Karangtengah, Sorotnesia.com – Upaya mencegah stunting dapat dimulai dari hal sederhana yang dekat dengan kehidupan keluarga. Hal itu dilakukan mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) Kelompok 17 melalui kegiatan Kelas Balita di Desa Karangtengah, Kecamatan Ngawen, Kabupaten Blora, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung program “Optimalisasi Kelas Balita sebagai Upaya Pencegahan Stunting melalui Edukasi Gizi, Edukasi Kesehatan Gigi dan Mulut, serta Pemberian PMT Berbasis Jagung”, kegiatan tersebut diikuti 13 ibu dan 13 balita. Kegiatan didampingi dua bidan desa serta delapan mahasiswa KKN UNS, dengan Emy Salma Khairunnisa sebagai PIC program.
Bertempat di Balai Desa Karangtengah, Dusun Karangtengah, kegiatan dimulai pukul 10.00 WIB dengan edukasi mengenai gizi balita dan pencegahan stunting. Para ibu diajak memahami pentingnya pemenuhan gizi seimbang serta peran orang tua dalam mendukung tumbuh kembang anak.
Materi dilanjutkan dengan edukasi kesehatan gigi dan mulut yang dikemas melalui permainan dan praktik sederhana. Mahasiswa menggunakan kertas yang telah dilaminasi dan diberi coretan spidol sebagai ilustrasi gigi kotor. Balita kemudian diminta membersihkan coretan tersebut menggunakan spons sebelum mempraktikkan cara menyikat gigi.
Pendekatan tersebut membuat anak-anak terlibat langsung selama kegiatan. “Anak-anak tadi bukan hanya mendengarkan, tetapi langsung mencoba membersihkan ‘gigi’ dan mempraktikkan cara menyikat gigi. Cara seperti ini membuat mereka lebih mudah mengikuti dan memahami materi,” ujar salah satu bidan desa yang mendampingi kegiatan.
Selain edukasi, mahasiswa KKN UNS memperkenalkan pangan lokal melalui Pemberian Makanan Tambahan (PMT) berupa puding jagung. Jagung dipilih karena merupakan salah satu hasil pertanian yang banyak ditemukan di Desa Karangtengah dan masih dapat dikembangkan pemanfaatannya sebagai olahan pangan.
Sebanyak 20 porsi puding jagung dibuat dan dibagikan kepada balita peserta kegiatan. Puding tersebut menggunakan jagung sebagai bahan utama dengan tambahan fla, telur, susu, gula, garam, serta bahan pendukung lainnya.
“Jagung cukup mudah ditemukan di Desa Karangtengah, sehingga kami ingin mengenalkan bahwa jagung tidak hanya bisa dimasak seperti biasa, tetapi juga dapat diolah menjadi makanan tambahan yang lebih menarik untuk anak,” jelas Emy Salma Khairunnisa.
Pemanfaatan jagung sebagai PMT diharapkan dapat menjadi alternatif makanan tambahan sekaligus mendorong masyarakat mengembangkan potensi pangan lokal. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari kontribusi mahasiswa KKN UNS dalam mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 tentang Tanpa Kelaparan, SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, serta SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas.
Melalui Kelas Balita, mahasiswa KKN UNS berharap edukasi mengenai gizi, pencegahan stunting, dan kesehatan gigi dapat diterapkan orang tua dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, olahan jagung menunjukkan bahwa potensi pangan yang tersedia di sekitar masyarakat dapat dikembangkan menjadi makanan tambahan yang lebih beragam bagi anak.
Penulis : Emy Salma Khairunnisa, KKN Kelompok 17 | UNS
Editor : Intan Permata









