Mahasiswa KKN UNS Ciptakan Sensor Pendeteksi Api Sederhana untuk Warga Dukuh Sosogan

- Redaksi

Rabu, 13 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto bersama KKN Kelompok 65 UNS dengan perangkat desa, karangtaruna warga Dukuh Sosogan usai pelaksanaan program pembuatan sensor pendeteksi api sederhana. Rejosari, Gondangrejo, Karanganyar (22/07/2025). Foto: KKN Kelompok 65 UNS

Foto bersama KKN Kelompok 65 UNS dengan perangkat desa, karangtaruna warga Dukuh Sosogan usai pelaksanaan program pembuatan sensor pendeteksi api sederhana. Rejosari, Gondangrejo, Karanganyar (22/07/2025). Foto: KKN Kelompok 65 UNS

Karanganyar, Sorotnesia.com – Upaya meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap ancaman kebakaran kembali mendapat perhatian khusus. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 65 Universitas Sebelas Maret (UNS) bekerja sama dengan Karang Taruna dan perangkat desa Dukuh Sosogan, Kelurahan Rejosari, Kabupaten Karanganyar, merancang inovasi sensor pendeteksi api sederhana.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa, 22 Juli 2025 sebagai bagian dari program pengabdian masyarakat yang mengusung tema Pencegahan Kebakaran Melalui Inovasi Sensor Pendeteksi Api untuk Meningkatkan Kesiapsiagaan Masyarakat.

Program ini juga mendukung arahan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) wilayah Karisidenan Surakarta yang mendorong penggunaan teknologi tepat guna untuk pencegahan bencana. Langkah ini sejalan dengan Program Kampung Iklim yang mengedepankan solusi berbasis teknologi sederhana namun efektif.

Alat ini dirancang agar masyarakat dapat menerima peringatan dini jika terdeteksi api, perubahan suhu, atau cahaya yang tiba-tiba. Dengan begitu, tindakan penanggulangan bisa dilakukan lebih cepat, sekaligus meningkatkan kesadaran warga akan pentingnya mitigasi risiko kebakaran.

Ketua Tim KKN Kelompok 65 UNS, Valentina Collins, menjelaskan bahwa ide ini muncul dari keprihatinan terhadap tingginya risiko kebakaran di lingkungan padat penduduk.

“Kami melihat peluang besar dalam memanfaatkan teknologi sensor pendeteksi api yang mampu memberikan peringatan dini. Dengan demikian, masyarakat dapat segera mengambil tindakan dan mencegah api menyebar luas,” ujarnya.

Baca Juga :  Belajar Mengelola Emosi, Kelompok 103 KKN-PPM UMBY Gunakan Permainan Ekspresi untuk Siswa SDN Tawangharjo
Proses pembuatan sensor pendeteksi api sederhana dipandu oleh Valentina Collins, dan dilanjutkan oleh Isnawi Nurjanah, Miranda dan Dini Febriyanti yang telah dibagi masing-masing kelompok. Foto: KKN Kelompok 65 UNS
Proses pembuatan sensor pendeteksi api sederhana dipandu oleh Valentina Collins, dan dilanjutkan oleh Isnawi Nurjanah, Miranda dan Dini Febriyanti yang telah dibagi masing-masing kelompok. Foto: KKN Kelompok 65 UNS

Kegiatan ini melibatkan 10 mahasiswa, termasuk dua mahasiswa internasional asal Bangladesh dan Nigeria. Selain Valentina Collins, anggota tim terdiri dari Fransiska Imelia Puspitasari, Miranda, Dini Febriyanti, Helen Angel Sulistyo, Isnawi Nurjanah, Oktavian Dias Firmansyah, Mahmud, Ibrahim Mustapha Salisu, dan Erni Pujiastuti.

Mereka dibagi menjadi tiga kelompok yang didampingi langsung oleh Ketua RT 01, RT 02, RT 03, dan Ketua RW 07. Metode pembuatan sensor bukan hanya untuk menghasilkan alat yang berfungsi, tetapi juga membangun kesadaran dan keterampilan warga dalam memanfaatkan teknologi yang bermanfaat.

Materi pelatihan disampaikan oleh Valentina Collins, dengan pendampingan teknis oleh Isnawi Nurjanah, Miranda, dan Dini Febriyanti. Peserta diperkenalkan pada langkah-langkah pemasangan sensor, prosedur penanganan saat peringatan berbunyi, serta komponen yang digunakan.

