Inovasi Tungku Minim Asap, Mahasiswa KKN UNS Dorong Desa Sambirejo Lebih Sehat dan Ramah Lingkungan

- Redaksi

Minggu, 31 Agustus 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Proses praktik pembakaran sampah menggunakan insinerator. Foto: KKN 147 UNS

Proses praktik pembakaran sampah menggunakan insinerator. Foto: KKN 147 UNS

Madiun, Sorotnesia.com – Desa Sambirejo, Kecamatan Jiwan, Kabupaten Madiun, kini memiliki cara baru dalam menghadapi persoalan sampah rumah tangga. Melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Sebelas Maret (UNS) kelompok 147 periode Juli–Agustus 2025, mahasiswa menghadirkan inovasi insinerator atau tungku pembakaran minim asap yang diharapkan mampu menjawab persoalan sampah sekaligus menjaga kualitas lingkungan desa.

Selama ini, masyarakat Sambirejo mengandalkan cara lama dalam mengatasi sampah, yakni ditimbun atau dibakar terbuka. Cara tersebut menimbulkan masalah baru berupa asap pekat yang mencemari udara serta berpotensi mengganggu kesehatan warga.

Kondisi inilah yang melatarbelakangi lahirnya program bertajuk Inovasi Insinerator Pengelolaan Sampah: Pemanfaatan Tungku Pembakaran Minim Asap untuk Desa Bersih dan Sehat, yang digelar Selasa 29 Juli 2025.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMBY Tingkatkan Kesadaran akan Risiko Pernikahan Dini di Dusun Tegallawas

Tidak sekadar memperkenalkan teknologi, mahasiswa UNS juga memberikan edukasi tentang pengelolaan sampah yang lebih bijak. Warga, khususnya ibu-ibu perangkat desa, PKK, hingga kader kesehatan, diajak memahami cara kerja tungku, jenis sampah yang tepat untuk dibakar, serta metode perawatan agar insinerator tetap ramah lingkungan.

Lurah Sambirejo, Heru Purnomo, S.E., menilai langkah mahasiswa sangat relevan dengan kebutuhan desa.

“Alat insinerator ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama untuk mengurangi masalah sampah rumah tangga. Dengan adanya tungku pembakaran minim asap, lingkungan desa bisa lebih bersih dan sehat,” ujarnya.

Pelaksanaan Sosialisasi Insinerator Pengelolaan Sampah: Pemanfaatan Tungku Pembakaran Minim Asap untuk Desa Bersih dan Sehat bersama ibu-ibu perangkat desa, ibu-ibu PKK, dan kader Desa Sambirejo pada Selasa 29 Juli 2025. Foto: KKN 147 UNS
Pelaksanaan Sosialisasi Insinerator Pengelolaan Sampah: Pemanfaatan Tungku Pembakaran Minim Asap untuk Desa Bersih dan Sehat bersama ibu-ibu perangkat desa, ibu-ibu PKK, dan kader Desa Sambirejo pada Selasa 29 Juli 2025. Foto: KKN 147 UNS

Tidak hanya menjadi penonton, warga turut mencoba langsung proses pembakaran dengan insinerator. Sejumlah warga mengaku perbedaan asap cukup signifikan dibanding cara lama. Hal ini membuat mereka optimis alat tersebut dapat diterapkan secara mandiri.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNTAG Surabaya Aktif Laksanakan Pengabdian Masyarakat di Desa Bendunganjati

Ketua pelaksana program, Danur Dwi Fitriatama, menegaskan bahwa tujuan utama bukan hanya menghadirkan alat, melainkan membangun kesadaran bersama.

“Kami berharap masyarakat Desa Sambirejo dapat lebih sadar akan pentingnya pengelolaan sampah, serta mampu memanfaatkan insinerator secara mandiri untuk menjaga kebersihan desa,” ungkapnya.

Dari program ini, muncul peluang besar bagi warga untuk mengembangkan sistem pengelolaan sampah berbasis kelompok. Dengan langkah awal yang sederhana namun berdampak, Desa Sambirejo didorong menuju lingkungan yang lebih bersih, sehat, serta berkelanjutan.

Penulis : Danur Dwi Fitriatama | Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi
Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta
Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo
Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas
Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry
Sorotan Kampus Berbasis Industri di Jakarta untuk Calon Mahasiswa
Limbah Serbuk Gergaji di Klaten Disulap Jadi Briket Arang, Mahasiswa UNS Dorong Peluang Usaha Berbasis Energi Terbarukan
Limbah Sekam Padi di Boyolali Disulap Jadi Media Tanam Jamur, Buka Peluang Usaha Baru bagi Warga Desa

Berita Terkait

Minggu, 12 Juli 2026 - 11:00 WIB

Mahasiswa UNS Teliti Empat Metode Ekstraksi Antosianin Buah Murbei untuk Dukung Pengembangan Bahan Bioaktif Bernilai Tinggi

Senin, 6 Juli 2026 - 13:02 WIB

Dari Laboratorium ke Ruang Kelas, Tim Teman Riset 1790 UNS Kenalkan Kimia Hijau lewat Riset Senyawa Antibakteri di SMA Al-Islam Surakarta

Sabtu, 4 Juli 2026 - 12:29 WIB

Kajian Tim JARPAK UNS Ungkap Posisi Strategis Desa Sumbung sebagai Penopang Ekonomi Wilayah Cepogo

Sabtu, 4 Juli 2026 - 11:59 WIB

Identitas dan Legalitas Usaha Jadi Kunci Penguatan UMKM Desa Sumbung, Warga Didorong Naik Kelas

Jumat, 3 Juli 2026 - 12:38 WIB

Limbah Kulit Lamtoro Jadi Penangkap Antibiotik di Air, Mahasiswa UNS Edukasi Siswa SMAN 1 Banyuduono Lewat Riset Green Chemistry

Berita Terbaru