Sumberdem, Sorotnesia.com – Ibu-ibu PKK Desa Sumberdem mengikuti pelatihan pemanfaatan cangkang telur menjadi pupuk organik. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pengabdian masyarakat mahasiswa KKN 179 Universitas Sebelas Maret (UNS) sekaligus mendorong masyarakat memanfaatkan limbah rumah tangga agar memiliki nilai guna.
Pelatihan bertajuk “Pelatihan Pemanfaatan Cangkang Telur sebagai Pupuk Organik melalui Pengelolaan Limbah dan Kemitraan Berkelanjutan untuk Mendukung Praktik Ramah Lingkungan di Desa Sumberdem” itu digelar dengan pendekatan praktik langsung.
Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari edukasi yang sebelumnya diberikan kepada masyarakat mengenai pemanfaatan cangkang telur. Jika pada tahap sebelumnya masyarakat memperoleh pengetahuan mengenai manfaat dan proses pengolahannya, kali ini peserta diajak mempraktikkan secara langsung tahapan pembuatan pupuk.
Pendekatan tersebut membuat peserta tidak hanya menerima materi secara teori. Mereka juga memperoleh pengalaman dalam mengolah cangkang telur yang dapat diterapkan kembali secara mandiri di lingkungan rumah masing-masing.
Kegiatan diawali dengan penjelasan singkat mengenai tahapan pembuatan pupuk organik dari cangkang telur. Setelah memahami penjelasan tersebut, peserta dibagi menjadi tiga kelompok untuk mengikuti praktik secara bersama-sama.

Pembagian kelompok dilakukan agar setiap peserta dapat terlibat dalam proses pembuatan. Dengan cara tersebut, peserta memiliki kesempatan untuk mencoba tahapan pengolahan yang sebelumnya telah dijelaskan.
Suasana pelatihan kemudian berlangsung lebih aktif ketika masing-masing kelompok mulai melakukan praktik. Peserta bekerja sama mengikuti tahapan yang diberikan, mulai dari menyiapkan bahan hingga mengolah cangkang telur menjadi pupuk organik.
Interaksi antarpeserta juga terlihat selama kegiatan berlangsung. Selain mempraktikkan materi, ibu-ibu PKK dapat saling bertukar pengalaman mengenai proses pengolahan limbah rumah tangga.
Bagi mahasiswa KKN UNS 179, praktik kelompok menjadi salah satu bagian penting dalam pelatihan. Kegiatan tidak hanya diarahkan pada penguasaan keterampilan secara individu, tetapi juga membangun kerja sama antarpeserta.
Melalui proses tersebut, keterampilan yang diperoleh diharapkan dapat diterapkan kembali setelah kegiatan berakhir. Peserta juga diharapkan dapat membagikan pengetahuan tersebut kepada masyarakat lainnya sehingga pemanfaatan limbah rumah tangga dapat terus dilakukan.
Setelah seluruh kelompok menyelesaikan proses pembuatan, hasil pupuk organik yang telah dibuat dibawa pulang oleh peserta. Pupuk tersebut diharapkan dapat dimanfaatkan untuk tanaman di lingkungan rumah masing-masing.

Pemanfaatan hasil praktik itu sekaligus menunjukkan bahwa cangkang telur yang sebelumnya kerap menjadi limbah dapat diolah kembali. Bahan tersebut tidak langsung dibuang, tetapi dimanfaatkan melalui proses yang dipelajari peserta dalam kegiatan pelatihan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama. Dokumentasi tersebut menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan sekaligus merekam kebersamaan mahasiswa KKN UNS 179 dengan ibu-ibu PKK Desa Sumberdem.
Pelatihan tersebut diharapkan memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada ibu-ibu PKK dalam mengolah cangkang telur. Keterampilan itu dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari, khususnya dalam pengelolaan limbah yang berasal dari rumah tangga.
Program ini juga menjadi salah satu bentuk keterlibatan mahasiswa dalam memberikan edukasi kepada masyarakat melalui kegiatan yang bersifat praktis. Pengolahan cangkang telur menjadi pupuk organik diperkenalkan bukan hanya melalui penjelasan, tetapi juga dengan memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan praktik secara langsung.
Dengan adanya kegiatan tersebut, mahasiswa KKN UNS 179 berharap kebiasaan memanfaatkan limbah dapat terus berkembang di Desa Sumberdem. Praktik sederhana yang dilakukan bersama ibu-ibu PKK diharapkan menjadi langkah awal untuk mendorong pengelolaan limbah ramah lingkungan secara berkelanjutan.
Kegiatan pelatihan juga memperlihatkan bahwa edukasi lingkungan dapat dilakukan melalui aktivitas yang dekat dengan kehidupan masyarakat. Cangkang telur yang berasal dari aktivitas rumah tangga menjadi bahan praktik, sementara hasil pengolahannya dapat dibawa pulang dan dimanfaatkan untuk tanaman.
Melalui perpaduan edukasi, praktik langsung, dan kerja sama kelompok, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada pelaksanaan pelatihan. Pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta diharapkan dapat terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta menjadi bagian dari upaya menjaga lingkungan di Desa Sumberdem.
Penulis : Tasya | KKN 179 UNS
Editor : Intan Permata









