Membuka Jalan Ekonomi Kreatif Sejak Dini, Mahasiswa UNISRI Dorong Siswa Desa Malangan Jadi Wirausahawan Cilik

- Redaksi

Rabu, 6 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Para siswa antusias mengikuti pelaksanaan kelas kreatif wirausaha. Foto: pribadi

Para siswa antusias mengikuti pelaksanaan kelas kreatif wirausaha. Foto: pribadi

Klaten, Krajan.id – Ekonomi kreatif bukan lagi monopoli kota besar. Di tengah semangat pemerataan pembangunan dan penguatan desa, mahasiswa KKN Kelompok 95 Universitas Slamet Riyadi (UNISRI) Surakarta membuktikan bahwa potensi ekonomi kreatif bisa tumbuh subur di desa, bahkan dari tangan-tangan kecil para pelajar.

Melalui kegiatan bertajuk “Kelas Kreatif Wirausaha: Pelatihan Membuat Produk Sederhana”, para mahasiswa menghadirkan pelatihan keterampilan kewirausahaan berbasis kerajinan tangan dari manik-manik, yang menyasar siswa SMP Muhammadiyah Daarul Arqom, Desa Malangan, Kecamatan Tulung, Kabupaten Klaten.

Kegiatan ini bukan sekadar ajang keterampilan biasa. Di balik pembuatan gelang, gantungan kunci, dan pembatas buku, tersimpan misi besar: menanamkan semangat ekonomi kreatif dan kemandirian sejak dini kepada generasi muda desa. Dengan bimbingan langsung dari mahasiswa dan dukungan penuh dari guru, para siswa diajak untuk mengenal dunia produksi, pengemasan, hingga penentuan harga jual produk.

“Tujuan utama kegiatan ini adalah menanamkan semangat kemandirian dan kreativitas sejak dini. Kami ingin siswa tak hanya belajar teori, tetapi juga praktik langsung menciptakan produk yang bisa mereka pasarkan,” ujar Siska Noviani, mahasiswa Manajemen UNISRI sekaligus penggagas program.

Dengan pendekatan yang edukatif dan menyenangkan, para siswa tak hanya diajarkan cara membuat kerajinan, tetapi juga ditanamkan nilai-nilai penting dalam dunia usaha: ketekunan, tanggung jawab, dan rasa percaya diri terhadap produk sendiri.

Pelatihan yang dilaksanakan pada 30 Juli 2025 ini mendapatkan sambutan hangat dari siswa maupun guru. Antusiasme terlihat sejak sesi awal pengenalan alat dan bahan, hingga praktik merangkai manik-manik menjadi produk siap pakai. Suasana kelas yang biasanya dipenuhi buku pelajaran, hari itu berubah menjadi ruang kreasi penuh warna dan semangat.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN 32 UNS dan TNGMb Perbaiki Papan Informasi Jalur Selo, Wujud Kolaborasi untuk Keselamatan Pendaki

Jabal Shofan, guru pendamping, mengungkapkan bahwa kegiatan seperti ini sangat relevan dengan kebutuhan pembelajaran masa kini. “Kami sangat mengapresiasi program ini karena memberi warna baru dalam kegiatan belajar. Anak-anak jadi lebih bersemangat dan termotivasi untuk berkreasi,” ujarnya.

Bagi siswa seperti Putri, siswi kelas IX yang menjadi peserta, pelatihan ini membuka perspektif baru tentang bagaimana keterampilan kecil bisa menjadi peluang usaha. “Senang sekali bisa belajar bikin gelang dan gantungan kunci sendiri. Aku jadi pengen jualin hasil buatanku ke teman-teman,” katanya bersemangat.

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kelas kreatif wirausaha. Foto: pribadi
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan kelas kreatif wirausaha. Foto: pribadi

Apa yang dilakukan mahasiswa UNISRI ini sejatinya menyentuh isu yang lebih luas: bagaimana potensi ekonomi kreatif di desa dapat tumbuh dari bawah yaitu dari anak-anak dan pelajar yang belum banyak tersentuh oleh pelatihan semacam ini. Tak hanya menciptakan kegiatan positif di lingkungan sekolah, program ini juga dapat menjadi pemicu tumbuhnya usaha kecil berbasis komunitas pelajar di masa depan.

Siska menyampaikan harapannya agar kegiatan ini tidak berhenti pada satu kali pertemuan saja. “Harapan kami, kegiatan ini menjadi langkah awal yang bisa ditindaklanjuti oleh sekolah, misalnya dalam bentuk ekstrakurikuler wirausaha,” ucapnya.

