Rapimnas 2026, LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Program dengan Asta Cita

- Redaksi

Senin, 16 Februari 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus LDII memaparkan materi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 di Jakarta, Senin (16/2/2026). Foto: Pribadi

Pengurus LDII memaparkan materi dalam Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 di Jakarta, Senin (16/2/2026). Foto: Pribadi

Jakarta, Sorotnesia.com – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menggelar Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) 2026 sebagai langkah konsolidasi organisasi sekaligus persiapan pelaksanaan Musyawarah Nasional (Munas) X. Kegiatan bertema “Konsolidasi Nasional Penguatan Kontribusi LDII untuk Bangsa” itu berlangsung di Gedung Serbaguna DPP LDII, Senayan, Jakarta, Senin (16/2/2026).

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menegaskan bahwa Rapimnas merupakan forum strategis yang memiliki kedudukan penting setelah Munas. Forum ini berfungsi memastikan arah kebijakan organisasi tetap berada dalam koridor legalitas dan tata kelola yang telah ditetapkan.

“Rapimnas bukan sekadar forum rutin, tetapi forum penting yang memastikan seluruh keputusan organisasi tetap sah, terukur, dan sesuai aturan,” ujar Chriswanto dalam sambutannya.

Menurut dia, Rapimnas 2026 juga menjadi momentum menyiapkan transisi kepemimpinan menjelang berakhirnya masa bakti pengurus DPP LDII periode 2021–2026. Organisasi ingin memastikan proses pergantian kepengurusan berjalan mulus tanpa mengganggu kesinambungan program.

“Kami ingin proses transisi berjalan smooth landing, sehingga kepengurusan baru dapat langsung bekerja secara efektif tanpa kendala keberlanjutan,” katanya.

Persiapan Munas X Capai 75 Persen

Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan arahan saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 di Jakarta, Senin (16/2/2026). Foto: Pribadi
Ketua Umum DPP LDII KH Chriswanto Santoso menyampaikan arahan saat Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) LDII 2026 di Jakarta, Senin (16/2/2026). Foto: Pribadi

Munas X LDII direncanakan berlangsung pada pertengahan 2026. Agenda tersebut akan menghimpun aspirasi dari Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk dirumuskan menjadi keputusan organisasi tingkat nasional.

Baca Juga :  Pentingnya Pendidikan dan Kesadaran: KKN UIN Walisongo Sosialisasikan Pencegahan Pernikahan Dini di Desa Pagertoyo

Chriswanto menyebutkan, hingga saat ini persiapan Munas telah mencapai sekitar 75 persen. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi dinamika di lapangan dengan meminta mandat organisasi agar pelaksanaan Munas memiliki fleksibilitas waktu jika diperlukan.

“Fleksibilitas diperlukan agar pelaksanaan Munas tetap berkualitas dan partisipatif, bukan sekadar mengejar jadwal,” ujarnya.

Dalam Rapimnas tersebut, LDII juga merencanakan penandatanganan sejumlah nota kesepahaman (MoU) dengan berbagai pemangku kepentingan sebagai bentuk penguatan kolaborasi dalam pembangunan nasional. Beberapa di antaranya dengan MPR RI, Lemhannas RI, serta Kementerian Desa PDTT.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak berhenti pada komunikasi kelembagaan, tetapi berkembang menjadi program operasional yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Selaraskan Program dengan Asta Cita

Chriswanto menegaskan, delapan bidang pengabdian LDII untuk bangsa telah dirancang selaras dengan arah pembangunan nasional, termasuk konsep Asta Cita yang menjadi visi pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.

Ia menekankan bahwa organisasi tidak berfokus pada penambahan program baru, melainkan memperkuat program yang sudah berjalan agar lebih relevan dengan kebutuhan masyarakat.

“Fokus kami adalah mempertajam dan mensinergikan delapan program prioritas agar memberikan dampak nyata sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional,” katanya.

Isu Lingkungan Jadi Perhatian

Ketua DPP LDII Sudarsono, yang juga bertindak sebagai Ketua Panitia Pengarah Rapimnas, menambahkan bahwa isu lingkungan hidup dan ketahanan pangan menjadi salah satu fokus penting menuju Munas mendatang.

Baca Juga :  UKM UK3 UTM Tekankan Transformasi Diri dan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Perayaan Natal 2025

Program tersebut sebenarnya telah dirintis sejak Rapimnas 2018 dengan tujuan membangun kesadaran warga terhadap pentingnya menjaga kelestarian lingkungan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial.

“Kita menyadari bumi ini hanya satu. Karena itu, menjaga lingkungan bukan pilihan, melainkan keharusan untuk generasi mendatang,” ujar Sudarsono.

Sebagai bentuk implementasi nyata, Rapimnas 2026 mendorong seluruh peserta menggunakan tumbler guna mengurangi penggunaan botol plastik sekali pakai. Langkah ini menjadi bagian dari kampanye Go Green yang terus digalakkan LDII.

Menurut Sudarsono, kegiatan berskala besar kerap menghasilkan volume sampah plastik yang signifikan. Karena itu, perubahan kebiasaan kecil dinilai penting sebagai langkah edukatif sekaligus preventif.

Selain penggunaan tumbler, LDII juga melanjutkan komitmen paperless system yang telah diterapkan dalam beberapa Munas sebelumnya untuk mengurangi limbah kertas.

Partisipasi Nasional

Rapimnas LDII 2026 diikuti sekitar 150 peserta secara luring di Jakarta, serta sekitar 1.500 peserta lainnya yang bergabung secara daring dari 375 studio di 37 provinsi. Peserta terdiri atas jajaran DPW tingkat provinsi, DPD kabupaten/kota, serta dewan penasihat organisasi.

Melalui Rapimnas ini, LDII menegaskan komitmennya untuk memperkuat konsolidasi internal sekaligus meningkatkan kontribusi nyata bagi pembangunan bangsa melalui program yang terarah, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Penulis : Arie

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Kejati Jatim Bekali 1.000 Lebih Calon Juru Dakwah LDII dengan Penangkalan Radikalisme dan Intolerasi Beragama
Kakesbangpol Buka Musda VI LDII Trenggalek, Apresiasi Peran Ormas Islam dalam Pembangunan Daerah
UKM UK3 UTM Tekankan Transformasi Diri dan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Perayaan Natal 2025
Hukum Poligami Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanafi
Peringatan Maulid Nabi di Masjid Besar Al-Falah Rowokangkung, 700 Jamaah Hadir dan Suasana Penuh Kekhidmatan

Berita Terkait

Senin, 16 Februari 2026 - 19:42 WIB

Rapimnas 2026, LDII Siapkan Munas dan Selaraskan Program dengan Asta Cita

Kamis, 29 Januari 2026 - 20:12 WIB

Kejati Jatim Bekali 1.000 Lebih Calon Juru Dakwah LDII dengan Penangkalan Radikalisme dan Intolerasi Beragama

Rabu, 28 Januari 2026 - 15:47 WIB

Kakesbangpol Buka Musda VI LDII Trenggalek, Apresiasi Peran Ormas Islam dalam Pembangunan Daerah

Selasa, 23 Desember 2025 - 17:49 WIB

UKM UK3 UTM Tekankan Transformasi Diri dan Peran Mahasiswa sebagai Agen Perubahan dalam Perayaan Natal 2025

Minggu, 14 Desember 2025 - 18:01 WIB

Hukum Poligami Menurut Mazhab Syafi’i dan Hanafi

Berita Terbaru

Opini

Gen Z Lebih Memilih Kopi, Industri Alkohol Terkoreksi

Senin, 16 Feb 2026 - 13:03 WIB