Madiun, Sorotnesia.com – Mengenalkan pengelolaan uang dan kewirausahaan sejak bangku sekolah dasar menjadi fokus mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 155 Universitas Sebelas Maret (UNS) melalui dua program edukasi di SDN Lebak, Desa Lebakayu, Kecamatan Sawahan, Kabupaten Madiun.
Dua program tersebut menyasar siswa berdasarkan jenjang kelas. Siswa kelas 1–3 mengikuti program Celengan Kreatif: Mewarnai dan Edukasi Menabung pada 30–31 Juli 2026. Sementara siswa kelas 4–6 mengikuti program Edupreneur Cilik pada 6–7 Agustus 2026.
Kedua program tidak hanya menempatkan siswa sebagai penerima materi. Mahasiswa KKN menggabungkan penyampaian pengetahuan dengan praktik agar siswa dapat langsung mencoba keterampilan yang diperkenalkan.
Melalui Celengan Kreatif, siswa kelas rendah diperkenalkan pada literasi keuangan melalui kebiasaan menabung dan pencatatan sederhana. Adapun Edupreneur Cilik mengajak siswa kelas tinggi memahami dasar kewirausahaan melalui praktik membuat kerajinan dari kawat bulu (pipe cleaner).
Menabung Tidak Hanya Menyimpan Uang
Pada program Celengan Kreatif, mahasiswa KKN mengenalkan konsep menabung kepada siswa kelas 1 hingga 3 dengan bahasa yang disesuaikan dengan usia mereka.
Materi mencakup pengertian menabung, manfaat menyisihkan uang, serta pentingnya mengelola uang dalam kehidupan sehari-hari. Pendekatan tersebut kemudian dilanjutkan dengan aktivitas yang lebih konkret.
Setiap siswa memperoleh celengan untuk diwarnai dan dihias sesuai kreativitas masing-masing. Aktivitas tersebut menjadi bagian dari metode pembelajaran agar siswa memiliki pengalaman langsung dalam mengenal fungsi celengan sebagai tempat menyimpan uang.

Alih-alih berhenti pada kegiatan mewarnai, mahasiswa KKN juga memperkenalkan buku kas sederhana. Siswa diajarkan mencatat uang yang ditabung, termasuk jumlah uang dan pencatatannya secara rutin.
Pengenalan buku kas menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut karena kebiasaan menabung diperkenalkan bersamaan dengan keterampilan mencatat. Dengan cara itu, siswa tidak hanya memahami bahwa uang dapat disisihkan, tetapi juga mulai mengenal bagaimana jumlah tabungan dapat dipantau.
Kegiatan berlangsung dengan melibatkan siswa secara langsung. Mereka mengikuti penyampaian materi, menghias celengan, serta mencoba mencatat tabungan melalui buku kas sederhana yang diperkenalkan mahasiswa KKN.
Pendekatan praktik tersebut membuat materi mengenai pengelolaan uang menjadi lebih dekat dengan aktivitas sehari-hari siswa. Celengan berfungsi sebagai media untuk membangun kebiasaan menabung, sedangkan buku kas menjadi pengenalan awal terhadap pencatatan keuangan.
Dari Kawat Bulu Menjadi Produk
Berbeda dengan siswa kelas 1–3, siswa kelas 4–6 mendapatkan materi melalui program Edupreneur Cilik. Kegiatan yang dilaksanakan pada 6–7 Agustus 2026 tersebut menggabungkan pengenalan dasar kewirausahaan dengan praktik pembuatan kerajinan.
Mahasiswa KKN terlebih dahulu mengenalkan sejumlah nilai dasar dalam kewirausahaan, seperti kreativitas, ketekunan, keberanian mencoba, serta kemampuan mengembangkan ide menjadi sebuah produk.
Setelah memperoleh pengantar materi, siswa mengikuti praktik membuat kerajinan menggunakan kawat bulu (pipe cleaner). Mahasiswa KKN memberikan contoh tahapan pembuatan sekaligus mendampingi siswa selama proses berlangsung.

Kawat bulu digunakan sebagai bahan praktik karena mudah dibentuk menjadi berbagai kreasi. Dengan bahan sederhana tersebut, siswa mendapatkan pengalaman mengolah material menjadi sebuah karya.
Pembelajaran kemudian diarahkan pada pengenalan nilai guna dan nilai jual sebuah produk. Siswa tidak hanya diajak membuat kerajinan, tetapi juga diperkenalkan pada gagasan bahwa sebuah karya dapat memiliki nilai apabila dikembangkan melalui kreativitas dan disesuaikan dengan kebutuhan.
Konsep tersebut menjadi pengantar bagi siswa untuk memahami hubungan antara keterampilan, kreativitas, produk, dan kewirausahaan. Dari proses membuat sebuah karya, siswa dapat melihat bahwa sebuah ide dapat diwujudkan menjadi produk yang memiliki kegunaan.
Kegiatan juga memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan bentuk kerajinan berdasarkan ide masing-masing. Mahasiswa KKN berperan memberikan contoh dan pendampingan selama proses pembuatan.
Menyesuaikan Edukasi dengan Usia Siswa
Dua program tersebut menggunakan pendekatan berbeda karena disesuaikan dengan jenjang siswa. Pada kelas 1–3, pembelajaran diarahkan pada pengenalan kebiasaan menabung dan pencatatan keuangan sederhana melalui celengan serta buku kas.
Sementara itu, siswa kelas 4–6 memperoleh pengalaman yang lebih dekat dengan proses kewirausahaan. Mereka dikenalkan pada kreativitas dan keberanian mengembangkan gagasan melalui pembuatan kerajinan dari kawat bulu.
Perbedaan pendekatan tersebut membuat materi tidak diberikan secara seragam kepada seluruh siswa. Kegiatan disusun dengan mempertimbangkan kemampuan dan kebutuhan pembelajaran berdasarkan kelompok usia.
Selain memperoleh pengetahuan, siswa mendapatkan kesempatan untuk mencoba secara langsung. Pada program Celengan Kreatif, praktik dilakukan melalui kegiatan menghias celengan dan mencatat tabungan. Pada Edupreneur Cilik, praktik dilakukan dengan membuat produk kerajinan.
Kedua kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengenalan literasi keuangan dan kewirausahaan dapat dilakukan melalui aktivitas sederhana yang dekat dengan keseharian anak. Menabung diperkenalkan melalui pengalaman mengelola uang, sedangkan kewirausahaan dikenalkan melalui proses mengubah bahan menjadi sebuah karya.
Bagi mahasiswa KKN 155 UNS, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan keterampilan praktis kepada siswa SDN Lebak. Materi yang diberikan mencakup pengelolaan uang sederhana hingga pengembangan kreativitas menjadi produk yang memiliki nilai guna dan nilai jual.
Melalui dua program itu, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga pengalaman untuk mempraktikkan materi yang dipelajari. Menabung, mencatat keuangan, berkreasi, dan mengenal nilai sebuah produk diperkenalkan melalui kegiatan yang disesuaikan dengan usia siswa.
Dengan pendekatan tersebut, edukasi yang diberikan mahasiswa KKN 155 UNS di SDN Lebak diarahkan pada keterampilan yang dapat dikenali dan dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Penulis : Mahasiswa KKN 155 UNS
Editor : Fadli Akbar