Dukungan penuh juga datang dari Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Dite Hastini, S.Hum., M.Sn., yang menilai kegiatan ini sebagai bentuk konkret sinergi antara mahasiswa, masyarakat, dan dunia pendidikan. “Saya bangga melihat mahasiswa mampu mengidentifikasi kebutuhan riil di masyarakat dan menjawabnya dengan kegiatan yang aplikatif dan inspiratif,” tuturnya.

Lebih jauh, pelatihan ini menjadi contoh nyata bahwa desa memiliki peluang besar untuk mengembangkan ekonomi kreatif, tidak hanya melalui sektor kerajinan orang dewasa, tetapi juga dari ruang-ruang pendidikan yang menyemai minat dan bakat anak-anak muda.

Baca Juga :  Belajar Ekosistem Jadi Menyenangkan, KKN UNS 310 Ajak Siswa SDN Tangkisan Amati Burung dan Buat Terrarium

Salah satu kekuatan dari kegiatan ini adalah pendekatannya yang menyeluruh. Selain mengajarkan keterampilan teknis, mahasiswa juga menekankan pentingnya menghargai proses dan hasil karya. Dengan mendorong siswa untuk merasa bangga terhadap produk mereka, lahirlah sikap percaya diri yang akan sangat berguna jika suatu hari mereka benar-benar terjun menjadi pelaku usaha.

Ketertarikan jangka panjang pun terlihat saat beberapa siswa tetap sibuk merangkai manik-manik bahkan setelah sesi pelatihan selesai. Ini menandakan bahwa program tersebut tidak hanya bersifat sementara, tetapi mampu menumbuhkan ketertarikan berkelanjutan terhadap dunia usaha.

Dalam konteks yang lebih luas, kegiatan ini juga merupakan bagian dari tema besar KKN PPM UNISRI 2025, yaitu “Sinergi UNISRI, Pemerintah, dan Masyarakat Desa: Penguatan Potensi Lokal Guna Mewujudkan Desa Mandiri dan Berkelanjutan.” Dengan pendekatan partisipatif, para mahasiswa diharapkan menjadi motor penggerak dalam upaya pemberdayaan desa melalui edukasi yang berbasis kebutuhan riil masyarakat.

Melalui program “Kelas Kreatif Wirausaha” ini, mahasiswa UNISRI tak hanya mengajarkan keterampilan, tetapi juga menanamkan semangat ekonomi lokal. Sebuah fondasi penting untuk membangun desa yang mandiri secara ekonomi di masa depan. Perpaduan antara keterampilan, kreativitas, dan nilai karakter menjadi kekuatan utama yang patut diapresiasi dan direplikasi di banyak tempat.

Dengan potensi yang sudah terlihat sejak usia muda, siapa sangka, dari sebuah kelas kecil di sudut Desa Malangan, bisa lahir calon-calon wirausahawan desa masa depan.

Penulis : Siska Noviani / KKN 95 UNISRI

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular
Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual
Akar Bambu Jadi Solusi, KKN 138 UNS Sosialisasikan Pembuatan PGPR Ramah Lingkungan kepada Petani Kadipiro, Sragen
Kreatif dan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN 144 UNS Ajak Kelompok Wanita Tani Olah Sampah Dapur Jadi POC
Kolaborasi Edukasi Digital, KKN UNS 157 Perkuat Literasi Anti-Penipuan Warga Watangasono
FGD KKN UNS Gandeng DPRD, Desa Lebak Dorong Penguatan UMKM dan SDM Muda
Tingkatkan Kapasitas Perencanaan Infrastruktur Desa, KKN-T UNS 151 Gelar Pelatihan AutoCAD di Banjarsari
Mahasiswa KKN UNS Gelar Simulasi Mitigasi Longsor di Desa Gembuk Pacitan, Tingkatkan Kesiapsiagaan Siswa

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:32 WIB

KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular

Senin, 23 Februari 2026 - 10:30 WIB

Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:31 WIB

Akar Bambu Jadi Solusi, KKN 138 UNS Sosialisasikan Pembuatan PGPR Ramah Lingkungan kepada Petani Kadipiro, Sragen

Rabu, 18 Februari 2026 - 23:10 WIB

Kreatif dan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN 144 UNS Ajak Kelompok Wanita Tani Olah Sampah Dapur Jadi POC

Rabu, 18 Februari 2026 - 16:47 WIB

Kolaborasi Edukasi Digital, KKN UNS 157 Perkuat Literasi Anti-Penipuan Warga Watangasono

Berita Terbaru