Serat Pada Buah dan Serat Pada Sayur, Manakah yang Lebih Dibutuhkan Bagi Kehidupan Kita?

- Redaksi

Senin, 22 September 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Buah dan sayur kaya serat jadi kunci hidup sehat. Kombinasi keduanya bantu jaga pencernaan, metabolisme, hingga daya tahan tubuh masyarakat. Sumber: dinkes.malangkota.go.id

Buah dan sayur kaya serat jadi kunci hidup sehat. Kombinasi keduanya bantu jaga pencernaan, metabolisme, hingga daya tahan tubuh masyarakat. Sumber: dinkes.malangkota.go.id

Pernah nggak sih kepikiran, lebih baik makan serat dari buah atau dari sayur? Atau malah sempat terlintas kalau cukup pilih salah satu aja? Nah, biar nggak bingung, yuk kita bahas bareng-bareng soal peran penting serat dari buah dan sayur dalam kehidupan sehari-hari.

Jadi, serat itu sebenarnya salah satu jenis karbohidrat yang nggak bisa dicerna tubuh. Kenapa? Karena sistem pencernaan kita nggak punya enzim buat memecahnya. Tapi jangan salah, meski nggak bisa dicerna, serat punya peran keren banget: bikin pencernaan lebih sehat, bantu metabolisme, sampai jaga keseimbangan gizi. Serat ini gampang banget ditemuin, terutama di buah dan sayur yang sering kita konsumsi.

Kalau dibagi, serat itu ada dua jenis: serat larut air dan serat nggak larut air.

  • Serat larut air biasanya banyak ada di buah, contohnya apel dan jeruk. Serat ini bisa larut dalam air, bikin gel di usus, terus bantu nurunin kolesterol sama ngatur kadar gula darah.
  • Serat nggak larut air lebih banyak di sayuran, kayak brokoli dan wortel. Fungsinya bikin feses lebih padat dan lancar lewat saluran pencernaan. Jadi, bye-bye sembelit!
Baca Juga :  Diet dan Gaya Hidup Mahasiswa: Meningkatkan Kesadaran Akan Pentingnya Nutrisi Seimbang

Supaya kebutuhan serat tercukupi, jangan pilih salah satu doang. Lebih oke kalau dikombinasikan. Misalnya, sarapan buah segar, makan siang sama sayur hijau, terus ngemil buah lagi sore hari. Oh iya, kalau mau nambah porsi serat, lakukan pelan-pelan biar pencernaan nggak kaget. Dan yang penting, pilih bahan makanan segar biar seratnya tetap terjaga.

Intinya, serat dari buah maupun sayur punya keunggulan masing-masing. Keduanya saling melengkapi buat jaga pencernaan, metabolisme, bahkan kesehatan jantung kita. Kebutuhan serat tiap orang beda-beda, tergantung usia, aktivitas, dan kondisi tubuh. Jadi, jangan terpaku milih buah atau sayur aja. Variasi lebih penting daripada sekadar fokus ke salah satu sumber serat.

Baca Juga :  Belajar Mencintai Budaya Lokal di Tengah Maraknya Budaya Asing

Mulai sekarang, ayo biasakan isi piring dengan kombinasi buah dan sayur biar hidup lebih sehat dan badan tetap fit!

Refrence :

  • Amanda, E. N., Anggraini, D., Hasni, D., dan Jelmila, S. N. 2022. Gambaran Tingkat Pengetahuan Tentang Pentingnya Konsumsi Serat Untuk Mencegah Konstipasi Pada Masyarakat Kelurahan Rengas Condong Kecamatan Muara Bulian/Kabupaten Batanghari Provinsi Jambi. Jurnal Kedokteran dan Kesehatan: Publikasi Ilmiah Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya. Vol. 9(2): 219-226.
  • Nurnasari, E., dan Nurindah, N. 2017. Karakteristik kimia serat buah, serat batang, dan serat daun. Buletin Tanaman Tembakau, Serat dan Minyak Industri. Vol. 9(2): 64-72.

Penulis : Wulan Vanezia | Teknologi Pangan | Universitas Sultan Ageng Tirtayasa

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia
Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran
Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat
Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang
Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban
Bahaya Durasi Penggunaan Komputer di Tempat Kerja terhadap Kesehatan Mata
Di Balik Keindahan Pulau Bali: Problematika Akut Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Sektor Pariwisata
Ancaman di Balik Rutinitas Kerja: Mengungkap Risiko Carpal Tunnel Syndrome pada Pekerja Modern

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 18:37 WIB

Kesetaraan Gender dari Sudut Pandang Hukum, Sosial, dan Budayabagi Perempuan Indonesia yang Merdeka, Berdaya, Berkarya, dan Bersuara pada Usia 81 Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia

Kamis, 13 Agustus 2026 - 12:24 WIB

Filosofi Singa Sang Raja Hutan vs Harimau, Hubungannya dengan Psikologi Manusia dalam Memandang Kebenaran

Kamis, 2 Juli 2026 - 21:38 WIB

Ada Apa dengan Kandungan Boba? Analisis Pangan Mengungkap Fakta di Balik Minuman Favorit Masyarakat

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:52 WIB

Pengaruh Intensitas Penggunaan Media Sosial dan Game Online Terhadap Tingkat Paparan Konten Bermuatan Radikalisme dan Toxic pada Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang

Jumat, 29 Mei 2026 - 22:56 WIB

Menguatkan Manajemen Risiko K3 di Proyek Gedung Bertingkat: Mencegah Bahaya Sebelum Menelan Korban

Berita Terbaru