KKN UNS Edukasi Bahaya Kebakaran Lahan kepada Siswa MI di Seloprojo, Dorong Literasi Lingkungan Sejak Dini

- Redaksi

Jumat, 6 Maret 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mahasiswa KKN UNS melakukan foto bersama siswa MI Ma’arif Pernolo. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Mahasiswa KKN UNS melakukan foto bersama siswa MI Ma’arif Pernolo. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Magelang, Sorotnesia.com – Program Kuliah Kerja Nyata (KKN) kembali menunjukkan perannya sebagai jembatan antara dunia akademik dan kebutuhan masyarakat. Melalui kegiatan edukasi lingkungan, mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) menghadirkan pembelajaran interaktif mengenai bahaya kebakaran lahan kepada siswa sekolah dasar di Desa Seloprojo.

Kegiatan bertajuk “Edukasi Bahaya Kebakaran Lahan dan Keterbukaan Lahan bagi Anak Sekolah Dasar melalui Kemitraan Sekolah dan Masyarakat untuk Perlindungan Lingkungan” ini dilaksanakan pada Senin, 19 Januari 2026 di MI Ma’arif Pernolo.

Program tersebut menjadi bagian dari upaya penguatan literasi lingkungan bagi anak-anak sejak usia dini, sekaligus mendukung agenda Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas. Dalam konteks ini, pendidikan tidak hanya dipahami sebagai peningkatan kemampuan akademik, tetapi juga pembentukan karakter, kesadaran, dan tanggung jawab sosial terhadap lingkungan.

Tantangan Lingkungan di Wilayah Pedesaan

Kebakaran lahan dan keterbukaan lahan yang tidak terkendali masih menjadi persoalan di sejumlah wilayah pedesaan, termasuk di Desa Seloprojo. Rendahnya kesadaran masyarakat terhadap dampak pembakaran lahan maupun sampah, serta minimnya edukasi mengenai bahaya api sejak usia dini, dinilai meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.

Berdasarkan hasil observasi awal mahasiswa KKN, sebagian siswa sekolah dasar di wilayah tersebut belum memahami konsep dasar kebakaran hutan dan lahan. Beberapa di antaranya bahkan telah terpapar perilaku berisiko, seperti bermain korek api, membakar barang tanpa pengawasan, hingga mencoba merokok.

Dalam kondisi lingkungan yang didominasi lahan terbuka dan vegetasi kering, perilaku tersebut dapat meningkatkan kemungkinan terjadinya kebakaran yang lebih luas.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UMBY Ubah Limbah Sayuran Jadi Pupuk Organik Cair Ramah Lingkungan

Secara ilmiah, kebakaran terjadi melalui interaksi tiga unsur utama yang dikenal sebagai segitiga api, yaitu sumber panas, bahan bakar, dan oksigen. Tanpa pemahaman yang memadai mengenai mekanisme ini, risiko kebakaran dapat meningkat, terutama di kawasan dengan kondisi alam yang rentan.

Edukasi Interaktif bagi Siswa

Untuk menjawab tantangan tersebut, mahasiswa KKN merancang kegiatan edukasi dengan pendekatan interaktif dan mudah dipahami oleh anak-anak.

Sosialisasi bahaya kebakaran dan keterbukaan lahan oleh mahasiswa KKN UNS. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)
Sosialisasi bahaya kebakaran dan keterbukaan lahan oleh mahasiswa KKN UNS. (Foto: KKN UNS 81 Seloprojo)

Materi yang disampaikan meliputi penyebab kebakaran lahan, dampak pembakaran terhadap tanah dan kualitas udara, serta risiko yang muncul akibat keterbukaan lahan, seperti erosi dan longsor.

Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada pentingnya vegetasi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Mahasiswa menjelaskan bahwa akar pohon memiliki peran penting dalam menyerap air, mengikat tanah, serta mencegah kerusakan lingkungan.

Agar lebih mudah dipahami, kegiatan tidak hanya dilakukan melalui pemaparan materi di kelas. Para siswa juga diajak berdiskusi dan menjawab pertanyaan terkait kebiasaan yang berpotensi memicu kebakaran.

