Mahasiswa KKN UNS 74 Edukasi Warga Desa Gunungsari Olah Limbah Sayuran Menjadi Ecoenzyme

- Redaksi

Minggu, 8 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok KKN UNS 74 bersama Kelompok Wanita Tani Puspita Arum Desa Gunungsaridok. Foto: KKN 74 UNS

Kelompok KKN UNS 74 bersama Kelompok Wanita Tani Puspita Arum Desa Gunungsaridok. Foto: KKN 74 UNS

Magelang, Sorotnesia.com – Limbah sayuran yang selama ini kerap menjadi sumber masalah lingkungan mulai diolah menjadi produk bermanfaat oleh warga Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) 74 Universitas Sebelas Maret (UNS), mahasiswa mengedukasi masyarakat untuk mengolah sampah organik menjadi ecoenzyme yang memiliki berbagai kegunaan.

Kegiatan pelatihan tersebut dilaksanakan pada 17 Januari 2026 bersama Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspita Arum di Dusun Gugu 2. Program ini digagas oleh Fanny Rahmania, mahasiswa Program Studi Pengelolaan Hutan, Fakultas Pertanian UNS, dengan pendampingan dosen pembimbing lapangan Raden Kunto Adi, S.P., M.P.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berupaya mendorong masyarakat agar lebih bijak mengelola limbah rumah tangga, khususnya sisa sayuran yang selama ini sering dibuang begitu saja.

Program tersebut juga selaras dengan beberapa target Sustainable Development Goals (SDGs), antara lain tujuan ke-11 tentang kota dan permukiman berkelanjutan, tujuan ke-12 mengenai konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab, serta tujuan ke-17 tentang kemitraan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan.

Dalam kegiatan itu, peserta terlebih dahulu mendapatkan pemaparan materi mengenai ecoenzyme, mulai dari pengertian, manfaat, hingga proses pembuatannya. Ecoenzyme merupakan cairan serbaguna hasil fermentasi limbah organik seperti sisa sayuran atau buah-buahan yang dicampur dengan molase atau gula merah dan air bersih.

Baca Juga :  KKN UIN Walisongo Dukung Program Cek Kesehatan Gratis di Desa Butuh untuk Tingkatkan Kesejahteraan Masyarakat
Proses pembuatan ecoenzyme bersama Kelompok Wanita Tani Puspita Arum Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS
Proses pembuatan ecoenzyme bersama Kelompok Wanita Tani Puspita Arum Desa Gunungsari. Foto: KKN 74 UNS

Proses pembuatannya menggunakan komposisi sederhana, yakni satu bagian gula, tiga bagian sampah organik segar, dan sepuluh bagian air. Campuran tersebut kemudian dimasukkan ke dalam wadah tertutup, seperti galon bekas, untuk difermentasi selama sekitar tiga bulan atau 90 hari.

Hasil fermentasi ini memiliki berbagai manfaat. Cairan ecoenzyme dapat dimanfaatkan sebagai pupuk cair organik, pembersih lantai alami, hingga pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan dibandingkan produk berbahan kimia.

Setelah sesi sosialisasi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik langsung. Peserta dibagi menjadi lima kelompok, dan masing-masing kelompok membuat satu galon ecoenzyme menggunakan limbah sayuran yang telah disiapkan.

Mahasiswa KKN juga menjelaskan indikator keberhasilan proses fermentasi. Ecoenzyme yang berhasil biasanya memiliki aroma asam segar, tidak berbau busuk, serta muncul lapisan jamur putih atau tekstur menyerupai jeli di permukaan cairan.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari para peserta. Mereka terlihat aktif berdiskusi sekaligus mencoba langsung proses pembuatan ecoenzyme.

“Terima kasih, saya sangat senang mendapat ilmu baru ini. Bahan-bahannya mudah didapat. Nanti saya akan mencoba membuatnya sendiri di rumah,” ujar Triningsih (38), anggota KWT Puspita Arum Dusun Gugu 2.

Baca Juga :  Mahasiswa Kukerta UNRI Pererat Silaturahmi Warga Desa Belading Lewat Peringatan Hari Sumpah Pemuda

Program edukasi ini tidak hanya memberikan pengetahuan baru bagi masyarakat, tetapi juga membuka peluang pemanfaatan limbah organik secara lebih produktif. Dengan mengolah sisa sayuran menjadi ecoenzyme, volume sampah organik yang berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dapat dikurangi.

Selain berdampak pada lingkungan, penggunaan ecoenzyme juga berpotensi membantu warga menekan pengeluaran rumah tangga. Produk tersebut dapat menggantikan sebagian kebutuhan pupuk dan bahan pembersih yang biasanya dibeli di pasaran.

Hal ini dinilai relevan dengan kondisi Desa Gunungsari yang mayoritas warganya berprofesi sebagai petani sayuran. Ketersediaan limbah sayuran sebagai bahan baku ecoenzyme relatif melimpah dan mudah diperoleh setiap hari.

Mahasiswa KKN UNS 74 berharap praktik pembuatan ecoenzyme yang telah diperkenalkan ini dapat terus berlanjut secara mandiri oleh warga Dusun Gugu 2. Ke depan, kegiatan serupa juga diharapkan dapat diperluas ke dusun-dusun lain di Desa Gunungsari sebagai bagian dari upaya membangun pengelolaan lingkungan berkelanjutan di tingkat desa.

Penulis : mahasiswa KKN 74 UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang
Mahasiswa KKN UNS Rebranding Identitas Visual Karang Taruna Manunggal Jaya di Desa Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS Dorong Digitalisasi Keuangan BUMDes dan Tertib Administrasi Kelompok Tani di Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS 74 Manfaatkan Galon Bekas untuk Hidroponik, Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Magelang
Latih Keterampilan Bernilai Ekonomis, KKN 74 UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Gunungsari
Atasi Genangan Air, Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Biopori di Desa Gunungsari
Mahasiswa KKN-T 100 UNS Gelar Workshop Eco Print dan Sosialisasi BPJS Ketenagakerjaan di Pacitan

Berita Terkait

Senin, 9 Maret 2026 - 11:30 WIB

Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang

Senin, 9 Maret 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa KKN UNS Rebranding Identitas Visual Karang Taruna Manunggal Jaya di Desa Gunungsari

Senin, 9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari

Senin, 9 Maret 2026 - 09:23 WIB

Mahasiswa KKN UNS Dorong Digitalisasi Keuangan BUMDes dan Tertib Administrasi Kelompok Tani di Gunungsari

Minggu, 8 Maret 2026 - 20:04 WIB

Mahasiswa KKN UNS 74 Edukasi Warga Desa Gunungsari Olah Limbah Sayuran Menjadi Ecoenzyme

Berita Terbaru