Sumberdem, Sorotnesia.com – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) 179 Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan observasi dan identifikasi potensi Kampung Deling, Desa Sumberdem, sebagai upaya menyediakan gambaran mengenai sumber daya lokal yang dapat dikembangkan untuk mendukung ekonomi berbasis desa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari program kerja bertajuk “Observasi dan Identifikasi Potensi Kampung Deling melalui Keterlibatan Masyarakat untuk Mendukung Ekonomi Berbasis Desa di Desa Sumberdem”. Program tidak berhenti pada kegiatan pengamatan lapangan, tetapi dilakukan melalui sejumlah tahapan, mulai dari pengumpulan informasi, wawancara, observasi, pengolahan data, hingga penyerahan hasil identifikasi kepada Pemerintah Desa Sumberdem.
Pendekatan tersebut dilakukan untuk memperoleh informasi yang lebih utuh mengenai kondisi dan potensi yang dimiliki desa. Mahasiswa tidak hanya mengandalkan pengamatan langsung, tetapi juga melibatkan masyarakat serta pemangku kepentingan yang dinilai memiliki pengetahuan mengenai kondisi Desa Sumberdem.
Proses identifikasi diawali dengan pengumpulan informasi mengenai berbagai potensi yang terdapat di Desa Sumberdem, khususnya di Kampung Deling. Mahasiswa KKN 179 mengamati sumber daya yang tersedia, aktivitas masyarakat, serta kondisi lingkungan yang dinilai memiliki peluang untuk dikembangkan.
Informasi tersebut kemudian diperdalam melalui wawancara dengan sejumlah pemangku kepentingan. Wawancara dilakukan secara daring maupun luring, dengan menyesuaikan kondisi dan ketersediaan narasumber.
Melalui wawancara, mahasiswa menggali informasi mengenai potensi desa, kondisi masyarakat, serta berbagai aspek yang dapat menjadi dasar untuk melihat peluang pengembangan ekonomi berbasis desa.

Pelibatan masyarakat menjadi salah satu unsur penting dalam proses tersebut. Masyarakat diposisikan bukan hanya sebagai sumber informasi, tetapi juga sebagai pihak yang memahami secara langsung sumber daya dan aktivitas yang berkembang di lingkungannya.
Pendekatan itu memungkinkan proses identifikasi tidak hanya berangkat dari sudut pandang mahasiswa sebagai pihak luar, tetapi juga mempertimbangkan pengetahuan lokal yang dimiliki masyarakat.
Selain wawancara, mahasiswa melakukan observasi lapangan untuk melihat secara langsung kondisi Desa Sumberdem. Pengamatan tersebut menjadi pelengkap informasi yang diperoleh dari narasumber sekaligus membantu mahasiswa memahami kondisi potensi desa secara lebih kontekstual.
Hasil wawancara dan observasi selanjutnya dikumpulkan untuk memasuki tahap pengolahan dan identifikasi data.
Pada tahap pengolahan, berbagai informasi yang telah diperoleh disusun secara lebih terstruktur. Proses tersebut dilakukan untuk memilah informasi sekaligus mengidentifikasi potensi yang memiliki peluang untuk mendukung pengembangan ekonomi desa.
Tahapan pengolahan data menjadi penting karena hasil observasi tidak berhenti sebagai catatan kegiatan KKN. Informasi yang terkumpul diarahkan menjadi gambaran mengenai potensi lokal yang dapat dipertimbangkan dalam pengembangan Desa Sumberdem ke depan.

Dengan demikian, kegiatan KKN 179 UNS tidak hanya menempatkan observasi sebagai aktivitas pengumpulan data, tetapi juga sebagai proses awal untuk membangun pemahaman yang lebih sistematis mengenai kondisi dan potensi Kampung Deling.
Hasil identifikasi tersebut kemudian diserahkan kepada Pemerintah Desa Sumberdem pada 18 Agustus 2026. Penyerahan dilakukan setelah rangkaian observasi, wawancara, dan pengolahan data selesai dilaksanakan.
Penyerahan hasil kepada pemerintah desa menjadi bagian penting dari keberlanjutan program. Data yang telah dikumpulkan dan diolah dapat menjadi bahan informasi bagi pemerintah desa untuk melihat potensi lokal yang tersedia serta mempertimbangkan peluang pengembangannya pada masa mendatang.
Langkah tersebut juga membuat hasil kegiatan KKN memiliki peluang untuk digunakan di luar periode pelaksanaan program. Data hasil identifikasi dapat menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam proses perencanaan apabila pemerintah desa akan mengembangkan potensi yang ditemukan.
Mahasiswa KKN 179 berharap hasil observasi dan identifikasi dapat memberikan gambaran yang lebih jelas mengenai potensi Desa Sumberdem, terutama Kampung Deling.
Data tersebut diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi atas pelaksanaan program kerja mahasiswa, tetapi juga dapat dimanfaatkan sebagai salah satu bahan dalam perencanaan pengembangan potensi desa secara berkelanjutan.
Kegiatan ini sekaligus menunjukkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam proses pemetaan potensi lokal. Pengetahuan masyarakat mengenai lingkungan, sumber daya, dan aktivitas ekonomi di wilayahnya menjadi bagian dari informasi yang dibutuhkan untuk memahami kondisi desa secara lebih menyeluruh.
Melalui tahapan yang dilakukan secara bertahap, mahasiswa berupaya menghubungkan informasi dari masyarakat dengan hasil pengamatan di lapangan. Informasi tersebut kemudian diolah sebelum diserahkan kepada pemerintah desa.
Program “Observasi dan Identifikasi Potensi Kampung Deling melalui Keterlibatan Masyarakat untuk Mendukung Ekonomi Berbasis Desa di Desa Sumberdem” pada akhirnya diarahkan sebagai langkah awal pemetaan potensi lokal.
Alih-alih hanya menghasilkan laporan kegiatan, proses tersebut memberikan dasar informasi yang dapat digunakan untuk melihat potensi desa secara lebih terarah. Keberlanjutan pemanfaatan hasil identifikasi selanjutnya berada pada pemerintah desa dan masyarakat sesuai kebutuhan serta arah pengembangan Desa Sumberdem.
Bagi mahasiswa KKN 179 UNS, rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memahami persoalan dan potensi desa melalui interaksi langsung dengan masyarakat. Sementara bagi Desa Sumberdem, hasil identifikasi diharapkan dapat menjadi tambahan informasi dalam mempertimbangkan pengembangan potensi lokal dan penguatan ekonomi berbasis desa.
Dengan penyerahan hasil identifikasi kepada pemerintah desa pada 18 Agustus 2026, rangkaian program tidak berhenti pada tahap pengumpulan informasi. Hasil yang telah disusun diharapkan dapat menjadi titik awal bagi pembahasan lebih lanjut mengenai potensi Kampung Deling dan kemungkinan pengembangannya sesuai kondisi serta kebutuhan masyarakat.









