Santri Sebagai Garda Terdepan: KKN UIN Walisongo Terlibat dalam Peringatan Hari Santri Nasional di Ambarawa

- Redaksi

Selasa, 22 Oktober 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN Reguler 83 Kecamatan Ambarawa berfoto bersama dengan Bapak Dewanto selaku Plt. Camat Ambarawa, Kabupaten Semarang pada (22/10/2024). (Foto: KKN Reguler 83 Posko 5 UIN Walisongo)

Mahasiswa KKN Reguler 83 Kecamatan Ambarawa berfoto bersama dengan Bapak Dewanto selaku Plt. Camat Ambarawa, Kabupaten Semarang pada (22/10/2024). (Foto: KKN Reguler 83 Posko 5 UIN Walisongo)

Mahasiswa KKN UIN Walisongo Posko 5 tidak hanya hadir dalam Apel Akbar Hari Santri Nasional di Ambarawa, namun turut mengukuhkan peran mereka sebagai generasi penerus yang melanjutkan semangat juang para santri dalam menjaga keutuhan bangsa dan masa depan yang lebih baik. Melalui program KKN, mereka memperkuat nilai-nilai kebangsaan dan moderasi.

Semarang, Krajan.id – Peringatan Hari Santri Nasional yang jatuh pada 22 Oktober kembali mengingatkan kita akan peran penting santri dalam sejarah bangsa. Pada kesempatan ini, Kelompok KKN Reguler 83 Posko 5 UIN Walisongo tak hanya menjadi peserta apel akbar, namun juga mengukuhkan peran mereka sebagai penerus semangat juang para santri terdahulu.

Kegiatan yang berlangsung di SMP Islam Sudirman, Ambarawa ini mengusung tema “Menyambung Juang, Merengkuh Masa Depan”, tema yang relevan dalam menghubungkan perjuangan masa lalu dengan tantangan masa kini dan masa depan.

Baca Juga :  Efisiensi Administrasi! KKN UMBY Kembangkan Sistem Presensi Online di PAUD SPS Bougenville Ngenep

Partisipasi mahasiswa KKN UIN Walisongo dalam kegiatan ini menunjukkan bagaimana generasi muda, terutama mereka yang terlibat dalam program pengabdian masyarakat, ikut serta dalam upaya menjaga warisan perjuangan bangsa. Mereka hadir bersama santri, tokoh masyarakat, dan aparat setempat dalam rangkaian apel yang berlangsung khidmat.

Kapolsek Ambarawa, AKP Ririh Widiastuti, yang bertindak sebagai inspektur upacara, menekankan pentingnya mengenang peran santri dalam sejarah kemerdekaan Indonesia.

“Santri tidak hanya berjuang di masa lalu, tetapi mereka juga menjadi garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa di masa depan,” ucapnya.

Baca Juga :  Teknologi Briket Kotoran Sapi Dikembangkan Mahasiswa UNTAG di Pringwulung

Pembacaan ikrar santri yang menjadi bagian penting dari upacara ini, seolah menjadi simbol bagaimana nilai-nilai perjuangan tetap hidup di tengah-tengah masyarakat. Bagi para mahasiswa KKN, keterlibatan mereka dalam kegiatan ini juga mengukuhkan tanggung jawab untuk turut mengawal masa depan bangsa, tidak hanya melalui pendidikan, tetapi juga melalui aksi nyata di tengah masyarakat.

Apel akbar ini juga dihadiri berbagai elemen masyarakat seperti Ansor, Banser, Muslimat, Fatayat, serta IPNU-IPPNU, menandakan bahwa Hari Santri bukan hanya milik pesantren, tapi juga seluruh komponen bangsa. Keterlibatan mahasiswa KKN dalam acara ini menjadi refleksi nyata bagaimana generasi muda turut memperkuat nilai kebangsaan dan moderasi beragama.

Penulis : Masyitoh Putri Itsnaini | Mahasiswa UIN Walisongo

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung
Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 19:15 WIB

Tim Hibah MBKM Desa Segorogunung Pendidikan Geografi FKIP UNS Gelar Program KOMPAK untuk Perkuat Ecovillage di Desa Segorogunung

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Berita Terbaru

Keterasingan emosional dalam hubungan menjadi tema utama yang diangkat Armijn Pane dalam novel Belenggu. Sumber: Pinterest

Narasi+

Mengapa Belenggu Masih Terasa Dekat dengan Kehidupan Kita?

Minggu, 14 Jun 2026 - 18:46 WIB