Penyuluhan “Ecodana” Mahasiswa UPN Jatim Dorong Ibu-Ibu PKK Surabaya Lebih Melek Keuangan dan Peduli Lingkungan

- Redaksi

Kamis, 19 Juni 2025

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kelompok Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian berfoto dengan anggota PKK Kelurahan Gunung Anyar selepas acara penyuluhan Ecodana dan pembagian benih tanaman hortikultura sebagai simbolisasi praktik penghijauan di kalangan Masyarakat Kelurahan Gunung Anyar Surabaya. Foto: Pribadi

Kelompok Mahasiswa Program Studi Agribisnis Fakultas Pertanian berfoto dengan anggota PKK Kelurahan Gunung Anyar selepas acara penyuluhan Ecodana dan pembagian benih tanaman hortikultura sebagai simbolisasi praktik penghijauan di kalangan Masyarakat Kelurahan Gunung Anyar Surabaya. Foto: Pribadi

Mahasiswa UPN Jatim gelar penyuluhan “Ecodana” di Surabaya, edukasi ibu-ibu PKK soal manajemen keuangan dan penghijauan. Kegiatan menggabungkan konsep ekologi dan dana sebagai upaya memberdayakan keluarga dalam menjaga lingkungan dan keuangan.

Surabaya, Sorotnesia.com – Dalam upaya mengintegrasikan pendidikan dan pengabdian masyarakat, sekelompok mahasiswa Program Studi Agribisnis Universitas Pembangunan Nasional (UPN) “Veteran” Jawa Timur menggelar penyuluhan bertajuk “Ecodana” di Kelurahan Gunung Anyar, Surabaya.

Kegiatan ini mengusung dua isu penting sekaligus—manajemen keuangan rumah tangga dan penghijauan lingkungan—yang dikemas dalam satu kegiatan yang menyasar para anggota PKK sebagai motor penggerak keluarga dan masyarakat.

Penyuluhan ini merupakan bagian dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, dan menjadi tugas wajib dari mata kuliah umum kepemimpinan di UPN “Veteran” Jawa Timur. Acara berlangsung pada Minggu, (18/5/2025), bertepatan dengan kegiatan rutin arisan ibu-ibu PKK, sehingga memudahkan pelibatan peserta secara langsung.

Konsep “Ecodana” sendiri merupakan gabungan dua kata, yakni ekologi dan dana, yang menggambarkan sinergi antara kepedulian terhadap lingkungan dan pengelolaan keuangan yang bijak. Dengan sasaran utama ibu-ibu PKK, kegiatan ini dimaksudkan untuk mendorong perubahan positif dari dalam unit terkecil masyarakat—keluarga—menuju keberlanjutan lingkungan dan ekonomi rumah tangga yang lebih sehat.

Sebelum kegiatan berlangsung, tim mahasiswa terlebih dahulu melakukan pra-survei dan wawancara dengan Ketua PKK Kelurahan Gunung Anyar, Bu Indah, guna menggali isu-isu aktual yang dihadapi masyarakat setempat. Hasil dari pra-survei tersebut menjadi pijakan dalam merancang materi penyuluhan yang lebih tepat sasaran.

Baca Juga :  UI Perkuat Riset Interdisiplin dengan Lima Laboratorium Canggih untuk Dukung Net Zero Emission

Kegiatan dilangsungkan di Balai Serba Guna RT 03, Kelurahan Gunung Anyar, Kecamatan Gunung Anyar, Surabaya. Sebanyak 15 anggota PKK, termasuk Ketua PKK Bu Indah, turut hadir dalam penyuluhan ini. Antusiasme peserta tampak sejak awal, terutama saat pemaparan materi pertama oleh Durotun Naimah yang membawakan tema “Manajemen Keuangan di Unit Keluarga”.

Dalam penyampaiannya, Durotun menekankan pentingnya menabung meskipun hanya 5% dari pendapatan rumah tangga. Ia juga mengajak ibu-ibu PKK untuk mulai mempertimbangkan instrumen simpanan berbasis aset seperti emas yang dinilai lebih stabil.

“Saving sangat penting untuk simpanan kita ketika keuangan keluarga sedang rentan. Di zaman sekarang, menyimpan dalam bentuk emas lebih diutamakan, meski uang tunai tetap relevan,” ujarnya.

Durotun juga menyoroti pentingnya memanfaatkan teknologi untuk mencatat pemasukan dan pengeluaran, serta membuat perencanaan keuangan yang lebih tertata. Sesi ini ditutup dengan diskusi aktif, di mana peserta yang bertanya mendapat hadiah sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka.

