Siswa SDN 01 Sumberdem Kenali Potensi Bambu Kampung Deling melalui Kreasi Layang-Layang

- Redaksi

Minggu, 6 September 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumentasi Bersama Siswa/i SDN 01 Sumberdem dalam Kegiatan Pengenalan Potensi Bambu Kampung Deling. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Dokumentasi Bersama Siswa/i SDN 01 Sumberdem dalam Kegiatan Pengenalan Potensi Bambu Kampung Deling. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Sumberdem, Sorotnesia.com – Pengenalan potensi sumber daya lokal dilakukan sejak dini melalui kegiatan kreatif di SDN 01 Sumberdem, Senin (10/8/2026). Siswa kelas IV diajak mengenal bambu yang menjadi salah satu potensi Kampung Deling sekaligus mengembangkan kreativitas melalui kegiatan melukis layang-layang.

Kegiatan bertajuk “Edukasi Potensi Bambu Kampung Deling melalui Kreativitas Siswa untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Sumberdem melalui Kolaborasi Desa dan Sekolah” tersebut merupakan bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 179 Universitas Sebelas Maret (UNS).

Kegiatan itu tidak hanya diarahkan untuk memberikan pengetahuan mengenai bambu. Siswa juga diperkenalkan pada kemungkinan pemanfaatan sumber daya yang berada di lingkungan sekitar menjadi bahan yang memiliki nilai guna dan dapat dikembangkan sebagai bagian dari ekonomi kreatif desa.

Pengenalan dilakukan melalui penyampaian materi mengenai jenis-jenis bambu. Dalam sesi tersebut, siswa diperkenalkan pada sejumlah jenis bambu beserta karakteristiknya dengan penjelasan yang disesuaikan dengan pemahaman anak-anak.

Penyampaian materi berlangsung secara interaktif. Siswa diajak mengamati keberadaan bambu di lingkungan sekitar dan memahami bahwa setiap jenis bambu dapat memiliki karakteristik serta pemanfaatan yang berbeda.

Sesi Edukasi Mengenai Pengenalan Potensi Bambu Kampung Deling. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS
Sesi Edukasi Mengenai Pengenalan Potensi Bambu Kampung Deling. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Materi kemudian dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pemanfaatan bambu dalam kehidupan sehari-hari. Siswa memperoleh gambaran bahwa bambu tidak hanya berfungsi sebagai tanaman yang tumbuh di sekitar permukiman, tetapi juga dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan berbagai benda dan kerajinan.

Baca Juga :  Alat Penebar Pupuk Jagung Dorong Efisiensi Pertanian di Desa Kuripansari

Pendekatan tersebut menjadi bagian penting dalam kegiatan karena siswa dikenalkan pada hubungan antara potensi lokal dan kreativitas. Bambu yang mudah dijumpai di lingkungan Kampung Deling diperkenalkan sebagai sumber daya yang dapat memiliki nilai tambah apabila diolah secara kreatif.

Setelah mendapatkan materi, siswa mengikuti kegiatan praktik berupa melukis layang-layang. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk menerapkan kreativitas sekaligus menghubungkan pembelajaran mengenai pemanfaatan bambu dengan sebuah produk kerajinan yang dekat dengan kehidupan anak-anak.

Siswa diberi ruang untuk menuangkan ide melalui gambar, pola, dan pilihan warna pada layang-layang masing-masing. Aktivitas tersebut membuat suasana kelas berlangsung lebih dinamis. Siswa tampak antusias ketika mulai menghias layang-layang sesuai dengan gagasan mereka.

Praktik Melukis Layang-Layang sebagai Pemanfaatan Potensi Bambu untuk Mengasah Kreativitas Siswa/i SDN 01 Sumberdem. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS
Praktik Melukis Layang-Layang sebagai Pemanfaatan Potensi Bambu untuk Mengasah Kreativitas Siswa/i SDN 01 Sumberdem. Foto: Dok. Pribadi/KKN 179 UNS

Kegiatan melukis juga memberikan pengalaman bahwa sebuah benda sederhana dapat dikembangkan menjadi karya yang memiliki nilai estetika. Dengan pendekatan praktik, materi mengenai pemanfaatan sumber daya lokal tidak berhenti pada penyampaian teori, tetapi dilanjutkan melalui aktivitas yang memungkinkan siswa mengekspresikan kreativitas mereka.

Bagi pengenalan potensi bambu Kampung Deling, kegiatan tersebut menjadi salah satu cara untuk memperluas sudut pandang siswa terhadap sumber daya di sekitar mereka. Bambu tidak hanya dipandang sebagai tanaman, tetapi juga sebagai bahan yang dapat dikembangkan menjadi berbagai bentuk kerajinan.

Pengenalan potensi lokal kepada anak-anak juga dapat menjadi langkah awal untuk membangun perhatian terhadap lingkungan desa. Melalui kegiatan edukasi dan praktik kreatif, siswa memperoleh pengalaman mengenali sumber daya yang ada di daerahnya sekaligus memahami kemungkinan pemanfaatannya.

Baca Juga :  Choosing the Right Lease Term for Long-Term Villa Rental Bali Around Your Work, School, and Move

Program tersebut mempertemukan mahasiswa KKN, pihak sekolah, dan lingkungan masyarakat dalam satu kegiatan. Kolaborasi itu diarahkan untuk memperkenalkan potensi lokal kepada generasi muda dengan pendekatan yang lebih dekat dengan dunia anak-anak, yakni melalui kombinasi pembelajaran dan aktivitas kreatif.

Kegiatan “Edukasi Potensi Bambu Kampung Deling melalui Kreativitas Siswa untuk Mendukung Ekonomi Kreatif Desa Sumberdem melalui Kolaborasi Desa dan Sekolah” menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKN 179 UNS dalam mengenalkan sumber daya lokal kepada siswa SDN 01 Sumberdem.

Mahasiswa KKN 179 berharap kegiatan tersebut dapat meningkatkan pengetahuan siswa kelas IV mengenai potensi bambu di lingkungan sekitar. Selain itu, siswa diharapkan memiliki ketertarikan untuk mengembangkan kreativitas dengan memanfaatkan sumber daya lokal.

Langkah tersebut sekaligus diarahkan untuk menumbuhkan apresiasi terhadap potensi Kampung Deling dan memperkenalkan gagasan ekonomi kreatif sejak usia sekolah. Dengan mengenal potensi yang ada di lingkungan sendiri, generasi muda diharapkan tidak hanya menjadi pengguna sumber daya, tetapi juga memahami peluang untuk mengembangkan dan melestarikannya.

Catatan redaksional: Rilis yang diberikan tidak memuat pernyataan langsung dari narasumber. Karena itu, tidak saya tambahkan kutipan langsung agar berita tetap akurat dan tidak mengarang pernyataan.

Meta description (±150 karakter):

Keyword:

Penulis : Vanya | KKN 179 UNS

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Kamis, 1 Oktober 2026 - 19:58 WIB

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Karhutla: Ketika Masyarakat Membayar dengan Napas

Selasa, 20 Okt 2026 - 13:24 WIB