Inovasi Literasi Pagi: Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi UNTIDAR Hadirkan Bacaan Berbasis TKA di SMP N 1 Muntilan

- Redaksi

Senin, 7 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Siswa SMP Negeri 1 Muntilan dengan semangat menunjukan bahan bacaan di tengah pelaksanaan program literasi pagi yang digagas oleh mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (UNTIDAR). (Dok. Pribadi/Magang Kependidikan Terintegrasi Universitas Tidar di SMP Negeri 1 Muntilan)

Siswa SMP Negeri 1 Muntilan dengan semangat menunjukan bahan bacaan di tengah pelaksanaan program literasi pagi yang digagas oleh mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (UNTIDAR). (Dok. Pribadi/Magang Kependidikan Terintegrasi Universitas Tidar di SMP Negeri 1 Muntilan)

Muntilan, Sorotnesia.com – Kegiatan literasi pagi di SMP Negeri 1 Muntilan mendapat pendekatan baru melalui program yang digagas mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (UNTIDAR). Kegiatan yang selama ini menjadi rutinitas membaca sebelum pembelajaran diarahkan untuk sekaligus memperkuat kemampuan akademik siswa menghadapi Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Program tersebut berlangsung setiap Selasa selama empat pekan pada Agustus. Dalam pelaksanaannya, mahasiswa mengintegrasikan bahan bacaan dengan empat mata pelajaran yang termasuk dalam TKA, yakni Bahasa Inggris, Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Bahasa Indonesia.

Gagasan tersebut berangkat dari pemikiran bahwa kegiatan literasi di sekolah tidak harus berhenti pada aktivitas membaca. Dengan pemilihan bahan bacaan yang disesuaikan dengan bidang akademik, waktu yang tersedia sebelum pelajaran dimulai dapat dimanfaatkan untuk membangun kebiasaan membaca sekaligus melatih pemahaman siswa terhadap materi.

Salah satu mahasiswa MKT, Welda, mengatakan program tersebut dirancang agar kegiatan literasi pagi memiliki arah yang lebih jelas.

“Kami ingin literasi pagi ini tidak berjalan begitu saja, tetapi punya arah yang jelas. Setiap minggunya kami fokuskan pada satu mata pelajaran TKA, sehingga siswa terbiasa membaca dan memahami teks-teks yang sesuai dengan kebutuhan akademik mereka,” ujar Welda.

Pola pelaksanaan program disusun secara bergilir. Setiap pekan, mahasiswa memusatkan bahan literasi pada satu mata pelajaran TKA. Siklus tersebut dimulai dari Bahasa Inggris, kemudian Matematika, IPA, dan Bahasa Indonesia.

Baca Juga :  Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Dengan pola tersebut, siswa memperoleh paparan bacaan dari empat bidang pelajaran dalam satu rangkaian kegiatan selama sebulan. Pendekatan ini membuat literasi sekolah tidak hanya berfungsi sebagai pembiasaan membaca, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kemampuan memahami informasi yang berkaitan dengan pelajaran.

Pemilihan bahan bacaan yang berbeda setiap pekan juga memberikan variasi kepada siswa. Mereka tidak hanya berhadapan dengan teks dalam konteks bahasa, tetapi juga membaca informasi yang berkaitan dengan konsep matematika, sains, maupun pengetahuan yang disampaikan melalui Bahasa Indonesia.

Program tersebut merupakan bagian dari kegiatan mahasiswa dalam menjalankan Magang Kependidikan Terintegrasi. Melalui program ini, mahasiswa kependidikan UNTIDAR ditempatkan di sekolah mitra untuk menerapkan pengetahuan yang diperoleh selama perkuliahan sekaligus terlibat dalam kegiatan pendidikan di lingkungan sekolah.

Kehadiran mahasiswa dalam kegiatan literasi pagi menjadi salah satu bentuk kontribusi mahasiswa selama menjalani masa magang. Mereka tidak hanya mengikuti proses pembelajaran di sekolah, tetapi juga mengembangkan kegiatan yang dinilai dapat mendukung kebutuhan siswa.

Baca Juga :  Alat Penebar Pupuk Jagung Dorong Efisiensi Pertanian di Desa Kuripansari

Pihak SMP Negeri 1 Muntilan menyambut baik pelaksanaan program tersebut. Literasi pagi yang dibuat lebih terstruktur dinilai dapat membantu siswa mempersiapkan diri menghadapi TKA secara bertahap.

