : Sultan Aditya Putra | Mahasiswa Ilmu Konunikasi | Universitas Trunojoyo Madura
Editor : Fadli Akbar