Sesi kedua dilanjutkan oleh Nadia Khafidhatul, yang membahas tentang penghijauan dengan pendekatan konsep 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ia mengajak ibu-ibu PKK untuk lebih sadar akan pentingnya menjaga lingkungan, bahkan dari skala rumah tangga sekalipun.

Salah satu peserta, Bu Ani, menanyakan apakah tanaman sayur seperti cabai dan terong juga termasuk dalam kategori penghijauan. Menanggapi hal itu, Nadia menjelaskan, “Semua tanaman, baik pohon besar maupun tanaman kecil, tetap memiliki peran penting dalam menyerap karbon dioksida dan menghasilkan oksigen melalui proses fotosintesis. Itu sudah cukup berarti bagi lingkungan.”

Baca Juga :  KKN BBK UNAIR Bersama DLH Kabupaten Madiun Gelar Sosialisasi Bank Sampah

Kegiatan penyuluhan ditutup dengan sesi demonstrasi penghijauan menggunakan media tanam dari botol bekas yang diberi tali gantung. Selain sebagai contoh penerapan prinsip 3R, metode ini juga dinilai hemat ruang dan ramah lingkungan. Mahasiswa penyuluh lainnya seperti Aliza Putri Febrianti selaku ketua kegiatan dan MC, serta Putri Aprillia Aristawati sebagai dokumentator, turut mendukung kesuksesan acara ini.

Bu Indah memberikan apresiasi tinggi terhadap kegiatan mahasiswa UPN. “Saya mengapresiasi penyuluhan Ecodana ini karena manfaatnya berkelanjutan. Kami dari PKK Gunung Anyar akan selalu terbuka untuk kegiatan penyuluhan selanjutnya.”

Sebagai simbol keberlanjutan, kegiatan ini diakhiri dengan pembagian benih sayuran hortikultura kepada para peserta. Pemberian ini menjadi bentuk harapan agar praktik penghijauan yang dimulai dari kegiatan ini bisa terus dilanjutkan di lingkungan rumah masing-masing.

Penyuluhan “Ecodana” di Gunung Anyar ini bukan hanya memberi ilmu baru, tetapi juga membuka ruang kolaborasi yang lebih erat antara perguruan tinggi dan masyarakat. Kolaborasi yang menggabungkan aspek lingkungan dan keuangan rumah tangga menjadi wujud nyata dari pemberdayaan yang berdampak luas dan berkelanjutan.


Penulis : Nadia Khafidhatul Ilma | Mahasiswa Prodi Agribisnis | UPN "Veteran" Jawa Timur

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Dorong Konservasi dan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNS Tanam Puluhan Bibit MPTS di Desa Gunungsari
Dari Limbah Jadi Penghasilan: Program GALANTARA DESA KKN UNS 67 Dorong Kemandirian Warga Kebondalem Lor
KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular
Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual
Akar Bambu Jadi Solusi, KKN 138 UNS Sosialisasikan Pembuatan PGPR Ramah Lingkungan kepada Petani Kadipiro, Sragen
Kreatif dan Peduli Lingkungan, Mahasiswa KKN 144 UNS Ajak Kelompok Wanita Tani Olah Sampah Dapur Jadi POC
Kolaborasi Edukasi Digital, KKN UNS 157 Perkuat Literasi Anti-Penipuan Warga Watangasono
FGD KKN UNS Gandeng DPRD, Desa Lebak Dorong Penguatan UMKM dan SDM Muda

Berita Terkait

Kamis, 26 Februari 2026 - 16:03 WIB

Dorong Konservasi dan Ekonomi Warga, Mahasiswa KKN UNS Tanam Puluhan Bibit MPTS di Desa Gunungsari

Kamis, 26 Februari 2026 - 11:30 WIB

Dari Limbah Jadi Penghasilan: Program GALANTARA DESA KKN UNS 67 Dorong Kemandirian Warga Kebondalem Lor

Kamis, 26 Februari 2026 - 00:32 WIB

KKN UNS Kelompok 29 Gandeng EXALOS dan KATANYAPALA Edukasi Warga Grogol Soal Interaksi Aman dan Penanganan Gigitan Ular

Senin, 23 Februari 2026 - 10:30 WIB

Mahasiswa KKN 13 UNS Perkuat Identitas Desa Samiran Melalui Strategi Branding Berbasis Visual

Sabtu, 21 Februari 2026 - 19:31 WIB

Akar Bambu Jadi Solusi, KKN 138 UNS Sosialisasikan Pembuatan PGPR Ramah Lingkungan kepada Petani Kadipiro, Sragen

Berita Terbaru