Alat ini dirakit menggunakan komponen sederhana seperti PCB, buzzer, transistor, LED, resistor, kabel jumper, dan baterai 9 volt. Untuk mempermudah, peserta dibekali gambar rangkaian sehingga proses perakitan lebih mudah dipahami.

Ketua Karang Taruna Dukuh Sosogan, Lucky Satria, mengapresiasi kegiatan ini sebagai bentuk nyata kolaborasi masyarakat.

Baca Juga :  Kolaborasi UNS dan KTH Sari Bunga Giyanti, Dari Legalitas Produk hingga Peningkatan Daya Saing UMKM Hutan Desa

“Program ini menjadi contoh gotong royong antara pemuda, mahasiswa, dan perangkat desa. Kami berharap alat ini bisa menjadi awal dari sistem peringatan dini kebakaran yang lebih luas di wilayah kami,” ujarnya.

Proses penyerahan alat sensor pendeteksi api sederhana oleh Valentina Collins kepada ketua karangtaruna Lucky Satria. Foto: KKN Kelompok 65 UNS
Proses penyerahan alat sensor pendeteksi api sederhana oleh Valentina Collins kepada ketua karangtaruna Lucky Satria. Foto: KKN Kelompok 65 UNS

Adapun tujuan utama dari inovasi ini meliputi:

  1. Memberikan peringatan dini saat potensi kebakaran terdeteksi.
  2. Meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan warga.
  3. Mengurangi risiko kerugian material dan korban jiwa akibat keterlambatan penanganan.
  4. Memberdayakan warga melalui keterlibatan langsung dalam pembuatan dan penggunaan sensor.

Inovasi ini diharapkan menjadi langkah awal menuju terwujudnya lingkungan yang aman dan tanggap risiko kebakaran. Melalui sinergi antara akademisi, perangkat desa, dan masyarakat, Dukuh Sosogan dapat menjadi contoh bagi wilayah lain dalam membangun sistem peringatan dini yang efektif.

Foto Bersama Tim KKN Kelompok 65 UNS dengan perangkat Dukuh Sosogan dan Karang Taruna Dukuh Sosogan. Foto: KKN Kelompok 65 UNS
Foto Bersama Tim KKN Kelompok 65 UNS dengan perangkat Dukuh Sosogan dan Karang Taruna Dukuh Sosogan. Foto: KKN Kelompok 65 UNS

Selain melindungi keselamatan warga dan lingkungan, program ini juga memperkuat budaya gotong royong serta kesadaran bersama dalam pengelolaan risiko bencana secara berkelanjutan.

Dengan pendekatan sederhana namun tepat guna, teknologi ini membuktikan bahwa inovasi tidak selalu membutuhkan biaya besar untuk memberi dampak signifikan. Mahasiswa KKN UNS berharap program ini dapat diadopsi di wilayah lain, khususnya daerah rawan kebakaran, sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.


Penulis : Tim KKN 65 Mahasiswa UNS

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Serai Merah Tak Sekadar Tanaman, KKN UNS Kenalkan Potensinya untuk Produk Rumah Tangga
Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik
Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh
Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari
Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan
KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 10:47 WIB

Dorong Persiapan Kehamilan Sehat, Mahasiswa Gizi UAD Edukasi Calon Pengantin di KUA Ngaglik

Rabu, 23 September 2026 - 18:02 WIB

Penerapan K3 di Sekolah: Membangun Lingkungan Belajar yang Aman, Nyaman, dan Tangguh

Minggu, 20 September 2026 - 11:51 WIB

Lomba Seni Literasi KKN 292 UNS Dorong Kreativitas Anak Desa Tawangsari

Sabtu, 19 September 2026 - 15:42 WIB

Dorong Daya Saing UMKM Desa Brunosari, KKN 214 UNS Inovasikan Produk dan Perkuat Identitas Kemasan

Rabu, 16 September 2026 - 06:12 WIB

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari

Berita Terbaru

Ilustrasi sawah dan industri

Opini

Karawang Makin Dipenuhi Pabrik, Bagaimana Nasib Sawahnya?

Minggu, 11 Okt 2026 - 20:30 WIB