Pendekatan ini bertujuan membangun kesadaran kritis sekaligus menumbuhkan sikap peduli terhadap lingkungan di kalangan anak-anak.

Praktik Penanaman Pohon

Sebagai bagian dari pembelajaran aplikatif, kegiatan dilanjutkan dengan praktik penanaman pohon di sekitar area sekolah. Kegiatan ini menjadi sarana bagi siswa untuk memahami secara langsung pentingnya konservasi tanah dan air.

Penanaman pohon diharapkan dapat meningkatkan daya resap air ke dalam tanah, mengurangi limpasan permukaan atau run off, serta membantu meminimalkan risiko longsor pada wilayah dengan kondisi tanah yang labil.

Baca Juga :  Mahasiswa KKN UNS Dorong Ekonomi Hijau Desa Seborokrapyak Lewat Inovasi Sabun Ekoenzim

Melalui praktik ini, siswa tidak hanya memperoleh pengetahuan secara teoritis, tetapi juga pengalaman nyata dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Peningkatan Pemahaman Siswa

Setelah sesi edukasi selesai, mahasiswa kembali mengajukan sejumlah pertanyaan kepada siswa untuk mengukur tingkat pemahaman mereka.

Hasilnya menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan yang cukup signifikan. Sebagian besar siswa mampu menjelaskan kembali konsep segitiga api, dampak pembakaran lahan, serta langkah-langkah sederhana untuk mencegah kebakaran.

Antusiasme siswa juga terlihat dari keaktifan mereka saat mengikuti diskusi dan praktik penanaman pohon. Anak-anak yang sebelumnya belum memahami risiko kebakaran kini mulai menunjukkan kesadaran terhadap bahaya penggunaan api secara sembarangan.

Perubahan sikap ini menjadi indikator awal bahwa pendekatan pendidikan lingkungan dapat memberikan dampak positif jika diberikan sejak usia dini.

Kontribusi terhadap SDGs

Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN berharap anak-anak Desa Seloprojo dapat menjadi agen perubahan di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Dengan bekal literasi lingkungan yang lebih baik, generasi muda diharapkan mampu mendorong perilaku yang lebih bijaksana dalam pengelolaan lahan serta penggunaan api.

Program ini sekaligus menjadi contoh bagaimana kegiatan pengabdian mahasiswa dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs 4 tentang pendidikan berkualitas, khususnya melalui penguatan pendidikan berbasis lingkungan.

Lebih dari sekadar kegiatan edukasi, program ini menunjukkan bahwa pendidikan lingkungan sejak dini merupakan investasi jangka panjang untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan, aman, dan ramah lingkungan.

Penulis : Mahasiswa KKN 81 UNS

Editor : Intan Permata

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya
Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya
Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global
Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR
Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore
Kolaborasi UPITRA dan RS Mata Solo Dorong Integrasi Sistem Lewat Pelatihan API
Cegah Sejarah Desa Luntur, Mahasiswa KKN UNS Luncurkan Buku “Desa Geneng: Babat Alas dan Sejarah”
Tingkatkan Taraf Pendidikan di Lingkup Anak-Anak Sekolah Dasar, Mahasiswa KKN-T UNS Gelar Pelatihan dan Kompetisi Bahasa Inggris untuk Siswa SD di Desa Sanggrahan

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 16:00 WIB

Pengabdian Masyarakat Lewat Sekolah Lansia Tangguh, Upaya Tingkatkan Kualitas Hidup Lansia di Sukolilo Surabaya

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:54 WIB

Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:55 WIB

Diskusi Pancasila, UM Soroti Relevansi Trisakti di Tengah Dinamika Global

Minggu, 17 Mei 2026 - 19:55 WIB

Dorong Pola Makan Sehat, Mahasiswa Departemen Pendidikan IPS UNY Dampingi Program GEBYUR

Rabu, 13 Mei 2026 - 11:44 WIB

Dari Indonesia ke Singapura: Pengalaman Exchange Semester@NIE Mahasiswa Universitas Sebelas Maret di NIE/NTU Singapore

Berita Terbaru

Ilustrasi

Opini

Perlukah Indonesia Memiliki Hukum Pailit Khusus UMKM?

Sabtu, 6 Jun 2026 - 20:03 WIB