Puskesmas Kedungwuni II Luncurkan Program GEMPITA DM & HT untuk Kendalikan Diabetes dan Hipertensi

- Redaksi

Senin, 30 Desember 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

(sumber: penulis)

(sumber: penulis)

Puskesmas Kedungwuni II menginisiasi program GEMPITA DM & HT atau Gerakan Masyarakat Peduli Diabetes Melitus dan Hipertensi sebagai langkah strategis dalam pencegahan dan pengendalian Penyakit Tidak Menular (PTM). Program ini berfokus pada deteksi dini faktor risiko seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kadar gula darah yang meningkat, gangguan penglihatan, hingga deteksi kanker serviks dan payudara.

Sasaran utama program adalah masyarakat berusia 15 tahun ke atas dengan anjuran untuk melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, minimal sekali dalam setahun. Melalui pendekatan ini, masyarakat diharapkan lebih peduli terhadap kondisi kesehatannya sehingga penyakit dapat dicegah sejak dini.

Baca Juga :  Puskesmas Kedungwuni II Jalankan Program SIFAAN untuk Wujudkan Pesantren Sehat

Pelaksanaan GEMPITA DM & HT dilakukan melalui pemberdayaan kader kesehatan, penyelenggaraan posbindu di setiap desa, posyandu remaja, serta kegiatan skrining kesehatan pada berbagai agenda tahunan desa. Hasil dari kegiatan skrining tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan penyuluhan kesehatan maupun rujukan ke puskesmas untuk penanganan lebih lanjut.

Berkat program ini, kasus hipertensi dan diabetes di wilayah kerja Puskesmas Kedungwuni II dilaporkan lebih terkendali. Selain itu, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin juga semakin meningkat.

Baca Juga :  Harga Cabai Melonjak, Ketahanan Dapur Warga Musi Rawas Diuji

Meski masih menghadapi sejumlah tantangan, seperti keterbatasan sarana pemeriksaan dan jumlah tenaga kesehatan, program ini dinilai cukup efektif karena mendapat dukungan dari pemerintah desa serta partisipasi aktif masyarakat.

Ke depan, GEMPITA DM & HT akan terus dikembangkan agar dapat menjangkau lebih banyak warga, memperluas cakupan skrining, serta mendorong masyarakat usia produktif untuk menerapkan gaya hidup sehat. Langkah ini diharapkan mampu menekan risiko penyakit tidak menular sejak dini dan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat secara keseluruhan.

Penulis : Akhmad Haris | Universitas Dian Nuswantoro

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Belajar Berdamai dengan Diri melalui Evaluasi: Menelisik Medan Makna dalam Perspektif Semantik Makyun Subuki
Runtuhnya Dinding Kamus: Menilik Evolusi Bahasa Indonesia di Ruang Digital
Memilih Lingkaran Pertemanan, Kunci Keberhasilan Akademik Mahasiswa Perantau
Karier Guru yang Terhambat Mengancam Masa Depan Pendidikan Indonesia
Close Friends Instagram: Ruang Aman Generasi Z untuk Berkomunikasi dan Membangun Identitas Digital
Media Sosial dan Konsentrasi Belajar Mahasiswa, Menjaga Fokus di Tengah Arus Digital
Bangkit dari Trauma KDRT: Jalan Panjang Menuju Pemulihan yang Utuh
Mengintip Tren Baru Hukum Keluarga: Dari Perlindungan Aset hingga Perselingkuhan Digital

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:45 WIB

Belajar Berdamai dengan Diri melalui Evaluasi: Menelisik Medan Makna dalam Perspektif Semantik Makyun Subuki

Selasa, 7 Juli 2026 - 22:30 WIB

Runtuhnya Dinding Kamus: Menilik Evolusi Bahasa Indonesia di Ruang Digital

Minggu, 5 Juli 2026 - 22:50 WIB

Memilih Lingkaran Pertemanan, Kunci Keberhasilan Akademik Mahasiswa Perantau

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:29 WIB

Close Friends Instagram: Ruang Aman Generasi Z untuk Berkomunikasi dan Membangun Identitas Digital

Minggu, 5 Juli 2026 - 15:26 WIB

Media Sosial dan Konsentrasi Belajar Mahasiswa, Menjaga Fokus di Tengah Arus Digital

Berita Terbaru