Dari Limbah Menjadi Manfaat, KKM UNIBA 27 Kenalkan Pengolahan Sekam Padi di Kebon Ratu

- Redaksi

Minggu, 2 Agustus 2026

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). Sumber: KKM UNIBA 27

Pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). Sumber: KKM UNIBA 27

SERANG, Sorotnesia.comSekam padi tidak selalu harus berakhir sebagai limbah yang dibuang atau dibakar. Di Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, mahasiswa Kuliah Kerja Mahasiswa (KKM) Universitas Bina Bangsa (UNIBA) 27 mengenalkan cara mengolah sisa hasil pertanian tersebut menjadi produk yang dapat dimanfaatkan kembali.

Pengenalan itu dilakukan melalui Workshop Pemanfaatan Limbah Sekam Padi Menjadi Briket Ramah Lingkungan dan Pupuk Kompos yang digelar di Kantor Desa Kebon Ratu, Selasa (28/7/2026).

Kegiatan tersebut menjadi salah satu program KKM UNIBA 27 untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengelola limbah pertanian. Sekam padi yang selama ini menjadi bagian dari sisa kegiatan pertanian diperkenalkan sebagai bahan yang masih dapat diolah menjadi briket dan pupuk kompos.

Peserta workshop berasal dari sejumlah unsur masyarakat, antara lain petani, kelompok tani, perangkat desa, serta ibu-ibu PKK. Dalam kegiatan itu, peserta tidak hanya mendapatkan sosialisasi mengenai pemanfaatan sekam padi, tetapi juga mengikuti demonstrasi dan praktik langsung.

Mahasiswa KKM memperagakan proses pembuatan briket dari sekam padi. Selain itu, peserta diperkenalkan dengan pengolahan pupuk kompos menggunakan bahan organik yang tersedia di lingkungan sekitar.

Model pelatihan tersebut membuat masyarakat dapat melihat secara langsung proses pengolahan bahan yang sebelumnya dianggap sebagai limbah. Pengetahuan yang diberikan diharapkan dapat menjadi bekal bagi warga untuk menerapkan pengelolaan limbah pertanian secara mandiri.

Baca Juga :  Rekreasi Edukasi Mahasiswa Amikom Yogyakarta dan YKAKI: Kebahagiaan dan Pembelajaran untuk Anak-Anak Penderita Kanker

Bagi mahasiswa KKM UNIBA 27, kegiatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan persoalan limbah. Pengolahan sekam padi juga diarahkan untuk memperkenalkan cara pemanfaatan potensi lokal yang tersedia di Desa Kebon Ratu.

Ketua Kelompok KKM UNIBA, Tb Muh Rafi Adz Dzikra, mengatakan program tersebut merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat dengan memanfaatkan potensi yang ada di desa.

“Melalui workshop ini kami ingin memberikan edukasi kepada masyarakat bahwa limbah sekam padi bukan hanya menjadi sisa hasil pertanian yang dibuang begitu saja, tetapi memiliki potensi besar untuk diolah menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos yang bermanfaat. Harapan kami, pengetahuan yang diperoleh masyarakat dapat terus diterapkan sehingga mampu menciptakan lingkungan yang lebih bersih, mengurangi limbah pertanian, serta membuka peluang ekonomi baru bagi warga Desa Kebon Ratu,” ujar Tb Muh Rafi Adz Dzikra.

Pemanfaatan sekam padi menjadi briket diperkenalkan sebagai salah satu bentuk pengolahan limbah menjadi bahan bakar alternatif. Sementara itu, bahan organik yang tersedia di sekitar lingkungan dapat diolah menjadi kompos untuk dimanfaatkan dalam kegiatan pertanian.

Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). Sumber: KKM UNIBA 27
Dokumentasi bersama setelah pelaksanaan workshop pemanfaatan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos di Kantor Desa Kebon Ratu, Kecamatan Lebak Wangi, Kabupaten Serang, Banten, Selasa (28/7/2026). Sumber: KKM UNIBA 27

Program tersebut juga diarahkan untuk mengurangi kebiasaan membakar limbah sekam padi. Dengan pengolahan, limbah pertanian dapat dimanfaatkan kembali sehingga tidak semata-mata menjadi sisa produksi yang harus dibuang.

Baca Juga :  Kolaborasi Kelembagaan Jadi Ruang Belajar Mahasiswa Administrasi Negara Untag Surabaya

Pemerintah Desa Kebon Ratu turut mengapresiasi pelaksanaan workshop. Kegiatan tersebut dinilai memberikan wawasan baru kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah berdasarkan potensi yang tersedia di lingkungan desa.

Kolaborasi antara mahasiswa KKM UNIBA, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program tersebut. Mahasiswa memberikan pengetahuan dan praktik, sementara masyarakat menjadi pihak yang diharapkan dapat meneruskan pemanfaatan pengetahuan tersebut setelah kegiatan berakhir.

Pengolahan sekam padi juga membuka sudut pandang lain mengenai persoalan limbah pertanian. Bahan yang sebelumnya dipandang sebagai sisa dapat diperkenalkan kembali sebagai bahan yang memiliki kegunaan.

Melalui workshop tersebut, KKM UNIBA 27 berharap masyarakat Desa Kebon Ratu semakin memahami bahwa pengelolaan limbah pertanian dapat dilakukan dengan memanfaatkan bahan yang tersedia di sekitar mereka. Selain mendukung lingkungan yang lebih bersih, pemanfaatan sekam padi juga diharapkan dapat memberikan nilai guna dan membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya mahasiswa KKM UNIBA untuk menghubungkan pengetahuan yang mereka miliki dengan kebutuhan masyarakat. Di Desa Kebon Ratu, hubungan itu diwujudkan melalui pengenalan pengolahan sekam padi menjadi briket ramah lingkungan dan pupuk kompos.

Penulis : Istiqomah Fry Dyva | UNIBA

Editor : Anisa Putri

Follow WhatsApp Channel sorotnesia.com untuk update berita terbaru setiap hari Follow

Berita Terkait

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari
Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 
KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual
Minyak Jelantah Tak Sekadar Dijual, KKN 54 UNS Kenalkan Olahan Sabun di Pilangrejo
KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet
Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini
Perkuat Budaya Literasi, KKN 124 UNS Hadirkan 4 Langkah Kreatif Membaca hingga Berkarya di SDN 02 Jatirejo
Lewat LAHSANMOR, KKN 033 UNS Dorong Warga Tegalrejo Pilah Sampah dari Rumah

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 06:12 WIB

KKN-T UAA Bekali Pelaku UMKM Ngablak Magelang Kelola Keuangan lewat Program 30 Hari

Selasa, 15 September 2026 - 22:31 WIB

Tak Hanya Edukasi, Mahasiswa KKN 142 UNS Ajak Pemuda Pemudi Tegalgondo Tingkatkan Kesadaran Hidup Sehat 

Selasa, 15 September 2026 - 13:41 WIB

KKN 54 UNS Dorong Ibu-ibu PKK Pilangrejo Olah Jambu Air Menjadi Produk Bernilai Jual

Senin, 14 September 2026 - 15:40 WIB

KKN 157 UNS Edukasi Ibu-Ibu Pengajian Desa Kajang Olah Sampah Plastik Jadi Dompet

Minggu, 13 September 2026 - 21:20 WIB

Orang Tua Didorong Kenali Stimulasi Sensorik dan Motorik Anak Sejak Dini

Berita Terbaru