Siswa SMP Negeri 1 Muntilan dengan tertib dan antusias mengikuti program literasi pagi yang digagas oleh mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (UNTIDAR). (Dok. Pribadi/Magang Kependidikan Terintegrasi Universitas Tidar di SMP Negeri 1 Muntilan)
Siswa SMP Negeri 1 Muntilan dengan tertib dan antusias mengikuti program literasi pagi yang digagas oleh mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi (MKT) Universitas Tidar (UNTIDAR). (Dok. Pribadi/Magang Kependidikan Terintegrasi Universitas Tidar di SMP Negeri 1 Muntilan)

Kegiatan tersebut juga dirancang tetap dalam suasana yang santai dan menyenangkan. Dengan begitu, penguatan kemampuan akademik tidak ditempatkan sebagai tambahan beban belajar bagi siswa, melainkan diintegrasikan ke dalam rutinitas yang sudah berjalan di sekolah.

Bagi mahasiswa MKT, keberlanjutan program menjadi salah satu hal yang diharapkan setelah masa magang selesai. Kebiasaan membaca yang dibangun melalui bahan bacaan yang terarah diharapkan dapat tetap diterapkan oleh sekolah.

“Harapannya, pola literasi pagi seperti ini bisa terus dilanjutkan oleh sekolah, karena manfaatnya bukan hanya soal kebiasaan membaca, tapi juga membekali siswa dengan wawasan lintas mata pelajaran yang relevan dengan TKA,” tambah mahasiswa tersebut.

Program Literasi Pagi di SMP Negeri 1 Muntilan menunjukkan bahwa pembiasaan membaca dapat dikembangkan sesuai kebutuhan akademik siswa. Kolaborasi mahasiswa dan sekolah juga membuka ruang bagi kegiatan literasi untuk tidak sekadar menjadi rutinitas, tetapi menjadi bagian dari proses penguatan kesiapan akademik siswa.

Penulis : Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi / Universitas Tidar

Editor : Fadli Akbar

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dari Tetesan Tinta, Siswa SD Kradenan 01 Belajar Berani Menafsirkan dan Berkreasi
Dari Rumah ke Rumah, KKN UNS 165 Petakan Kebutuhan UMKM Progowati
Siswa SDN 01 Sumberdem Kenali Potensi Bambu Kampung Deling melalui Kreasi Layang-Layang
Ibu PKK Desa Sumberdem Praktik Olah Cangkang Telur Menjadi Pupuk Organik
Siap Hadapi Keadaan Darurat, Pokdarwis dan Dewasa Muda Desa Sumberdem Belajar Pertolongan Pertama  
Sosialisasi Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik melalui Literasi Lingkungan dan Pengelolaan Limbah berbasis Keterlibatan Masyarakat di Desa Sumberdem
Kreatif dengan Canva, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Belajar Promosikan Pariwisata Desa Sumberdem
Belajar Microsoft Word, Siswa SMP PGRI 03 Wonosari Tingkatkan Keterampilan Digital melalui Pelatihan Membuat Surat 

Berita Terkait

Senin, 7 September 2026 - 22:48 WIB

Dari Tetesan Tinta, Siswa SD Kradenan 01 Belajar Berani Menafsirkan dan Berkreasi

Senin, 7 September 2026 - 22:40 WIB

Inovasi Literasi Pagi: Mahasiswa Magang Kependidikan Terintegrasi UNTIDAR Hadirkan Bacaan Berbasis TKA di SMP N 1 Muntilan

Minggu, 6 September 2026 - 18:38 WIB

Dari Rumah ke Rumah, KKN UNS 165 Petakan Kebutuhan UMKM Progowati

Minggu, 6 September 2026 - 12:46 WIB

Siswa SDN 01 Sumberdem Kenali Potensi Bambu Kampung Deling melalui Kreasi Layang-Layang

Sabtu, 5 September 2026 - 11:30 WIB

Siap Hadapi Keadaan Darurat, Pokdarwis dan Dewasa Muda Desa Sumberdem Belajar Pertolongan Pertama  

Berita Terbaru