Mahasiswa KKN UNS Dorong Digitalisasi Keuangan BUMDes dan Tertib Administrasi Kelompok Tani di Gunungsari

- Redaksi

Senin, 9 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) berdiskusi dengan perangkat Desa Gunungsari di kantor desa, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, terkait implementasi sistem digitalisasi pencatatan keuangan BUMDes dan penataan administrasi Kelompok Wanita Tani (KWT). Foto: KKN 74 UNS

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) berdiskusi dengan perangkat Desa Gunungsari di kantor desa, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang, terkait implementasi sistem digitalisasi pencatatan keuangan BUMDes dan penataan administrasi Kelompok Wanita Tani (KWT). Foto: KKN 74 UNS

Magelang, Sorotnesia.com – Upaya memperkuat tata kelola desa yang transparan dan akuntabel terus dilakukan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengimplementasikan program digitalisasi keuangan dan penataan administrasi kelembagaan desa di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.

Program tersebut dijalankan oleh Siti Marlina, mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Bisnis UNS, selama pelaksanaan KKN pada Januari hingga Februari 2026. Fokus kegiatan diarahkan pada pembenahan sistem administrasi dan pengelolaan keuangan BUMDes serta penguatan tata kelola kelompok tani di desa tersebut.

Desa Gunungsari dikenal memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian. Selain itu, desa ini juga memiliki unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Namun dalam praktiknya, sistem pencatatan keuangan yang digunakan sebelumnya belum berjalan secara sistematis dan terstruktur.

Bangunan kandang usaha penggemukan sapi milik BUMDes Sari Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Foto: KKN 74 UNS
Bangunan kandang usaha penggemukan sapi milik BUMDes Sari Makmur di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Foto: KKN 74 UNS

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses pelaporan keuangan serta transparansi pengelolaan usaha desa.

Sekretaris Desa Gunungsari yang juga menjabat Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspita Arum, Ira, mengakui bahwa pengadministrasian keuangan desa masih menghadapi sejumlah kendala.

Baca Juga :  Rekreasi Edukasi Mahasiswa Amikom Yogyakarta dan YKAKI: Kebahagiaan dan Pembelajaran untuk Anak-Anak Penderita Kanker

Menurut dia, keterbatasan sistem pencatatan membuat perangkat desa kerap mengalami kesulitan saat menyusun laporan keuangan secara berkala.

“Selama ini pengadministrasian tata kelola keuangan di desa masih belum maksimal. Ketika harus membuat laporan, kami sering mengalami kesulitan karena pencatatan belum tersusun dengan rapi,” kata Ira.

Selain pada BUMDes, persoalan serupa juga ditemukan pada administrasi kelompok tani yang dinilai belum tertata secara optimal.

Melihat kondisi tersebut, Siti Marlina merancang program bertajuk “Pembuatan Sistem Pencatatan dan Pengelolaan Keuangan BUMDes serta Administrasi Kelompok Tani”. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) desa, khususnya pada poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi, poin 11 tentang pembangunan berkelanjutan, serta poin 16 mengenai kelembagaan yang kuat dan transparan.

Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan melalui dua pendekatan utama.

Pertama, digitalisasi keuangan BUMDes dengan menerapkan sistem pencatatan berbasis Microsoft Excel. Sistem tersebut dirancang untuk memudahkan pengurus dalam mencatat transaksi keuangan, mulai dari kas masuk, kas keluar, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.

Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan contoh sistem pencatatan keuangan berbasis digital kepada perwakilan pengurus desa di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Foto: KKN 74 UNS
Mahasiswa KKN Universitas Sebelas Maret (UNS) menyerahkan contoh sistem pencatatan keuangan berbasis digital kepada perwakilan pengurus desa di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang. Foto: KKN 74 UNS

Pendekatan kedua adalah penguatan administrasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspita Arum melalui penyediaan sekaligus pendampingan penggunaan enam buku administrasi utama. Keenam buku tersebut meliputi buku daftar hadir, buku daftar tamu, buku kas, buku pinjaman anggota, buku hasil panen, serta buku penjualan panen.

Baca Juga :  Pergaulan Bebas di Lingkungan Anak Muda Zaman Sekarang

Melalui pendampingan ini, pengurus kelompok tani diharapkan mampu menjalankan administrasi organisasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.

Kepala Desa Gunungsari, Suwadi, menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas pengelola lembaga desa dalam mengelola administrasi dan keuangan secara lebih profesional.

Menurut Suwadi, pembenahan sistem pencatatan menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan BUMDes yang transparan dan berkelanjutan.

Sementara itu, Siti Marlina berharap program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan oleh pengurus desa maupun kelompok tani setelah masa KKN berakhir.

“Melalui penerapan pencatatan keuangan berbasis digital dan administrasi yang tertata rapi, diharapkan pengurus mampu menyusun laporan secara berkala serta meningkatkan tata kelola lembaga desa menjadi lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Siti Marlina.

Ia juga berharap sistem yang telah disusun dapat menjadi fondasi awal bagi pengembangan manajemen kelembagaan desa yang lebih modern dan transparan di masa mendatang.

Penulis : Siti Marlina

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Lomba Fun Game Bola Voli Antar Dusun di Desa Sanggrahan
KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan
Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang
Mahasiswa KKN UNS Rebranding Identitas Visual Karang Taruna Manunggal Jaya di Desa Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari
Mahasiswa KKN UNS 74 Manfaatkan Galon Bekas untuk Hidroponik, Dorong Ketahanan Pangan Rumah Tangga di Magelang
Mahasiswa KKN UNS 74 Edukasi Warga Desa Gunungsari Olah Limbah Sayuran Menjadi Ecoenzyme
Latih Keterampilan Bernilai Ekonomis, KKN 74 UNS Gelar Pelatihan Pembuatan Sabun Cuci Piring di Desa Gunungsari

Berita Terkait

Rabu, 11 Maret 2026 - 09:20 WIB

Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Lomba Fun Game Bola Voli Antar Dusun di Desa Sanggrahan

Rabu, 11 Maret 2026 - 08:14 WIB

KKN 100 UNS Sosialisasikan Pelestarian Nilai Unggah-Ungguh Jawa di Desa Sanggrahan Pacitan

Senin, 9 Maret 2026 - 11:30 WIB

Mahasiswa KKN UNS 74 Dorong Pengendalian Hama Terpadu di Desa Gunungsari Magelang

Senin, 9 Maret 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa KKN UNS Rebranding Identitas Visual Karang Taruna Manunggal Jaya di Desa Gunungsari

Senin, 9 Maret 2026 - 10:00 WIB

Mahasiswa KKN UNS Kenalkan Teknik Menanam Kokedama kepada Siswa SD di Gunungsari

Berita Terbaru