Magelang, Sorotnesia.com – Upaya memperkuat tata kelola desa yang transparan dan akuntabel terus dilakukan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya datang dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) yang mengimplementasikan program digitalisasi keuangan dan penataan administrasi kelembagaan desa di Desa Gunungsari, Kecamatan Windusari, Kabupaten Magelang.
Program tersebut dijalankan oleh Siti Marlina, mahasiswa Program Studi Ekonomi dan Bisnis UNS, selama pelaksanaan KKN pada Januari hingga Februari 2026. Fokus kegiatan diarahkan pada pembenahan sistem administrasi dan pengelolaan keuangan BUMDes serta penguatan tata kelola kelompok tani di desa tersebut.
Desa Gunungsari dikenal memiliki potensi yang cukup besar di sektor pertanian. Selain itu, desa ini juga memiliki unit usaha melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang menjadi salah satu penggerak ekonomi lokal. Namun dalam praktiknya, sistem pencatatan keuangan yang digunakan sebelumnya belum berjalan secara sistematis dan terstruktur.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi menghambat proses pelaporan keuangan serta transparansi pengelolaan usaha desa.
Sekretaris Desa Gunungsari yang juga menjabat Ketua Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspita Arum, Ira, mengakui bahwa pengadministrasian keuangan desa masih menghadapi sejumlah kendala.
Menurut dia, keterbatasan sistem pencatatan membuat perangkat desa kerap mengalami kesulitan saat menyusun laporan keuangan secara berkala.
“Selama ini pengadministrasian tata kelola keuangan di desa masih belum maksimal. Ketika harus membuat laporan, kami sering mengalami kesulitan karena pencatatan belum tersusun dengan rapi,” kata Ira.
Selain pada BUMDes, persoalan serupa juga ditemukan pada administrasi kelompok tani yang dinilai belum tertata secara optimal.
Melihat kondisi tersebut, Siti Marlina merancang program bertajuk “Pembuatan Sistem Pencatatan dan Pengelolaan Keuangan BUMDes serta Administrasi Kelompok Tani”. Program ini sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) desa, khususnya pada poin 8 tentang pertumbuhan ekonomi, poin 11 tentang pembangunan berkelanjutan, serta poin 16 mengenai kelembagaan yang kuat dan transparan.
Dalam pelaksanaannya, program ini dilakukan melalui dua pendekatan utama.
Pertama, digitalisasi keuangan BUMDes dengan menerapkan sistem pencatatan berbasis Microsoft Excel. Sistem tersebut dirancang untuk memudahkan pengurus dalam mencatat transaksi keuangan, mulai dari kas masuk, kas keluar, hingga penyusunan laporan keuangan sederhana.

Pendekatan kedua adalah penguatan administrasi Kelompok Wanita Tani (KWT) Puspita Arum melalui penyediaan sekaligus pendampingan penggunaan enam buku administrasi utama. Keenam buku tersebut meliputi buku daftar hadir, buku daftar tamu, buku kas, buku pinjaman anggota, buku hasil panen, serta buku penjualan panen.
Melalui pendampingan ini, pengurus kelompok tani diharapkan mampu menjalankan administrasi organisasi secara lebih tertib dan terdokumentasi.
Kepala Desa Gunungsari, Suwadi, menyambut baik program yang diinisiasi mahasiswa KKN tersebut. Ia menilai langkah tersebut dapat membantu meningkatkan kapasitas pengelola lembaga desa dalam mengelola administrasi dan keuangan secara lebih profesional.
Menurut Suwadi, pembenahan sistem pencatatan menjadi salah satu langkah penting dalam mewujudkan pengelolaan BUMDes yang transparan dan berkelanjutan.
Sementara itu, Siti Marlina berharap program yang telah dijalankan dapat terus dimanfaatkan oleh pengurus desa maupun kelompok tani setelah masa KKN berakhir.
“Melalui penerapan pencatatan keuangan berbasis digital dan administrasi yang tertata rapi, diharapkan pengurus mampu menyusun laporan secara berkala serta meningkatkan tata kelola lembaga desa menjadi lebih efektif dan berkelanjutan,” ujar Siti Marlina.
Ia juga berharap sistem yang telah disusun dapat menjadi fondasi awal bagi pengembangan manajemen kelembagaan desa yang lebih modern dan transparan di masa mendatang.
Penulis : Siti Marlina
Editor : Fadli Akbar









